Dimanakah Kamu Berjalan Saat ini? Jalan Lebar atau Jalan Sempit?

Posted on Posted in Faith, Jesus, Others

“Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;

karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Matius 7:13-14).

Hari ini saya akan mengatakan sesuatu yang keras, dan mungkin akan ada banyak yang tidak menyukai apa yang akan saya katakan ini. Setiap dari kita akan mati! Ya kita suatu hari nanti akan mati. Mungkin saja 30 tahun lagi, 10 tahun lagi, minggu depan, atau bahkan malam ini. Inti nya semua dari kita pasti akan meninggalkan dunia ini, kemungkinan nya satu dari satu.

Pertanyaannya, “kemanakah kamu akan pergi ketika kamu meninggal nanti?”

Tuhan mengatakan bahwa hanya akan ada dua gerbang, gerbang yang lebar dan gerbang yang sempit—yang lebar menuju kebinasaan, sedangkan yang sempit menuju kehidupan. Namun, bagaimana kita dapat tau kita sedang berjalan menuju gerbang yang mana? Jawabannya: Kita dapat mengetahuinya dengan melihat jalan yang sedang kita lalui saat ini.

Tuhan mengatakan bahwa “lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya” dan “sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Tuhan mengatakan bahwa pintu lebar yang menuju kebinasaan akan memiliki jalan yang luas dimana banyak orang yang akan memilih untuk berjalan di dalamnya. Jadi, apakah cara hidupmu sama dengan kebanyakan orang-orang di dunia ini? Ataukah cara hidupmu berbeda dengan kebanyakan orang-orang di dunia ini?

Apakah cara berpikirmu sama dengan orang-orang di dunia ini? Ataukah berbeda? Apakah kamu membalas mata ganti mata seperti yang dunia ini ajarkan? Ataukah kamu membalas kejahatan dengan kasih seperti yang Tuhan ajarkan?

Apakah kamu mengasihi sesamamu conditionally seperti yang dunia ini ajarkan? Ataukah kamu belajar untuk mengasihi sesamamu unconditionally seperti yang Tuhan telah demonstrasikan kepada kita?

“They claim to know God, but by their actions they deny Him…” (Titus 1:16).

“Whoever says ‘I know Him’ but does not keep His commandments is a liar, and the truth is not in him” (1 John 2:4).

“Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:22-23).

Saya tidak akan menunjuk siapa pun, biarlah kita yang menyelidiki hati kita sendiri masing-masing. Saya ingin mengingatkan bahwa Tuhan lah yang mengatakan bahwa akan ada banyak orang yang berkata bahwa mereka mengenal diri-Nya, padahal sesungguhnya tidak. Dengan kata lain, banyak orang yang berpikir bahwa mereka berjalan menuju gerbang kehidupan, padahal sesungguhnya mereka sedang berjalan menuju gerbang kebinasaan. Maka coba selidikilah sesungguhnya engkau sedang berjalan di jalan yang mana? Seseorang yang mengenal Kristus tentunya akan terlihat sangat berbeda dengan mayoritas orang-orang di dunia ini.

Jika kalian masih belom sungguh-sungguh mencintai Tuhan dan mengikuti ajaran-Nya di dalam hidup ini, sujudlah dan berdoa kepada-Nya. Dia lah yang akan memampukanmu untuk berubah menjadi pribadi yang baru.

Faith is not a gift that is earned, Faith is a gift that is given.

Tuhan mengasihimu, dan hari ini Ia ingin mengajakmu untuk berjalan di dalam jalan yang menuju keselamatan, yaitu melalui Tuhan kita Yesus Kristus.

Add official line account kami untuk mendapatkan renungan dari kami setiap hari.

Add Friend