Berani Bagi Nama Tuhan

Posted on Posted in Faith, Jesus

Ketika Yesus masih bersama murid-muridNya, Dia menjelaskan berkali-kali bahwa Dia harus mati sebagai korban untuk menyelamatkan dunia dari dosa mereka. Yesus juga menjelaskan bahwa tiga hari setelah kematianNya, Dia akan bangkit dari kubur—dimana akan ada kemenangan atas maut dan dosa.

Namun, apa yang terjadi setelah Yesus meninggal? Apakah dalam waktu tiga hari tersebut murid-muridNya Yesus menunggu dengan penuh kepercayaan dan keberanian? Jawabannya: Tidak.

“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.” (Yohanes 20:19a)

Murid-murid Yesus malah bersembunyi di dalam ruangan yang tertutup dan terkunci rapat—mereka takut diserang oleh orang-orang yang membenci Yesus. Namun, Yohanes 20 dilanjutkan dengan peristiwa Yesus muncul di tengah-tengah mereka. Yesus sungguh bangkit, dan Dia membuktikan kebangkitanNya kepada murid-muridNya. Setelah mereka melihat Yesus, mereka menjadi percaya bahwa Yesus sungguh adalah Tuhan dan Juruselamat dunia—mereka menjadi sungguh percaya bahwa Yesus sudah menang atas maut dan dosa.

Murid-murid Yesus yang dulunya ketakutan dan tidak berani mengabarkan Injil Kristus, kini berubah menjadi orang-orang yang sangat amat berani dalam mengabarkan Injil Kristus. Saking beraninya, mereka bahkan tidak peduli jika orang-orang mengancam mereka atau mencoba untuk membunuh mereka. Semua hal jahat yang orang-orang lakukan kepada mereka tidak dapat membuat mereka mundur dalam memberitakan Injil Kristus. Kok bisa ya? Kok mereka bisa begitu berani seperti itu?

Craig Groeschel pernah mengatakan: “We speak boldly about what we believe deeply.”

Di dalam hidup ini, kita akan mengatakan atau melakukan suatu hal dengan keberanian penuh, ketika kita sungguh-sungguh mempercayai akan suatu hal tersebut.


Contohnya: Saya akan terus membicarakan akan sebuah film dan mendorong orang menonton film itu, jika saya sangat amat percaya bahwa film tersebut adalah film yang sangat bagus.

Intinya, kita akan mau mengatakan sesuatu kepada orang dengan penuh keberanian ketika kita mempercayai akan hal tersebut. Maka itu murid-murid Yesus sangatlah berani dalam mengabarkan Injil, karena mereka sangat mempercayai Injil Yesus Kristus. Mereka sungguh percaya bahwa Kristus Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat yang telah menebus dosa dunia. Mereka sungguh percaya bahwa tidak ada jalan keselamatan lain selain dari Kristus Yesus.

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.” (Kisah Para Rasul 4:12-13)

Orang-orang terkagum-kagum oleh keberanian dari murid-murid Yesus ini. Pertanyaannya adalah: “Apakah orang-orang di sekitarmu terkagum-kagum oleh karena semangatmu untuk Tuhan?”

Apakah orang-orang lebih mengenalmu sebagai “si anak gamers” dibandingkan “si pengikut Kristus”?

Apakah orang-orang lebih mengenalmu sebagai “si tukang gosip” dibandingkan “si orang yang mencintai Kristus”?

Apakah orang-orang lebih mengenalmu sebagai “si playboy” dibandingkan “si setia kepada Kristus”?

Jika masih belum, saya tidak ingin kalian bersedih dan kecewa dengan diri kalian sendiri, tetapi saya ingin kalian kembali memandang kepada Tuhan dan mengikutNya dengan sungguh-sungguh.

Jadi bagaimana caranya kita bisa menjadi pengikut Kristus yang penuh dengan keberanian? Dua saran yang dapat saya berikan adalah:

  • Habiskanlah waktu dengan Tuhan

Kisah Para Rasul 4:12-13 yang sudah kita baca tadi mengatakan bahwa orang-orang mengenal Petrus dan Yohanes sebagai orang-orang biasa yang pernah mengikut Yesus. Kunci mereka dapat berapi-api untuk Yesus adalah dengan sungguh-sungguh mengenal Yesus. Jika kita menghabiskan hari-hari kita dengan bersekutu dengan Tuhan Yesus, tentu kita akan semakin mengenalNya; dan jika kita semakin mengenalNya dan semakin mengetahui akan siapa diriNya, tentunya kita tidak akan takut dalam memberitakan namaNya—karena kita tau bahwa kita berbicara untuk seorang Raja di atas segala raja.

  • Mintalah keberanian kepada Tuhan

Janganlah berdoa kepada Tuhan meminta keamanan. Tetapi berdoalah kepada Tuhan untuk meminta keberanian. Yang manakah yang kalian inginkan? Menjadi seorang Kristen yang hanya ke gereja setiap hari Minggu atau menjadi seorang Kristen yang memenangkan jiwa-jiwa untuk Kerajaan Sorga?

Mungkin beberapa dari kalian tidak ingin menceritakan tentang Injil Kristus kepada teman-teman kalian yang belum mengenal Tuhan karena takut mereka tidak suka atau membuat mereka tidak nyaman—“Bagaimana jika saya membicarakan tentang Kristus tetapi mereka tidak menyukainya?”

Tetapi sesungguhnya, pertanyaanya adalah: “Bagaimana jika saya tidak mengatakan apa-apa kepada mereka, dan hingga akhir hidupnya mereka tidak mengenal Kristus?”

Ingat, kamu selalu memiliki kesempatan untuk membuat orang-orang di sekitarmu mengenal Kristus, pertanyaanya adalah: “Apakah kamu bersedia menjadi pekerjaNya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa? Apakah kamu mau menjadi seorang pengikut Kristus yang penuh keberanian?”

Marilah kita mulai hidup untuk Kristus dengan penuh keberanian. Jangan takut memberitakan InjilNya, dan jadilah pelayanNya yang aktif. Pada akhirnya, seluruh jerih payah kita akan menghasilkan buah kemuliaan yang tidak ada taranya. Teruslah setia menjadi pekerjaNya dan nyatakanlah kemuliaanNya di dunia ini.

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yakobus 1:12)


Jika kalian suka dengan artikel Kristen / renungan Kristen hari ini, jangan lupa share dan add official line kami ya^^

Kalian juga dapat lihat artikel-artikel dan renungan-renungan terbaru lainnya dengan scroll terus ke bawah.

Have a nice day, God Bless!

Add official line account kami untuk mendapatkan artikel Kristen / renungan Kristen dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis renungan utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.

 

 

Follow Instagram @gracedepth.collection untuk lihat koleksi kami.

Untuk pemesanan / info lebih lanjut, hubungi:

WA | +62 819 52511522



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *