Am I not enough?

Posted on Posted in Faith, Hope, Illustration, Jesus

Ini adalah kisah tentang seorang bernama Gavin.

Ketika Gavin masih enam bulan di dalam kandungan, mama nya mengalami pendarahan. Dokter mengatakan bahwa anak ini memiliki kelainan, “setelah lahir, anak ini akan meninggal dalam beberapa bulan.” Tetapi mama nya memutuskan untuk tetap melahirkannya dan percaya bahwa Tuhan tetap menginginkan anak ini di dunia. Dan mukjizat terjadi, Gavin lahir dengan normal dan tumbuh seperti anak-anak lain nya.

Pada saat Gavin berumur tujuh tahun, teman nya iseng dan mendorong Gavin dengan keras. Kepala Gavin tidak sengaja terbentur ujung meja, dan ia kehilangan kesadaran. Ketika Gavin membuka mata, ia melihat mama nya yang sedang berdiskusi dengan seorang dokter. Mama nya yang melihat Gavin sudah bangun, langsung memeluk nya, “Puji Tuhan, kata dokter hanya benturan ringan, kepala kamu tidak apa-apa.”

Pada saat Gavin berumur dua puluh tahun, ia mulai diajak teman-teman nya untuk ikut kehidupan malam. Pada suatu malam, Gavin dan teman-teman nya pulang dari club dalam keadaan mabuk. Teman yang mengemudikan mobil mereka tidak sadar penuh ketika menyetir, sehingga mobil mereka menabrak mobil lain, dan terjadilah sebuah kecelakaan besar. Tangan Gavin patah dan paha kanan nya robek. Gavin dan teman-teman nya langsung dibawa ke rumah sakit; dan untung nya tidak ada yang meninggal.

Pada saat Gavin berumur dua puluh tujuh tahun, Gavin bekerja di sebuah perusahaan besar. Atasan Gavin mengajak Gavin untuk mengambil peran dalam rencana korupsinya. Tetapi Gavin menolak, sehingga Ia diancam oleh atasan nya tersebut, dan Gavin terpaksa keluar dari perusahaan tersebut. Akhirnya Gavin memasuki sebuah perusahaan baru; perusahaan ini mungkin tidak sebesar perusahaan nya yang sebelum nya, tetapi ia memiliki atasan yang sangat baik hati. Atasan Gavin di perusahaan ini akhirnya menjadi salah satu sahabat terdekat Gavin di dalam hidup nya.

Pada saat Gavin berumur empat puluh tahun, papa dan mama nya Gavin memutuskan untuk berlibur ke Thailand. Namun, sebuah tragedi terjadi. Pesawat yang papa dan mama nya Gavin naiki mengalami sebuah kerusakan ketika sedang terbang. Sang pilot tidak dapat menyelamatkan pesawat tersebut, dan pesawat itu tidak pernah sampai ke tempat tujuan nya.

Pada hari itu, Gavin kehilangan dua orang yang paling ia kasihi. Ia merasa begitu pahit dengan Tuhan. “Mengapa Engkau harus mengambil orang tua ku! Ada begitu banyak orang-orang jahat di dunia ini, dan mengapa Engkau harus mengambil dua yang baik! Aku sekarang disini sendirian! Mencoba yang terbaik yang aku bisa untuk bertahan!”

Dan satu-satu nya hal yang Gavin dengar dari Tuhan adalah, “Apakah Aku tidak cukup bagimu?”

Itulah akhir dari cerita. Cerita nya sudah selesai.

 

Kisah ini berakhir seperti sebuah sinetron jelek. Kisah ini berakhir tanpa sebuah konklusi, hanya sebuah pertanyaan dari Tuhan, “Apakah Aku tidak cukup bagimu?” Tentu saja pertanyaan kita ketika sampai di akhir cerita ini adalah, “Gavin, apa jawaban-mu? Apa jawaban-mu kepada pertanyaan yang Tuhan berikan?”

Sesungguhnya saya menuliskan kisah ini tanpa sebuah konklusi akhir, karena saya ingin kalian masing-masing yang melanjutkan akhir cerita ini. Karena sesungguhnya…

Gavin adalah diri ku,

Dan Gavin adalah diri mu.

 

Tuhan telah menyertai kita hingga hari ini. Saya tidak tau apa yang sedang kamu alami hari ini, seberat apa permasalahan yang kamu miliki hari ini. Tetapi yang saya tau hanya satu: jika kamu masih bisa membaca tulisan ini, berarti Tuhan masih memberikan mu nafas hingga saat ini, berarti Tuhan telah menyertaimu melewati seluruh persoalan yang telah kamu alami selama ini.

Ketika saya melihat masalah yang saya hadapi hari ini, dan mencoba untuk membandingkannya dengan hal-hal luar biasa yang Tuhan telah lakukan untuk saya selama ini, saya sadar bahwa masalah yang saya hadapi hari ini tidaklah ada apa-apa nya dibandingkan dengan kehebatan kasih-Nya selama ini.

Yesus sudah turun ke dunia untuk menyelamatkanmu ketika kamu tidak dapat menyelamatkan dirimu sendiri. Dia diludahi, dihina, dicambuk, ditikam, dan disalibkan karena dosamu. Di atas kayu salib itu, amarah Tuhan yang seharusnya jatuh kepadamu, jatuh kepada Yesus Kristus.

“God made Him who knew no sin to be sin on our behalf, so that in Him we might become the righteousness of God” (2 Corinthians 5:21).

Apakah itu semua tidak cukup bagimu?

 

Jadi apa jawabanmu pada pertanyaan yang Tuhan berikan kepada mu hari ini?

“Apakah Aku cukup bagimu?”

“Am I not enough?”