Don’t Try To Get Her Heart, But Try To Treasure It

Posted on Posted in Love, Relationship

Pada tulisan hari ini, saya mau share empat pelajaran penting yang saya dapatkan mengenai mengasihi pasangan. Tulisan hari ini lebih tertuju kepada para laki-laki, tetapi saya merasa ini juga akan menjadi pelajaran penting bagi para perempuan.

 

  1. Don’t try to get her heart, but try to treasure it.

“Jangan berusaha untuk mendapatkan hati nya, tetapi berusahalah untuk menghargai hati nya.”

Kita sebagai laki-laki seringkali mencoba yang terbaik ketika masa “pdkt”, tetapi ketika kita sudah mendapatkan hati nya, kita hanya meletakkan nya di lemari hingga berdebu. Jika pada mula nya yang seorang laki-laki incar adalah untuk mendapatkan hati seorang perempuan, perjuangan nya akan berakhir setelah ia mendapatkan perempuan itu. Tetapi jika pada mula nya yang ia incar adalah untuk menghargai hati seorang perempuan, tentu nya perjuangan nya tidak akan berakhir sampai kematian memisahkan mereka berdua.

 

  1. Kunci dari memiliki hubungan yang tahan lama hanyalah satu, KASIH.

Kita seringkali membaca atau menonton video tentang bagaimana kita dapat membuat hubungan kita semakin baik dengan pasangan kita. Buku-buku dan video-video tersebut bagus, dan tentu nya dapat memberikan pelajaran-pelajaran yang baik; namun, Tuhan menyampaikan satu pesan yang sangat penting bagi saya. Dia bilang, “kamu ga butuh macem-macem, yang kamu butuhkan hanyalah KASIH.” Jika kamu memiliki kasih yang sesungguhnya, kamu pasti dapat menghargai pasangan mu. Tidak ada guna nya jika kamu memiliki seratus teknik jitu untuk mempertahankan hubungan mu jika kamu tidak memiliki kasih. Dan Alkitab mengatakan bahwa kasih yang sesungguhnya itu berasal dari Tuhan. Jadi letakkanlah Tuhan sebagai nomor satu mu, maka kamu juga bisa mengasihi pasangan mu dengan kasih yang sesungguhnya.

 

  1. Hubungan mu dengan pasangan mu adalah sebuah perjalanan dalam pembelajaran.

Jangan pernah merasa bahwa kamu adalah seorang expert (ahli) mengenai pasangan mu. Rendahkanlah hati mu, karena kamu akan terkejut akan banyak nya hal yang sesungguhnya kamu belum ketahui dari pasangan mu. Dan ingatlah, ketika kelak kamu menikahi seseorang, kamu berarti memutuskan untuk menerima keseluruhan dari pasanganmu, bukan hanya baik nya saja, tetapi juga keburukan nya. Belajarlah untuk mengasihi keburukan pasangan mu, karena sesungguhnya kamu juga tidaklah sempurna. Kalian berdua memiliki kekurangan dan perbedaan kalian masing-masing, tetapi seperti perbedaan garam dan lada, itulah yang membuat kalian dapat melengkapi satu sama lain.

 

  1. Jadikanlah Tuhan sebagai pusat hubungan mu.

Saya percaya, pasangan yang memusatkan pandangan mereka kepada Tuhan di dalam hari-hari mereka, pasti dapat membangun relasi mereka di dalam cinta kasih. Sedangkan pasangan yang memusatkan pandangan mereka lebih kepada satu sama lain, akan selalu merasa kekurangan—kekurangan perhatian, kasih sayang, dan kepercayaan antar satu sama lain.

“Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan” (Efesus 5:22).

“Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya” (Efesus 5:25).

Alkitab tidak mengatakan “kasihilah Tuhan seperti kalian mengasihi pasanganmu”, tetapi Alkitab mengatakan “kasihilah pasanganmu seperti kalian mengasihi Tuhan.” Letakkanlah Tuhan terlebih dahulu sebelum pasanganmu, maka kamu akan mengalami cinta kasih yang sesungguhnya di dalam hubungan mu.

 

 

Father, I said till death do us part
I want to mean it with all of my heart
Help me to love You more than I love her
Then I know I can love her more than anyone else

“John Waller – The Marriage Prayer”