Bukan Rancangan-ku, melainkan Rancangan-Mu

Posted on Posted in Uncategorized

Ayub 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”

Shallom, di sharing sekarang ini saya akan memberitahu anda tentang sesuatu yang selalu ada di setiap doa kita—mau itu keinginan kita, pengharapan kita ataupun rencana kita yang disertai denganNya. Dari ayat topic kita kali ini, Tuhan mengajarkan kita untuk percaya kepadaNya , menaruh penuh harapan kita padaNya dan terus berserah akan rencanaNya. Banyak orang berkata bahwa mereka telah berdoa kepada Tuhan akan rancangan mereka, tetapi apa yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan dan doa mereka. Ingat rencana itu di persiapkan oleh Tuhan atau oleh anda? Sudahkah anda meminta penyertaan dari Dia yang mempunyai rencana untuk setiap umatnya yang percaya kepadaNya dengan tidak mengandalkan pikiran dan kekuatan kita sendiri? Saya yakin banyak orang kecewa kepada Tuhan Yesus karena rencana yang mereka harapkan tidak berjalan lurus seperti yang mereka bayangkan. Saya mau ingatkan kita boleh bermimpi, kita boleh merencanakan sesuatu yang membuat hidup kita jauh lebih baik dari sekarang. Namun jika Tuhan berkehendak lain, janganlah kita putus asa dan tidak percaya padaNya, melainkan kita harus tetap percaya, berpegang teguh akan JanjiNya, dan setia pada perkara kecil. Seperti pada ayat Lukas 16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

Ketika suatu perencanaan dalam doa kita tidak berjalan lurus atau suatu masalah muncul sebelum rencana itu terpenuhi, jangan lah kita mengeluh sebab Dia tidak akan memberikan perkara dalam hidup kita yang kita tidak sanggup lalui. Dia mau kita menghadapi perkara tersebut untuk mendorong kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dia mau kita siap mendapatkan berkat yang jauh lebih besar daripada yang sekarang, oleh karena itu Yesus ingin kita setia akan perkara yang kecil untuk membangun kita, untuk melatih kita. Lebih tepatnya lagi, segala perkara terjadi untuk membuat diri kita tetap menaruh pengharapan hanya pada Yesus dan juga mensyukuri atas segala yang telah terjadi. Mengapa harus di syukuri? Karena ketika kita mendapatkan perkara yang kecil itu berarti kita sedang menghadapi berkat yang setimpal dengan perkara tersebut; lalu ketika Dia sudah melihat kita sanggup dan tetap mensyukuri akan berkat yang Dia berikan, percayalah, usahamu dalam menghadapi perkara-perkara kecil yang anda sudah lewati tidak akan sia-sia. Dia tidak akan ragu untuk memberikan berkat yang jauh lebih besar dari apa yang kita bayangkan untuk di berikan kepada kita suatu hari kelak. Sedikit demi sedikit kita melangkah lebih maju untuk memperkuat diri kita untuk perkara yang jauh lebih besar.

Jangan mengeluh, terus berusaha semaksimal kita akan apa yang sudah diberikan kepada kita, dan terus berdoa. Seperti pada ayat Kolose 3:23 “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Biarlah dalam segala yang kita perbuat—pekerjaan kita, bisnis kita, atau pun studi kita boleh tertuju kepada kemuliaan Tuhan. Jika memang ada masalah sedikit jangan langsung berputus asa, terus percaya akan rencanaNya yang indah atas apa perkara yang anda sedang alami. Jika kita hanya berjalan mulus, kita tidak akan di asah dan tidak akan kuat untuk menerima berkat yang lebih besar seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Karena ketika kita sudah melewati perkara yang ada, itu berarti kita sudah melewati step yang pertama, yang kedua, dan yang ketiga untuk memperkuat diri kita dan iman kita untuk melewati berkat di step berikutya. Dan ingat lakukan lah segala sesuatu dengan segenap hatimu dan tekun dalam doa. Pray for Him and he will listen, Dia pasti mendengar akan setiap doa-doa kita. Seperti yang di katakan pada ayat Yesaya 59:1-2.

Yesaya 59:1 “Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar;”

Dari ayat ini, sudah sangat jelas bahwa Dialah pendengar yang baik, tanganNya tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, itu berarti di dalam setiap perkara-perkara yang kita hadapi, kita tidak menghadapinya sendirian—Dia selalu menyertai kita untuk melewati semuanya. Yang kita harus lakukan adalah berdoa dan berusaha semaksimal mungkin. Yang Tuhan inginkan adalah agar kita berkata ‘Aku berserah Tuhan atas apa rencana yang akan Kau berikan’. Dia hanya ingin kita benar-benar berserah padaNya—“There is no way out from this, except through the power of Jesus Christ”. Jika kita meminta pertolongan padaNya, Dia adalah Allah yang maha pendengar di setiap doa umatnya, tanganNya tidak kurang panjang untuk menolong kita. Tidak ada yang mustahil bagi Dia, dan pada saat itu lah Dia akan menjadi Jalan bagi setiap perkara yang kita hadapi.

Yesaya 59:2 “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”

Pada ayat lanjutan ini, Dia memberitahu kepada kita bahwa dosa-dosa diri kitalah yang membuat hubunga kita jauh dari Dia. Bukan Dia yang menjauh melainkan kita yang menjauh, karena kita lebih mengikuti kedagingan kita daripada Dia. Banyak orang bertanya-tanya ketika mereka sudah berbuat dosa tetapi minta ampun dan melakukan nya lagi dan minta ampun lagi, apakah Yesus masih mau menerima kita apa tidak? Jawabannya Yes, dia akan selalu menerima kita akan apapun keadaan kita. Jika anda menemukan Rp. 100.000,00 di jalanan yang sudah di remas-remas, lecek, di injak-injak orang banyak, berdebu dan berlumpur, apakah anda akan tetap mengambil uang tersebut atau tetap melewati uang tersebut? Saya yakin sekali saudara pasti akan tetap mengambil uang tersebut walaupun bentuk atau warna uang tersebut sudah berubah dan tidak layak di ambil jika bukan uang. Namun mengapa?

Karena nilainya tidak berubah di mata saudara, sudara tetap bisa membeli barang dengan uang senilai itu. ITULAH TUHAN kita walaupun kita sudah di remas-remas, di buang, di injak-injak oleh dosa kita yang seharusnya kita tidak layak di mataNya namun Tuhan kita adalah gembala yang baik untuk setiap domba-dombanya (umatNya), oleh karena itu di mata Tuhan kita tetap sama nilainya ketika kita mau mengaku akan dosa-dosa kita walaupun sebelumnya kita pernah melakukan dosa disengaja atau tidak sengaja. Dia tetap memandang nilai kita sama, Dia maha pengampun dan pengasih seperti pada ayat Lukas 5:32 “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” Dia pasti akan mengampuni umatNya yang mengaku dosa kepadaNya, dan mau bertobat.

Lalu mengapa doa kita sering tidak terjawab? Bukan tentang pengakuan dosa melainkan tentang rencana atau sesuatu yang kita doakan, mari kita baca Yakobus 1:6-7.

 

Yakobus 1:6-7  “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.”

Dari ayat ini, Dia ingin kita berdoa dengan iman dan jangan bimbang. Maksudnya adalah janganlah kita ragu dalam mendoakan sesuatu. Ketika kita ragu dan tidak yakin akan jawaban doa-doa kita, kita akan terombang-ambing seperti gelombang laut yang entah kemana jalan keluar nya. Dia tidak mau kita bimbang, apa lagi khawatir akan sesuatu yang Tuhan tidak bisa lakukan. Dia ingin kita percaya penuh padaNya dan yakin bahwa Dialah Jalan keluar, dan ingat juga harus dengan iman penuh percaya padaNya. Jangan mengira-ngira tentang iman dengan pengetahuan yang kita tahu (yang sudah di lihat), tetapi iman dan pengetahuan perlu kita seimbangkan.  Mengapa demikian ? karena Iman tanpa pengetahuan akan menjadi liar tetapi pengetahuan tanpa iman akan menjadi seperti orang farisi. Kita memang butuh iman untuk sebagai umat yang percaya pada Yesus Kristus, tetapi kita harus menyadari juga bahwa kita hidup di dunia dengan agama yang berbeda. Jika kita punya iman tetapi tidak punya pengetahuan, anda pasti akan memberitakan injil di tempat yang tidak seharusnya dan pada saat yang tidak tepat, tidak mungkin kita teriak-teriak ‘Hanya Yesus Allah yang hidup’, Yes itu iman yang sangat benar dan nyata tetapi jika kita meneriaki itu di agama tetangga sebelah tepatnya di toa sebelah, itu malah membahayakan diri sendiri bukan?  Tetapi jika kita mempunyai pengetahuan tetapi tidak punya iman, kita akan menjadi orang farisi yang munafik. Tau akan kebenaran tetapi tidak melakukannya di kehidupan sehari-hari.

Dan jangan iman kita hanya tumbuh ketika berdoa ataupun di greja, tetapi diluar kita tidak melakukan hal yang sesuai dengan iman kita. Karena Iman tanpa perbuatan hakekatnya mati seperti pada ayat Yakobus 2:17 “Demikian halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Iman kita harus sesuai dengan perbuatan kita, tetapi jangan lah juga menghakimi orang lain hanya karena penampilannya atau perkataan nya, karena kita tidak tahu hubungan pribadi dia dengan Tuhan.

Yakobus 1:8 “Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.”

Dari ayat yang terakhir ini menunjukan Tuhan Yesus tidak suka orang yang mendua hati mau dalam suami isteri ataupun denganNya. Dia hanya ingin kita menaruh harapan kita padaNya, bukan kepada orang lain ataupun tuhan yang lain. Disini juga dia menunjukan Dia mempunyain pribadi yang cemburu, begitu pula menurut ayat Ulangan 4:24 “Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.” Yesus merupakan pribadi yang cemburu kepada domba-dombanya (kita), Dia tidak mau kita menaruh harapan ada allah lain ataupun berhala. Berhala bukan hanya patung tetapi bisa sesuatu yang kita idam-idamkan seperti misalnya uang, barang berharga, mobil, pasangan. Sesuatu yang membuat kita lupa akan siapa yang memberikan berkat itu pada kita, Dia akan marah jika kita melupakan dia setelah kita di berkati penuh dan beralih dari yang awalnya mengidam-idamkan Yesus, sekarang setelah mendapat berkat, kita malahan mengidam-idamkan berkat tersebut sampai lupa padaNya, Yesus tidak suka dengan itu. Itulah arti berhala yang tidak banyak orang sadar.

Jadi sebagai kesimpulan, kita harus percaya, berusaha, dan berdoa kepadaNya akan rencana yang akan di berikan kepada kita. Mungkin akan ada masalah atau perkara-perkara yang akan muncul di setiap steph hidup kita, tapi percayalah itu yang membuat kita kuat untuk mengambil step berikutnya yang lebih besar, yang akan memberikan berkat.

Ingat rencana apapun itu, jika Tuhan bekehendak akan semua itu, percayalah apapun segala macam tipu muslihat iblis tidak akan dapat menggagalkannya. Seperti ayat penutup dari Yakobus 4:15 “Sebenarnya kamu harus berkata “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Tetaplah berdoa dan berharap. Janganlah sedih jika apa yang kau dapatkan mungkin berbeda dari apa yang kau harapkan. Jika Tuhan Yesus memberikan sesuai dengan rancangan-Nya, Dia akan memberikan kita 100000..% jauh dari rencana yang kita harapkan sebelumnya. Maju terus dalam Tuhan, percaya padaNya, jangan putus asa akan perkara-perkara, karena tidak ada pelangi jika tidak ada hujan, tidak ada kesuksesan tanpa masalah, dan juga tidak ada Kepuasan (rasa bersyukur) tanpa atau diluar Yesus, Semangat untuk hari ini, berdoalah karena Dia sekarang ada di sampingmu untuk mendengar doamu dan hanya Dialah yang sanggup memberikan semua doamu,  Tuhan Yesus memberkati!