God is Love

Posted on Posted in Love, Relationship

“John Waller – Marriage Prayer” merupakan salah satu lagu Kristen favorit saya. Lagu ini memiliki sebuah irama yang sangat indah, namun yang membuat saya begitu menyukainya adalah lirik nya.

Father, I said till death do us part
I want to mean it with all of my heart
Help me to love You more than I love her
Then I know I can love her more than anyone else

And bring her in Your presence today
Make her what You want her to be

I pray to hear her heart
I pray she’ll love You more
I pray to cherish and serve her
And we’ll bring You glory today, I pray
I pray



Lirik lagu ini merupakan kisah tentang sebuah pasangan yang meminta kepada Tuhan untuk menolong mereka mencintai Tuhan melebihi mereka mencintai satu sama lain, sehingga mereka bisa mengasihi satu sama lain dengan segenap hati mereka.

Mungkin ketika orang-orang lain membacanya, ini terasa tidak masuk akal. Jika seseorang ingin meningkatkan hubungan nya dengan pasangan nya, hal yang masuk akal yang seharusnya ia lakukan adalah menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya dengan pasangan nya tersebut. Tetapi lagu ini mengatakan bahwa jika seseorang ingin meningkatkan hubungan nya dengan pasangan nya, hal yang seharusnya ia lakukan adalah mendekatkan diri dengan Tuhan.

Saya pernah mendengar sebuah kisah tentang suami istri yang sudah hampir bercerai. Sang suami dengan begitu jengkel berkata kepada ayah nya bahwa ia sudah tidak bisa mencintai istri nya. Ayah nya menjawab dengan sebuah pernyataan yang sangat menarik: “Kamu tidak bisa sungguh-sungguh mencintai istrimu, karena kamu tidak bisa memberikan istrimu sesuatu yang kamu tidak punya.”

1 Yohanes 4:8 mengatakan “God is Love.” Tuhan adalah kasih.

Jika Tuhan adalah kasih; bagaimana seseorang dapat mengasihi, jika ia tidak mengenal Tuhan?

Mengapa begitu banyak hubungan yang berakhir dengan sebuah ketidak setiaan dan perceraian?

Apakah mungkin karena tidak banyak yang sungguh mengenal kasih?




Banyak yang mencoba untuk mendapatkan hati-mu, tetapi tidak banyak yang mencoba untuk menghargai-nya.

Kekeliruan yang sering terjadi adalah, kebanyakan orang berpikir pernikahan adalah tentang “Kamu sekarang menjadi milik-ku.” Dimana sebenarnya pernikahan adalah tentang “Aku sekarang menjadi milik-mu.” Pernikahan sesungguhnya adalah lebih tentang melayani dibandingkan dilayani. Pernikahan sesungguhnya adalah lebih tentang memberi dibandingkan menerima.

Dan darimana kita bisa mempelajari cinta sejati yang tentang melayani dan memberi itu?

Jawabannya ada di dalam Tuhan kita, Yesus Kristus—Dia yang datang ke dunia ini untuk memberikan nyawa-Nya untuk kita; Dia yang datang ke dunia ini bukan untuk dilayani, namun untuk melayani.

Dekatkanlah dirimu kepada sumber kasih itu sendiri, maka tentunya kamu juga dapat mengalirkan kasih tersebut kepada orang-orang di sekitarmu.

 

Add official line account kami untuk mendapatkan renungan dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.