God Selects What Man Rejects (Tuhan memilih yang ditolak oleh dunia)

Posted on Posted in Hope, Others

Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata: “Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?” Jawabnya: “Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini.” Kemudian ia menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu. Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya.” Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: “Orang inipun tidak dipilih TUHAN.” Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata: “Orang inipun tidak dipilih TUHAN.” Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.” (Samuel 16:4-10).

Teman-teman, pemikiran Tuhan kita benar-benar jauh dari pemikiran kita. Ketika Tuhan hendak memilih raja untuk Bangsa Israel, Isai memberikan tujuh orang anaknya ke depan Samuel. Alkitab mengatakan bahwa ketika Samuel melihat Eliab (salah satu dari anak Isai yang memiliki tubuh gagah dan besar), Samuel langsung berpikir bahwa dia lah raja yang Tuhan maksudkan. Tetapi Tuhan menegur Samuel dan mengingatkannya untuk tidak menilai hanya dari tampak luarnya saja.



Mengejutkannya, Isai menunjukkan tujuh orang anaknya kepada Samuel, tetapi ternyata tidak ada satu pun yang dipilih oleh Tuhan. Jadi siapakah anak dari Isai yang akan menjadi raja yang Tuhan maksudkan? Mari kita lanjutkan ayatnya:

Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.” Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” (1 Samuel 16:11-12).

Ternyata yang dipilih oleh Tuhan adalah Daud, seseorang yang bahkan tidak dianggap berpotensi oleh ayahnya sendiri. Tuhan memilih seorang gembala domba bertubuh kecil yang tidak pernah berperang sebelumnya.

Teman-teman, di dalam hidup ini kita pasti akan seringkali diremehkan oleh orang-orang. Mungkin karena kita bertubuh kecil, mungkin karena kita tidak pandai berbicara, atau mungkin karena nilai kita di sekolah tidak bagus. Namun sesungguhnya, apa yang dipandang lemah oleh dunia, bukan berarti dipandang lemah oleh Tuhan.

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. (1 Korintus 1:27-29).

Jangan pernah berkecil hati jika kamu dipandang rendah oleh orang-orang di sekitarmu. Teruslah berdoa dan lakukan yang terbaik. Percaya deh, suatu hari nanti, Tuhan akan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang luar biasa melalui kamu. Jika Tuhan yang sudah memanggilmu untuk misi-Nya, Dia juga yang akan membekalimu untuk menyelesaikan misi tersebut. Do your best, and God will do the rest!

“God selects what man rejects” – Steven Furtick


Jika kalian suka dengan renungan hari ini, jangan lupa share dan add official line kami ya^^

Have a nice day, God Bless!

Add official line account kami untuk mendapatkan renungan dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.

 

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *