Alabaster Jar (Inilah Yang Terbaik Yang Aku Miliki)

Posted on Posted in Faith, Jesus, Love

Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam (Alabaster Jar) berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan. Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini? Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.”
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” (Matius 26:6-12).

Kejadian ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Yesus mati di atas kayu salib. Dan ada sebuah bagian dari cerita ini yang terdengar sangatlah janggal: pada akhir cerita ini, Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa “di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukan wanita ini harus disebut juga.” Bukankah itu aneh? Injil (The Gospel) adalah tentang Yesus Kristus yang turun ke dunia, mati di atas kayu salib, dan bangkit dari kubur untuk menebus dosa seluruh dunia. Lalu apa hubungannya dengan wanita yang membawa alabaster jar ini? Mengapa kisah wanita ini juga harus dimasukkan ke dalam pemberitaan injil para murid-murid Yesus?

Ada dua poin yang dapat kita pelajari melalui wanita yang membawa alabaster jar ini:

 

Cinta Kasih

Mengapa wanita ini membawa alabaster jar dan mencurahkan isinya yang mahal kepada Tuhan Yesus? Tidak ada yang menyuruhnya untuk melakukan itu semua bukan? Jawabannya: Karena dia mencintai Yesus. Itu satu-satu nya alasan mengapa dia melakukannya. Tidak ada alasan yang masuk akal akan mengapa ia harus membuang-buang minyak wangi yang begitu mahal itu untuk Yesus. Bukankah begitu sifat cinta? Cinta membuat kita melakukan hal-hal yang tidak masuk akal? Tuhan Yesus mengatakan perintah yang pertama dan paling utama adalah: “Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Matius 22:37). Wanita ini mengajarkan kita untuk mengasihi Yesus dengan segenap hati kita—dengan sebuah cinta kasih yang tidak masuk akal. Dan dia tidak ingin kasih kita kepada-Nya hanya terpancar melalui mulut kita, melainkan juga melalui aksi kita. Our actions speak louder than words.


Pengorbanan

Minyak wangi adalah sesuatu yang sangat mahal pada jaman itu—sesuatu yang dianggap sangat berharga. Namun, wanita ini membawa sebuah alabaster jar yang penuh akan minyak wangi. Dalam kata lain, ketika wanita itu mencurahkan minyak wangi itu kepada Yesus, dia kehilangan banyak sekali uang. Apakah wanita itu tidak tau bahwa minyak wangi itu harganya begitu mahal? Tentu saja dia tau; tetapi dia tidak peduli. Dia memberikan yang terbaik yang dia dapat berikan kepada Tuhan Yesus. Wanita ini mengajarkan kepada kita tentang pengorbanan. Alkitab mengatakan: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu” (Matius 13:44). Sorga yang sesungguhnya bukanlah sekedar sebuah tempat, melainkan pengenalan akan Tuhan. Sorga tidak dimulai ketika kita mati dan masuk ke dalam kehidupan kekal; sorga dimulai ketika kita mengenal Yesus Kristus dan mengenal kasih-Nya di dalam hidup kita. Dan wanita ini menyadari bahwa Tuhan jauh lebih berharga dari segala yang dia miliki, dari seluruh minyak wangi mahal di dalam alabaster jar miliknya itu. Dia menukar yang terbaik yang dia miliki untuk sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan ingin kisah wanita dengan alabaster jar ini diceritakan bersama dengan Injil-Nya karena kisah ini menggambarkan apa yang Dia inginkan dari kita. Yesus Kristus mati di atas kayu salib untuk membenarkan hubungan kita dengan Allah Bapa. Yang Tuhan kehendaki dari kita hanyalah satu, yaitu hati kita. Kita seringkali berpikir bahwa Tuhan hanyalah sebuah makhluk di atas sana yang hanya menghukum kita jika kita salah. Sesungguhnya tidak! Dia ingin memiliki sebuah hubungan kasih denganmu, itu satu-satu-Nya alasan Dia turun ke dunia dan menyerahkan nyawa-Nya—Dia melakukan itu semua untuk dirimu dan diriku oleh karena kasih.

Sebagai penutup, saya ingin share sebuah sebuah lagu yang sangat saya sukai, lagu itu berjudul “Alabaster Jar” oleh Gateway Worship. Semoga lagu ini dapat memberkati siapa pun yang mendengarkan.

This alabaster jar is all I have of worth
I break it at Your feet, Lord, it’s less than You
Deserve
You’re far more beautiful, more precious than the oil
The sum of my desires and the fullness of my joy
Like You spilled Your blood, I spill my heart
As an offering to my King

Here I am, take me as an offering
Here I am, giving every heartbeat for Your glory
Take me

Add official line account kami untuk mendapatkan renungan dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.