3 Prinsip Dalam Membangun Relationship Dengan Orang Lain

Posted on Posted in Others, Relationship

Relationship mungkin adalah salah satu sumber stress terbesar di dalam hidup. Banyak orang yang mengatakan bahwa hidupnya tidaklah bahagia karena mereka memiliki relationship yang tidak baik dengan keluarganya, pasangannya, atau orang-orang lain di sekitarnya. Artikel Kristen hari ini tidak berfokus pada relationship “pacaran / pernikahan”, tetapi lebih ke arah relationship antara manusia secara general. Namun, setiap poin yang akan dibuat pada artikel Kristen ini akan berguna bagi segala macam relationship, termasuk relationship di dalam pacaran, keluarga, dan lingkungan kerja. Mari kita bahas 3 prinsip yang kita harus pegang untuk membangun relationship yang benar.

TANAMLAH APA YANG KAMU INGIN TUAI

“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:7-9)

Di dalam kehidupan kita ini, kita akan menuai apa yang kita tanam—kita akan menerima berdasarkan apa yang kita lakukan. Contohnya: “Jika kamu tidak belajar untuk sebuah test, kamu akan mendapatkan nilai yang buruk. Tetapi jika kamu belajar untuk sebuah test, kamu akan mendapatkan nilai yang lebih baik.” Begitupula di dalam hubungan kita dengan orang lain. Kita akan menuai apa yang kita tanam di dalam hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita, contohnya:

  • Jika di dalam hubungan cintamu yang kamu tanam sehari-hari adalah benih-benih hawa nafsu, pada akhirnya kamu akan menuai hubungan yang dikuasai hawa nafsu dan bukan Tuhan.
  • Jika di dalam hubungan keluargamu yang kamu tanam sehari-hari adalah kemarahan dan omelan, pada akhirnya kamu akan menuai keluarga yang sulit untuk harmonis.
  • Jika di dalam hubungan pertemananmu yang kamu tanam adalah ketidak jujuran, pada akhirnya kamu akan menuai pertemanan yang saling tidak dapat mempercayai.

“Don’t judge each day by the harvest you reap, but by the seeds you plant.” – Robert Stevenson

FOKUSLAH BUKAN UNTUK MENDAPATKAN, TETAPI UNTUK MENGHARGAI

Janganlah sekedar memikirkan untuk mendapatkan sesuatu, tetapi pikirkanlah juga tentang menghargai sesuatu yang hendak kamu dapatkan itu. Mari saya beri sebuah perumpamaan kecil:

Ada dua orang (Andi dan Budi) yang membeli mobil baru. Mobil baru mereka ini sama persis, modelnya sama, warnanya sama, harga belinya sama, dan semuanya yang lain juga sama. Andi menggunakan mobilnya dengan baik dan berhati-hati, selama lima tahun dia tidak mengalami kecelakaan apa pun ketika menggunakan mobil itu. Di lain sisi, Budi menggunakan mobilnya dengan tidak baik dan tidak berhati-hati, selama lima tahun dia sudah mengalami kecelakaan sebanyak lima kali, tiga kecelakaan ringan dan dua kecelakaan besar. Singkat cerita, Andi dan Budi mau menjual mobil mereka. Pada akhirnya, mobil Andi berhasil dijual dengan harga hampir dua kali lipat harga jual mobil Budi.


Andi dan Budi pada awalnya mendapatkan mobil yang sama, tetapi yang mereka lakukan setelah mereka mendapatkan mobil mereka masing-masing berbeda. Andi menghargai apa yang telah dia dapatkan, sedangkan Budi tidak. Hasilnya, apa yang Andi miliki tetaplah berharga, sedangkan apa yang Budi miliki menjadi kurang berharga.

Teman-teman, janganlah sekedar fokus mendapatkan sebuah relationship, tetapi fokuslah untuk menghargai relationship itu. Di dalam hubungan cinta, jangan sekedar fokus mendapatkan orang yang kamu inginkan, tetapi fokuslah untuk menghargainya. Di dalam hubungan keluarga, jangan sekedar fokus mendapatkan seorang anak, tetapi fokuslah untuk menyayangi anak itu. Di dalam hubungan kerja, jangan sekedar fokus mendapatkan customer, tetapi fokuslah untuk memiliki hubungan yang baik dengan customer tersebut. Karena jika kalian hanya fokus mendapatkan, tetapi tidak fokus menghargai, pada akhirnya semuanya akan hilang dan tidak berarti lagi.

HIDUPLAH DENGAN PEMIKIRAN MELAYANI DAN BUKAN DILAYANI

Jika kita egois dan hanya mementingkan diri sendiri, relationship kita tidak akan berjalan dengan baik. Kebanyakan relationship rusak atau berakhir oleh karena setiap pihak ingin mementingkan dirinya masing-masing. Tetapi beberapa relationship berlangsung kokoh dan berhasil memberkati satu sama lain karena mereka mementingkan satu sama lain.

Sifat daging manusia adalah egois, tetapi sifat roh yang berasal dari Tuhan adalah murah hati. Berdoalah kepada Tuhan dan bacalah Firman Tuhan—Dia yang telah memberikan contoh kepada kita bagaimana hidup melayani.

“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45)

Teman-teman, saya tau seringkali rasanya dilayani jauh lebih enak dibandingkan melayani. Namun sesungguhnya, jika kalian mengerti akan kasih Tuhan, kalian akan menemukan sebuah perspektif baru dariNya dimana melayani lebih membahagiakan dibandingkan dilayani. Dilayani dapat memuaskan keinginan daging kita, tetapi melayani dapat memuaskan keinginan roh kita.

Tidak ada relationship yang hancur oleh karena orang-orangnya melayani satu sama lain, tetapi banyak relationship yang hancur oleh karena orang-orangnya ingin untuk dilayani satu sama lain.

Yohanes 13:4-7,13-15

Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”

Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”

Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.


Jika kalian suka dengan artikel Kristen / renungan Kristen hari ini, jangan lupa share dan add official line kami ya^^

Kalian juga dapat lihat artikel-artikel dan renungan-renungan terbaru lainnya dengan scroll terus ke bawah.

Have a nice day, God Bless!

Add official line account kami untuk mendapatkan artikel Kristen / renungan Kristen dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis renungan utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *