Apa itu HyperGrace?

Posted on Posted in Faith, Others

Shallom sodara-sodara, akhir-akhir ini banyak orang membicarakan atau mengsalah artikan apa itu hypergrace. Banyak orang berkata bahwa hypergrace merupakan Kasih Karunia Yesus Kristus kepada orang-orang yang percaya kepadaNya, yang berarti setiap dosa kita telah ditebus olehNya di atas kayu salib mau dosa masa lalu, dosa sekarang, ataupun dosa di masa depan, apakah itu benar? Yes itu benar, Tetapi itu akan terjadi JIKA kita mengakui dosa kita sebelum maut menjemput kita, baru kita di ampuni dosa kita oleh Tuhan , tetapi banyak orang mengsalahartikan fakta tersebut, dengan mengartikan bahwa mau sedosa apapun kita ya tidak apa apa kan kita percaya dan asal mengakui Yesus sebagai Juruselamat kita, berarti sampai maut menjemput pun, dosa kita pasti dengan otomatis sudah di hapus nya di atas kayu salib, inilah pengertian yang SALAH bagi sebagian umat Kristen yang jarang membaca alkitab, bukan karena Yesus telah menebus dosa kita lalu kita dengan seenaknya berbuat dosa baik dosa dulu sekarang ataupun di masa depan lalu masuk Surga , itu SANGAT SALAH dan TIDAK BENAR. Melainkan kita harus berdoa mengakui dosa-dosa kita.

Di sharing ini, saya akan memberitahu apa itu pengampunan dosa-dosa dari Tuhan Yesus, simple saja kita lihat dari hidup Daud dan juga Adam. Mari kita lihat kisah hidup Daud ketika berbuat dosa di ayat pertama kita dari 2 samuel 11:1-17

2 Samuel 11:1-17 (1)“Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem. (2) Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. (3) Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.” (4)Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.(5) Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: “Aku mengandung.”(6) Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: “Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. (7) Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. (8) Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.” Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. (9)Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. (10) Diberitahukan kepada Daud, demikian: “Uria tidak pergi ke rumahnya.” Lalu berkatalah Daud kepada Uria: “Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?” (11)Tetapi Uria berkata kepada Daud: “Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!” (12) Kata Daud kepada Uria: “Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi.” Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya (13) Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya. (14) Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. (15) Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.” (16) Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. (17)Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, maka gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.

 

Nah menurut cerita daud yang diatas, daud melakukan dosa yaitu yang pertama dia berjinah dengan orang yang bukan istrinya, dan dia melakukan pembunuhan berencana kepada Uria dengan cara menempatkan Uria di barisan paling depan di perang yang sangat hebat lalu meninggalkannya di depan. Daud begitu di berkati oleh Tuhan, tapi daud pun juga manusia biasa, dia bisa jatuh dalam dosa. Tidak hanya itu dosa dia, Daud melakukan dosa lagi di mata Tuhan secara beruntun dari dosa yang dia tas,  Mari kita lihat 2 ayat lagi tentang dosa Daud yaitu dari 2 Samuel 11:26-27

2 Samuel 11:26-27 “(26)Ketika didengar isteri Uria, bahwa Uria, suaminya, sudah mati, maka merataplah ia karena kematian suaminya itu. (27) Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.”

Menurut 2 ayat di atas , Daud melakukan hal yang jahat lagi di mata Tuhan. Dia berubat dosa mengambil istri orang lain dengan membunuh suami nya dan berjinah sebelum menikahinya. Teman-teman mungkin kita hidup di dunia yang jahat, begitu banyak hawa napsu. Hawa napsu bagus dan boleh, tetapi harus bisa di kontrol. Daud melakukan hal yang jahat di mata Tuhan sebanyak 3 kali dosa, berjinah, membunuh berencana, dan menikahi istri orang.

Tetapi apakah Tuhan marah kepada Daud ? Tidak, ingat Tuhan kita adalah Allah yang maha pengampun asalkan kita mau berkomitmen atas permintaan ampun kita kepadaNya. Daud tetap di janjikan garis keturunan dari Yesus, dan Allah tetap berkenan meskipun Daud berbuat dosa. Yesus menguji dia apakah Daud mau mengejar pintu pengampunan dari Tuhan apa tidak.

Namun, apakah setelah kejadian dosa-dosa itu semua, Daud langsung mendapat garis keturunan dr Tuhan dan Tuhan tetap berkenan kepada dia secara langsung ? Tidak, Yesus memang maha pengampun dan telah menebus dosa kita di atas Kayu Saib, tetapi jika kita tidak berdoa, meminta ampun, mengakui dosa kita dan bermazmur bagi namaNya, tidak ada kesempatan lagi bagi kita untuk di hapuskan dosa-dosanya oleh Dia. Lalu apa yang Daud lakukan? Dia tidak menghindar, dia tidak mengumpat, mari kita lihat ayat Mazmur 51:1-6

Mazmur 51:1-2 “(1) Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, (51-2) ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. (51-3) Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (2) (51-4) Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!”

Jika anda membuka alkitab di alkitab buku, anda akan membaca judul dari alkitab tersebut yaitu Pengakuan Dosa. Banyak orang-orang Kristen sekarang yang ke greja ga bawa alkitab tapi bawa hp, jadi biasa pendeta bingung kalau suruh jemaat angkat alkitab sebelum di baca, bukan buku tapi hp yang di angkat, Memang Tuhan itu adil saudara, Teknologi maju Alkitab juga maju. Kita lanjut lagi, dari ayat di atas Tuhan berkata bahwa Daud bermazmur atas kesalahan dan dosa-dosa yang telah dia lakukan, dia berkata ‘Kasihanilah aku ya Allah, menurut kasih setia-MU, hapuskanlah pelanggaranku …’ , dia sadar akan kesalahannya dan merasa rendah di mata Allah, dia mengakui dan meminta ampun atas dosa-dosanya. Dia minta di tahirkan dari dosanya kepada Yesus.

Mazmur 51:3 “(51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.”

Dari ayat di atas, Dia mengakui kesalahannya ketika nabi Nathan datang kepadanya setelah ia menghampiri batsyeba. Daud sadar akan pelanggaran yang dia lakukan di mata Tuhan.

Mazmur 51:4 “(51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.”

Dia percaya akan Tuhan Yesus adalah Allah yang adil walaupun Yesus pasti mengampuni. Tapi dai tetap berserah kepadaNya atas dosa-dosanya

Mazmur 51:5-6 “(5) (51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. (6) (51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

 

Menurut ayat di atas, Daud juga percaya akan Kebenaran dalam Yesus. Seperti sharing saya sebelum nya di “Yesus jalan Kebenaran” , Kebenaran yang pasti itu ialah Yesus Kristus, Daud percaya akan hal tersebut dan yakin bahwa Allah yang dia sembah adalah Allah yang hidup yang tidak akan meninggalkan dia.

Begitulah kisah hidup pertobatan Daud walaupun dia mengambil istri orang lain dan dijadikannya sebagai istrinya, membunuh Uria istri sah Batseyba secara berencana, dan berjinah dengan orang lain, tetapi Hal pertama yang Daud lakukan setelah mengetahui dosa-dosanya ialah Berdoa dan meminta ampun , seberapapun besar dosa kita di mata Tuhan, Jika engkau Bermazmur, mengakui dosamu, berserah kepadaNya, dan percaya akan kebenaranNya, percayalah Tuhan telah terlebih dahulu mengetahui bahwa engkau akan melakukan hal-hal pertobatan itu semua sebelum engkau melakukannya dan juga sudah mengampuni dosa-dosamu semua sebelum engkau meminta ampun akan dosa engkau padaNya. Sekali engkau melakukan itu semua, percayalah pintu pengampunan akan terbuka untukmu, dan engkau akan diberikan kesempatan lagi untuk hidup kudus sebelum maut menjemput engkau.

Apakah dengan baptis, dosa di ampuni ? kita di baptis sekali seumur hidup, jangan misalkan kita di baptis di gereja kita yang lama ketika di gereja baru baptis lg ketika jalan-jalan ke holyland di baptis lagi di sungai Yordan, Tuhan marah akan hal tersebut. Jangan mempermainkan Tuhan, baptis selam sekali seumur hidup agar namamu tercatat di Surga, bayangkan jika kita mau bertobat harus baptis lagi dan lagi, tidak akan selesai karena pada dasarnya manusia itu berdosa. Baptis sekali seumur hidup, karena saya perna ada salah satu jemaat pernah cerita kepada saya dia di baptis disana sini agar mendapat berkat yang lebih, dia malah tertimpa dengan beban hidup yang susah.

Bagaimana dengan kisah hidup Adam ? Mari kita lihat Kejadian 3:8-9

Kejadian 3:8 “Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.”

Pasti kalian telah mengetahui kisah adam dan hawa bukan ? menurut ayat di atas, Adam dan hawa telah mengetahui bahwa mereka telanjang (ayat 7), setelah mereke mengetahui hal tersebut, ketik Tuhan sedang berjalan-jalan di taman, mereka langsung bersembunyi dari hadapan Tuhan, pertanyaan saya ketika Tuhan sedang berjalan di taman tersebut, apakah Tuhan sudah mengetahui hal tersebut ? pastinya, karena Allah kita adalah Allah yang maha tahu, disini lah Tuhan memberikan mereka kesempatan akan dosa mereka karena telah memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat yang telah di larang oleh Tuhan pada awalnya.

Kejadian 3:9 “Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”

Dari ayat di atas, Tuhan memberikan kesempatan yang pertama kepada Adam, apakah Adam akan melakukan hal seperti yang dilakukan Daud pada awalnya menyadari akan dosanya apa tidak.

Kejadian 3:10-11 “(10)Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” (11) Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”

Hal pertama yang Adam lakukan sangatlah berbeda dari apa yang Daud lakukan, Adam langsung bersembunyi karena telah memakan buah yang terlarang itu.

Kejadian 3:12 “Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

Hal yang kedua yang Adam lakukan ialah menyalahkan dosanya kepada orang lain, di kesempatan kedua dari Tuhan ini, Adam tidak mengakui kesalahannya lagi tetapi dia melempar kesalahannya kepada orang lain yaitu Hawa makan oleh karena perilaku Adam tersebut maka pintu maaf telah ditutup.

Ingat Prinsip Allah ialah ketika kita berbuat salah baik di sengaja atau tidak di sengaja sekecila tau sebesar apapun dosa atas kesalahan tersebut, kita harus datang kepada Tuhan, minta ampun kepadanya, memang betul Allah kita adalah Allah yang Maha Pengampun tetapi ingat ada batasan waktu atas permintaan ampun tersebut, mengapa? Ketika kita meninggal itulah batas waktu kita, namun apakah kita tahu kapan maut akan menjemput kita? Adakah yang tahu sehabis anda membaca sharing ini anda akan tetap bisa hidup ? tidak ada yang tahu.         Oleh karena itu kita hidup di dunia ini harus berjaga-jaga dengan suci pikiran, suci perkataan, dan suci perbuatan.

Namun apakah ada dosa yang tidak ada ampun nya? Yes ada yaitu ketika anda tidak mengakui Yesus di depan siapapun, atau kita bisa bilang murtad, itu tidak ada pengampunan. Jangan pernah menyangkal diriNya, sekalipun engkau di dalam desakan siapapun seperti lagu “Mengikut Yesus keputusanku” , kita harus berpegang teguh akan Tuhan kita yaitu Yesus Kristus Allah kita yang hidup, Raja di atas segala Raja walau di sekeliling kita tidak mengakuiNya demi hidup yang enak.

Jadi Yesus adalah Allah yang Maha Pengampun bagi siapapun yang meminta ampun padanNya. Dari perbedaan kisah tokoh Alkitab di atas saja yakni Adam dan Daud sudah menjelaskan bahwa Jika kita berbuat dosa memang enak, semua dosa enak. Tetapi setelah kita melakukan dosa tersebut, si jahat akan menyalahkan kita akan dosa-dosa tersebut hingga pada akhirnya kita merasa tidak layak di hadapanNya dan bersembunyi dari padaNya.

Apakah dengan kita diam saja dan terus melakukan dosa tetapi tetap percaya dan mengakui Yesus sebagai juruselamat kita dan pada akhir hari atau hari penghakiman kita akan tetap masuk ke Surga ? No itu SALAH, itulah ajaran yang salah mengenai Hypergrace, melainkan ketika kita berbuat dosa, hal pertama yang harus kita lakukan ialah mengakui dosa kita, dan berdoa dan berkomitmen untuk tidak melakukan nya lagi. Mari kita lihat ayat yang terakhir di 1 Yohanes 1:9

1 Yohanes 1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Dari ayat ini sudah sangat jelas, kita harus mengakui dosa kita jika semua dosa kita ingin di hapuskan, mengakui dosa kita di hadapanNya dan berdoa agar segala bentuk apapun dosa kita (selain murtad) akan di ampuni dan kita menjadi suci dan berjanji berkomitmen denganNya untuk tidak melakukannya lagi di kehidupan sehari-hari. Sekali lagi kita memang sekarang hidup di bawah kasih karunia Tuhan bukan di bawah hukum taurat lagi dari sejak Tuhan Yesus mati di atas kayu salib untuk menebus dosa kita. Namun Kasih karunia itu merupakan penebusan dosa-dosa kita JIKA kita mengakui dosa-dosa kita dan berkomitmen dengan Tuhan untuk tidak melakukannya lagi setelah itu barulah dosa kita di tebus oleh DarahNya yang Kudus.

Sebagai kesimpulan, Jangan salah artikan Kasih Karunia Tuhan, Jika kita berbuat dosa langsung minta ampun ke pada Tuhan berdoa padaNya, jangan lari-lari lagi dari Tuhan, jangan tunda-tunda lagi. Karena hari-hari ini semakin jahat, dan kita aharus tetap berjaga-jaga. Langsung lah akui dosa kita di hadapan Tuhan dan berdoa seperti yang Daud lakukan ( Mazmur 139:1-7) bisa di baca sendiri ayatnya , jangan bersembunyi dari hadapanNya seperti Adam yang malu ketika dia tahu dia berbuat salah. Ingat Berdoa, Mengakui dosa, berserah, bermazmur, dan percaya pada KebenaranNya jika dosa kalian mau di ampuni dan di tebus oleh darahNya yang Kudus di atas Kayu Salib , berjaga-jagalah karena tidak ada yang tahu kapan Tuhan memanggil kita, 1 kalimat dari saya ‘Berdoalah sebelum didoakan’. Karena dosa seseorang hanya bisa di ampuni sebelum orang itu di panggil Tuhan.

Maju terus dalam Tuhan, Dia maha pengampun dan maha tahu, Dia selalu ada di kapanpun dimanapun kita membutuhkan Dia, Tuhan berkati !

 

 

 

  • William Surijanto –

One thought on “Apa itu HyperGrace?

  1. Terimakasih kak, sharingnya cukup membantu dalam memahami dan mempelajari, refrensi yg sangat bagus

Comments are closed.