Bukan Ayah Yang Memanjakan

Posted on Posted in Faith, Others

Akhir-akhir ini saya mendengar sebuah pemikiran yang keliru tentang iman Kristen, contohnya seperti ini: “Saya percaya bahwa Tuhan akan menolong saya yang sedang terjerat hutang, maka saya berdoa, dan menunggu di rumah untuk datang nya mukjizat Tuhan.” Banyak yang berpikir bahwa Tuhan akan dengan supernatural mengirimkan puluhan juta ke tabungan bank mereka. Namun, apakah itu yang dinamakan iman atau percaya akan pertolongan dari Tuhan?

Jika saya belum memiliki pekerjaan. Manakah yang seharusnya saya lakukan?

Saya berdoa kepada Tuhan untuk dia memberikan saya pekerjaan, lalu saya diam di rumah menonton TV dan menunggu sebuah telpon dari sebuah perusahaan yang tiba-tiba entah mengapa ingin memperkerjakan saya.

ATAU…

Saya berdoa kepada Tuhan meminta penyertaan nya dalam saya mencari pekerjaan, lalu saya keluar dan melamar kerja ke berbagai perusahaan.

Tentu saja pilihan kedua lah yang merupakan tindakan yang tepat. Kita percaya bahwa Tuhan akan menyertai kita dalam apa yang kita lakukan, itu adalah pemikiran yang benar dan dewasa; akan tetapi, banyak yang keliru dengan memiliki pemikiran anak yang manja. Banyak yang berpikir Tuhan adalah seorang Bapa yang memanjakan anak-anak-Nya, dimana sesungguhnya Tuhan adalah Bapa yang mendidik anak-Nya dengan disiplin.

Saya terkadang jengkel ketika mendengar ada yang mengatakan: Jika kau sungguh percaya Tuhan, ketika kau sakit, kau tidak perlu ke dokter. Percayalah dengan segenap hati mu bahwa Tuhan akan menyembuhkan nya. Jika kau ke dokter, itu adalah bukti bahwa kau ragu akan mukjizat-Nya. Ini adalah anggapan yang sangat keliru; tentu kita harus berdoa kepada Tuhan ketika kita terkena penyakit, tetapi bukan berarti kita tidak ke dokter. Dokter adalah salah satu sarana kesembuhan yang Tuhan telah berikan kepada kita. Kita datang ke dokter bukanlah bukti bahwa kita tidak percaya akan kuasa Tuhan, namun sesungguhnya itu adalah bukti bahwa kita percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkan kita melalui sang dokter.


Yesaya 40:31

“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Ketika kau menaruh percaya mu di dalam Tuhan, bukan berarti Tuhan yang akan menyodorkan mu segala sesuatu. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita yang di dalam Tuhan akan terbang bagai rajawali, berjalan tanpa menjadi lelah, dan berlari tanpa menjadi lesu. Kita tetap bergerak, kita tetap berjalan, dan kita tetap bekerja.

Saya percaya Tuhan bisa melakukan segala macam keajaiban. Saya percaya Tuhan bisa membuat bank mu penuh dengan uang dengan sekejap atau pun membuat tulang mu yang patah tiba-tiba kembali seperti baru. Tetapi Tuhan kita tidak mendidik anak nya untuk menjadi manja dan lemah. Ia adalah seorang Bapa yang baik, yang mendidik anak-Nya untuk menjadi kuat.

Jadi jika hari ini kamu masih mencari pekerjaan, mencari pasangan hidup, atau mencari kesembuhan, berdoa dan lakukanlah sesuatu. Lakukanlah peranmu, dan Tuhan akan menyempurnakan apa yang kamu kerjakan itu pada waktunya.

Do the best, and God will do the rest!

 

Add official line account kami untuk mendapatkan renungan dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.