Being The Right Person, Getting The Right Person

Posted on Posted in Love, Relationship

Hari ini kita akan membicarakan tentang hubungan, yaitu pernikahan. Seseorang yang sedang mencari seorang pasangan seharusnya tidak mencari seorang pacar, tetapi mencari seorang suami / istri. Ada sebuah kalimat bodoh yang seringkali saya dengar: “Dia adalah seorang husband / wife material, tetapi dia bukanlah seorang boyfriend / girlfriend material.” Untuk apa pacaran jika dari awal memang pernikahan bukanlah tujuannya? Itu berarti ketika kamu memasuki sebuah hubungan, kamu sudah merencanakan untuk mengakhiri hubungan tersebut pada suatu waktu di masa depan. “When a heart breaks it don’t breakeven.” Ketika sebuah hubungan berakhir, pasti ada sebelah pihak yang tersakiti—antara kamu yang tersakiti atau kamu menyakiti orang lain. Terkadang luka itu dapat berbekas dan akan merengut banyak dari hidupmu atau hidup orang lain itu. Jadi janganlah bermain-main dengan hati kita sendiri dan juga hati orang lain.

Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana kamu bisa menemukan “the right person,” dan berikutnya nanti saya akan membahas tentang bagaimana kamu bisa bertahan di dalam “the right relationship.”

First thing first, Godly character.

If you want a Godly marriage in the future, start a Godly live today.

Jika kamu tidak hidup menerapkan kasih Tuhan di dalam hari-hari mu mulai dari hari ini, bagaimana kamu bisa berpikir bahwa pernikahanmu nanti akan didasari kasih Tuhan? Mulailah hidup menerapkan nilai-nilai kasih yang benar mulai dari hari ini, sehingga itu semua nantinya dapat kamu bawa ke dalam hubunganmu. You cannot give him / her what you don’t have. You have to beg God to teach you the real love that can only comes from Him.

Dan setelah kamu menerapkan kasih Tuhan di dalam hidupmu, carilah seorang yang juga menerapkan kasih Tuhan di dalam hidupnya. Inilah kunci untuk membangun sebuah pernikahan yang didasari kasih yang sesungguhnya, yaitu kasih antar satu sama lain yang berasal dari Tuhan.

 

Banyak perempuan yang seringkali mengatakan:

“Tapi mau bagaimana? Cowo-cowo yang mendekatiku semua nya cowo-cowo bad boy yang tidak mengenal Tuhan? Aku tidak punya pilihan!”

  • If you don’t like the fish you are catching, maybe you should check the bait you are using.

 

Jika yang biasa kamu lakukan adalah ke bar dengan menggunakan celana super pendek dan feeds instagram mu dipenuhi foto-foto bikini, jangan heran jika kamu menarik perhatian banyak cowo bad boy dan bukan cowo yang mencintai Tuhan. Saya tidak mengatakan memakai celana super pendek atau bikini adalah sebuah dosa, saya hanya ingin mengingatkan “you reap what you sow.” Kamu akan menuai apa yang kamu tanam.

“Girls that wear bikinis can catch my eye… Girls that love God deeply can catch my heart”

Ini mungkin hal yang terdengar cukup aneh untuk beberapa orang, tetapi seorang wanita yang rajin berdoa dan membaca Alkitab sekarang menjadi jauh lebih attractive bagi saya 😀

Jadi gunakanlah umpan yang benar, maka kamu juga akan mendapatkan tangkapan yang benar.

 

Become the person you are looking for is looking for.

Jadilah seseorang yang engkau cari sedang cari.

 

Kamu tidak dapat menemukan seseorang yang tepat, jika kamu sendiri juga belum menjadi orang yang tepat. Jika kamu meletakkan Tuhan menjadi nomor satu di dalam hidupmu, kamu juga pasti akan menarik perhatian orang-orang yang meletakkan Tuhan sebagai nomor satu di dalam hidupnya.

 

Janganlah fokus mencari seorang pasangan, fokuslah mencari Tuhan.

Carilah seseorang yang sibuk di dalam jalannya, dan bukan seseorang yang sibuk memerhatikan jalanmu dan melupakan jalannya. Kamu juga tidak perlu berhenti dan keluar dari jalanmu untuk menemui seseorang di jalan yang lain. Teruslah melihat ke depan dan berlari di dalam jalanmu.

Jika ketika sedang berlari, kamu menoleh ke samping dan menemukan seseorang yang menarik yang juga sedang sibuk berlari di dalam jalannya, letakkanlah pandangamu kembali ke depan dan fokuslah kembali untuk berlari.

Setelah beberapa saat, jika kamu menoleh ke samping lagi, dan ternyata orang ini masih berlari di dalam jalannya yang ada di sebelah jalanmu, kembali letakkanlah pandanganmu ke depan dan teruslah berlari lagi.

Dan singkat cerita, kamu akan melihat jalanmu dan jalannya ternyata menyatu, kalian kini berjalan sebelah-sebelahan di dalam jalan yang sama, dan kalian pun sadar bahwa kalian ternyata sedang berlari di dalam tujuan yang sama. Jika kalian masing-masing pada awalnya berlari menuju Yesus, tentunya kalian akhirnya akan berlari bersama menuju Yesus karena kalian memiliki tujuan yang sama.

“Seek first the Kingdom of God and His righteousness, and all these things will be added unto you” (Matthew 6:33).

Add Friend