Bagaimana menghadapi Stres dan Depresi di dalam hidup?

Posted on Posted in Hope

Setiap dari kita pasti pernah mengalami apa yang dinamakan stres atau depresi. Dua hal ini biasanya muncul ketika kita mendapatkan sebuah penyakit kronis, ketika kita kehilangan seseorang yang kita kasihi, dan ketika kita kehilangan pekerjaan atau uang. Stres dan depresi adalah sebuah hal yang seringkali datang di dalam hidup kita. Mereka dapat datang kapan saja, dan terkadang mereka akan datang dalam rupa yang sangat besar—mencekik kita dengan keras hingga rasanya kita tidak dapat bernafas.

Maka itu kita harus mengetahui bagaimana cara untuk menghadapi stres dan depresi ketika mereka datang. Hal pertama yang tentu saja akan saya anjurkan adalah berdoa dan membaca Alkitab. Berdoa adalah cara kita untuk menceritakan apa yang kita hadapi kepada Tuhan, dan membaca Alkitab adalah cara kita mendengar apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita. Firman Tuhan adalah sumber kekuatan kita, sebuah senjata yang Tuhan telah berikan kepada kita untuk menghadapi hidup ini. Martin Luther King Jr. mengatakan bahwa ketika ia harus menghadapi hari yang sibuk dan berat, ia akan menghabiskan lebih banyak waktu lagi di dalam Firman Tuhan dari biasanya.

“Your word is a lamp to my feet and a light to my path” (Psalms 119:105).

Firman Tuhan adalah bagaikan terang yang memimpin kita di tengah kegelapan badai hidup. Maka itu sangatlah penting bagi kita untuk membiasakan diri berdoa dan membaca Alkitab di dalam keseharian kita—itulah senjata utama kita untuk bertahan menghadapi stres dan depresi yang terus bermunculan di hari-hari kita.

Hal kedua yang ingin saya anjurkan adalah untuk datang kepada seorang sahabat yang dapat membantu mu di dalam masa-masa sulitmu. Seorang sahabat adalah seseorang yang Tuhan telah tempatkan di dalam hidup mu untuk membantumu melewati masa-masa burukmu. Seorang sahabat tidak harus berupa teman; sahabat juga dapat berupa orang tua, saudara, dan pasangan hidup.



Saya masih ingat waktu itu teman saya sedang depresi berat oleh karena sakit hati melihat pacar nya yang selingkuh. Menurut saya, saya tidak berhasil memberikan kalimat-kalimat bagus yang dapat menyemangati dia waktu itu; tetapi dia malah mengatakan bahwa saya sudah sangat amat membantunya. Dia mengatakan bahwa kehadiran saya yang mau mendengarkan ceritanya dan menemaninya saat dia sedang berada di titik terbawahnya adalah pemberian terbaik yang saya dapat berikan kepadanya.

“A friend in need is a friend indeed”

Saya tidak hanya ingin mengingatkan kita untuk mencari sahabat yang dapat menolong kita, tetapi saya juga ingin mengingatkan kita untuk menjadi sahabat yang juga siap menolong. Kita juga bisa menjadi obat bagi stres dan depresi orang lain. Ketika engkau melihat seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan, luangkanlah waktumu untuk berhenti dalam apa yang sedang kau kerjakan dan ulurkanlah tanganmu kepada mereka yang sedang membutuhkan.

Dunia mengatakan bahwa hidup ini adalah tentang melayani diri sendiri, tetapi Tuhan memanggil kita untuk melayani orang lain—seperti Yesus yang turun ke dunia ini bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya untuk kita.

“For even the Son of Man did not come to be served, but to serve, and to give His life as a ransom for many” (Mark 10:45).

Maka itu marilah kita bersandar pada obat stres dan depresi nomor satu, yaitu Tuhan dan Firman-Nya. Dan janganlah kita tinggal diam ketika kita melihat seseorang yang sedang mengalami stres dan depresi, tapi marilah kita juga mencontoh Kristus dan hadir bagi mereka yang sedang membutuhkan pertolongan kita. Hiduplah bebas dari stres dan jadilah obat penyembuh stres untuk orang lain.

 
Add official line account kami untuk mendapatkan renungan dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.