Alkitab – Itulah Yang Ahok Bawa Ke Dalam Sel Penjara

Posted on Posted in Uncategorized

Pada sekitar 2000 tahun yang lalu, seorang hamba Tuhan bernama Paulus ditangkap dan dipenjarakan. Namun, ia ditempatkan di dalam sel penjara bukan karena ia adalah seorang pencuri atau pun pembunuh. Ia dipenjarakan karena ia mengabarkan injil Kristus.

Yang menariknya adalah, sebelum Paulus menjadi hamba Tuhan yang menyerbarkan injil Kristus, ia merupakan ancaman terberat bagi orang-orang Kristen. Ia menghabiskan hidup nya untuk memburu dan membunuh begitu banyak umat Kristen; tetapi, ia tidak pernah dipenjarakan atas itu semua.

Paulus tidak dipenjarakan ketika dulu ia melakukan hal yang jahat; ia dipenjarakan ketika ia melakukan sesuatu yang benar.

 

Ahok.. Seorang pemimpin dan sahabat kita, telah dipenjarakan pada tanggal 9 Mei 2017. Ia dipenjarakan bukan karena ia melakukan kejahatan, tetapi karena ia berdiri untuk sesuatu yang benar.

 

Di dalam video wawancara antara Ahok dan CameoProject, Ahok diberikan pertanyaan, “Jika ko Ahok bisa memutar balikkan waktu, apakah ko Ahok akan tetap memilih untuk melakukan hal yang sama?”

Ahok menjawab, “Sama! Karena penjara tidak bisa menahan saya punya ide maupun perjuangan. Kecuali saya dipenjara sebagai koruptor, itu memalukan.”

 

Saya sangat terkejut dan terharu dengan satu-satu nya barang yang Ahok bawa ke dalam sel penjara nya. Ia membawa sebuah Alkitab. Anggota keluarga Ahok mengatakan bahwa dari dulu, Alkitab sudah menjadi bagian dari hidup Ahok. Ia selalu mebaca nya bahkan di hari-hari sibuknya sebagai seorang gubernur. Kita seringkali lupa untuk membuka Alkitab kita karena kesibukan-kesibukan di dalam hidup kita. Tetapi Ahok sadar bahwa justru karena ia ditekan oleh begitu banyak kesibukan dan masalah, maka itu ia harus bersandar lebih lagi kepada Firman Tuhan. Firman Tuhan merupakan sumber kekuatan Ahok; Firman Tuhan juga adalah dasar yang terus mengingatkan Ahok untuk tetap berjalan di jalan yang benar. Dan Firman Tuhan adalah sesuatu yang akan menguatkan nya dalam melalui masa penjara ini.

 

Ketika saya melihat Ahok yang dipenjarakan, saya merasa seperti melihat Paulus yang dahulu dipenjarakan. Timotius (seorang sahabat dari Paulus) dan begitu banyak jemaat Kristen sangatlah khawatir akan keadaan Paulus di penjara. Tetapi, kita dapat membaca surat Paulus kepada mereka di Filipi 1-4, bagaimana Paulus sangatlah bersyukur akan support yang mereka berikan, Paulus juga mengatakan kepada mereka bahwa  ia baik-baik saja dan ia tidak berkekurangan di dalam sel tersebut. Paulus justru menguatkan dan menyemangati para jemaat-jemaat dengan surat-surat yang ia tulis dari dalam sel penjaranya.

Sama seperti apa yang terjadi saat ini. Entah mengapa orang-orang terlihat jauh lebih khawatir akan Ahok dibanding Ahok sendiri. Ini merupakan hal yang sangatlah baik, kita harus menunjukkan Ahok bahwa kita masih memberikan support kita dan mengharapkan agar ia terbebas. Tetapi poin saya adalah, mengapa Paulus dan Ahok masih dapat memiliki sukacita di dalam penjara itu?

 

Paulus memberikan rahasia nya di Filipi 1:21,

“For me, to live is Christ and to die is gain.”

Sering sekali orang-orang di sekitar saya yang mengatakan, “Ahok.. Itu orang ga takut mati gila!”

Apa rahasianya? Mengapa Ahok bisa sebegitu berani nya? Mengapa ia tidak takut dan mundur setelah mendapat begitu banyak ancaman?

Ahok sendiri juga yang sering mengutip Filipi 1:21,

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

Ahok lebih memilih untuk rela mati karena kebenaran dibanding hidup untuk kejahatan.

 

Alasan saya menulis artikel ini bukan untuk memberikan similaritas antara Ahok dan Paulus. Saya menulis ini untuk mengingatkan kita, apa tujuan dari hidup ini? Bagaimana cara mu hidup sehari-hari? Apakah sungguh “To live is Christ and to die is gain” adalah sesuatu yang nyata di dalam hidup-mu?

 

2000 tahun yang lalu orang-orang berpikir pemenjaraan Paulus akan membuat pergerakan Kristen terhenti. Tetapi ternyata sebaliknya yang terjadi. Umat Kristen menjadi semakin berapi-api, semakin berani, dan semakin bersemangat. Pemenjaraan Paulus malah mendorong mereka untuk semakin berani memberitakan injil Yesus Kristus. Dan sekarang nama Yesus Kristus dikenal di seluruh penjuru bumi.

 

Saya percaya pemenjaraan Ahok juga bukanlah sebuah kemunduran bagi Indonesia. Pemenjaraan Ahok akan menjadi sumber api bagi rakyat Indonesia untuk bangkit dan membela kebenaran.

 

Janganlah takut membela sesuatu yang benar. Tuhan yang memberikan kekuatan dan keberanian kepada Ahok, juga adalah Tuhan yang akan menyertaimu.

Tuhan memberkati.