Apa Alasanmu Ke Gereja?

Posted on Posted in Uncategorized

Pastor di gereja saya pernah memberikan sebuah illustrasi menarik melalui pengalamannya. Beberapa tahun yang lalu, seorang teman nya menelpon nya dan mengajaknya untuk menyaksikan sebuah pertandingan baseball dari Dodgers, ia memiliki sebuah tiket lebih. Sang Pastor bukanlah seorang fans dari tim Dodgers atau pun permainan baseball, sehingga ia berpikir untuk menolak ajakan tersebut. Tetapi teman nya menegaskan bahwa tiket nya adalah tiket VIP—mereka akan duduk di baris terdepan, mereka dapat melihat para pemain nya dengan sangat dekat, dan mereka akan mendapatkan makanan gratis.

“Yah, tidak ada salah nya ikut. Mungkin akan seru juga,” pikir sang Pastor.

Pastor pun ikut ke pertandingan baseball tim Dodgers. Ia duduk di baris terdepan, ia mendapat kesempatan untuk memberikan tos kepada salah satu pemain nya, dan ia mendapatkan makanan lezat tanpa harus membayar sedikit pun. “Itu merupakan salah satu pengalaman paling menyenangkan di dalam hidup saya,” ujar pastor.

Beberapa minggu setelah itu, seorang teman lain nya menelpon pastor dan mengajaknya untuk menyaksikan pertandingan The Dodgers lagi.

“Tiket mu, tempat duduknya dimana?” tanya pastor.

“Okelaa, sekitar 5 baris dari paling belakang,” jawab teman nya itu.

“Apakah dapet makanan? Tanya pastor.

“Setau ku tidak dapat makanan apa-apa,” jawab teman nya.

“Hmm.. Mungkin lain kali saja. Saya sedang sibuk,” balas pastor.

 

Poin nya adalah, seringkali di gereja, kita juga melakukan hal seperti ini.

“Siapa yang akan menjadi pembicara hari ini?”

“Siapa penyanyi nya? Siapa pemain musiknya?”

“Seperti apa tempat nya? Apakah nyaman?”

 

Seringkali semangat kita untuk datang ke gereja ditentukan oleh talenta pembicara nya, kualitas band nya, tingkat kenyamanan ruangan nya.

Dimana seharusnya Tuhan lah yang menjadi satu-satu nya alasan mengapa kita bersemangat untuk datang ke gereja.

Seperti di dalam kisah sang pastor; ia tidak mencintai The Dodgers atau pun permainan baseball. Ia termotivasi untuk datang jika ia mendapatkan kursi VIP dan fitur-fitur yang ia dapatkan dari tiket VIP tersebut. Jika kursi yang ia dapatkan bukan VIP dan tidak ada fitur-fitur VIP, ia tidak tertarik untuk datang.

Sama hal nya dengan gereja. Kita seringkali lupa bahwa kita datang untuk menyembah Tuhan pencipta alam semesta, Tuhan yang memberikan mu nafas kehidupan hari ini, Tuhan yang telah menyertai hidupmu selama ini.

Betapa indahnya jika seseorang diajak untuk berkumpul menyembah Tuhan, ia tidak mempedulikan hal-hal lain yang ada di dalam perkumpulan tersebut. Namun, satu-satu nya alasan untuk nya datang adalah karena ia rindu untuk berkumpul bersama orang-orang percaya lainnya untuk menyembah Yesus Kristus.

Yang membuat sebuah gereja menjadi suatu gereja yang sukses bukanlah jumlah jemaat nya atau pun besar bangunan nya, tetapi karena Tuhan yang mengepalai gereja tersebut.

Yang membuat puji-pujian kita luar biasa bukanlah keindahan suara worship leader atau pun bagusnya permainan music band, tetapi karena Siapa yang kita puji dan sembah.

 

“Teacher, which is the great commandment in the law?”

Jesus said to him, “You shall love the Lord your God with all your heart, with all your soul, and with all your mind. This is the first and great commandment.”

Matthew 22:36-38