Do You Love Me?

Posted on Posted in Illustration, Love, Relationship

Hari ini kita akan melihat cerita dari dua buah pasangan pada hari valentine.

 

Pasangan pertama adalah Andrew dan Agnes.

Pada pagi hari, Andrew pergi makan bersama teman nya.

“Aduh, hari ini hari valentine lagi. Saya harus beliin Agnes sesuatu, kalo tidak dia bisa marah. Kasih apa ya buat Agnes?” ujar Andrew.

“Kasih boneka Teddy Bear aja, itu toko nya deket banget sama pintu masuk mal,” jawab teman nya.

“Boleh sih! Yuk langsung beli aja, males cari-cari lagi, lama,” ujar Andrew.

Akhirnya Andrew membeli boneka Teddy Bear tersebut dan memberikannya kepada Agnes pada sore hari.

 

Kini kita akan melihat cerita kedua, kisah antara Jeff dan Jeny.

Jeff mengetahui bahwa hari ini adalah hari valentine; jadi pada pagi hari, ia pergi ke mal untuk mencari pemberian untuk Jeny. Jeff keliling dari toko ke toko mencari pemberian terbaik yang mungkin akan Jeny sukai. Setelah satu jam berpindah-pindah toko, Jeff merasa bahwa boneka Teddy Bear adalah pemberian terbaik untuk Jeny. Jadi Jeff membeli Teddy Bear yang sama persis dengan yang Andrew beli, dan memberikan nya kepada Jeny.

 

Nah pertanyaan nya, melalui cerita ini, siapakah diantara kedua laki-laki ini yang sungguh mencintai pasangan nya?

Andrew dan Jeff memberikan pemberian yang sama, sebuah Teddy Bear. Namun, isi hati mereka berbeda. Andrew memberikan Teddy Bear tersebut sebagai sebuah keharusan, “jika saya tidak memberikan sesuatu kepada Agnes, dia akan marah. Jadi saya harus memberikan sesuatu.” Sedangkan Jeff memberikan Teddy Bear tersebut sebagai tanda kasih nya kepada pasangan nya, “saya ingin mencari pemberian yang terbaik untuk Jeny, karena saya ingin melihat dia tersenyum.”

 

Sesungguhnya Tuhan tidak meminta-mu untuk melakukan kehidupan Kekristenan ini sebagai sebuah kewajiban. Satu hal yang Dia minta dari-mu adalah hati-mu. “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Matius 22:37).

Kita dapat melakukan suatu hal yang sama, tetapi dengan sikap hati yang berbeda. Bagi kalian para wanita, saya yakin kalian pasti ingin memiliki pasangan seperti Jeff, dan bukan Andrew. Kita ingin seorang pasangan yang melakukan ini itu untuk kita karena rasa cinta nya, bukan karena rasa terpaksa.

Sesungguhnya, Tuhan ingin semua yang kita lakukan untuk Nya bukan sebagai suatu kewajiban, namun sebagai rasa cinta kita kepada-Nya. Janganlah melayani Tuhan karena takut menerima murka-Nya dan masuk Neraka, tetapi melayani-lah Tuhan karena cinta kita kepada-Nya.

Pada akhirnya, Tuhan tidak akan bertanya: “Apakah kamu sudah membaca Alkitab-mu sampai habis? Apakah kamu sudah pernah berpuasa? Apakah kamu sudah rajin ke gereja?”

Tidak…

Pada akhirnya, yang Tuhan akan tanyakan adalah: “Do you Love me?”