Heart of Worship

Posted on Posted in Uncategorized

Yohanes 4:19-23

Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

[spacer height=”5px”]

Apa itu pujian dan penyembahan? Kebanyakan orang, termasuk diri saya sendiri dulu, berpikir bahwa memuji Tuhan adalah ketika saya di gereja dan menyanyikan lagu gereja. Namun pada ayat di atas, Yesus menjelaskan kepada wanita Samaria bahwa memuji Tuhan bukanlah tentang tempat, namun tentang Roh. Berkumpul untuk menyanyi dan menyembah Tuhan adalah sesuatu yang sangat baik dan indah. Namun pujian dan penyembahan bukan hanya tentang kita berkumpul menyanyikan lagu, tetapi pujian dan penyembahan adalah tentang roh kita yang memuji dan memuliakan Tuhan melalui hidup kita.

[spacer height=”5px”]

Pujian dan penyembahan kita kepada Tuhan adalah hidup kita yang kita jalani dari Senin hingga Minggu, bukan hanya sesuatu yang kita lakukan pada hari Minggu. Apa gunanya kita memuji memuliakan Tuhan menggunakan mulut kita di gereja, namun cara kita hidup tidak memuliakan nama-Nya.

[spacer height=”5px”]

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku (Matius 15:8).

[spacer height=”5px”]

Kita berbuat baik di sepanjang hari-hari kita bukan untuk mendapatkan berkat di dalam hidup kita, atau pun agar kita masuk surga. Semua perbuatan baik yang kita lakukan selama hidup kita tidak akan pernah bisa menutupi dosa kita. Pujian dan penyembahan kita adalah sebagai ucapan syukur kita kepada-Nya yang telah menyelamatkan kita dari dosa. Memuliakan Tuhan adalah apa yang ada di dalam hati kita, bukanlah apa yang keluar dari mulut kita.

[spacer height=”5px”]

Beberapa tahun yang lalu saya menemukan sebuah lagu yang sangat menarik. Mungkin banyak dari kalian yang juga mengetahui lagu tersebut. Judul lagu tersebut adalah “Heart of Worship,” oleh Matt Redman. Cobalah mendengarkan lagu tersebut terlebih dahulu sebelum melanjutkan, agar kalian lebih mengerti apa yang selanjutnya akan saya bahas.

[spacer height=”5px”]

[spacer height=”5px”]

Enak sekali bukan lagu nya; lirik lagu nya juga sangatlah indah. Ada sebuah latar belakang yang saya sangat sukai dibalik lagu ini. Sekitar 20 tahun yang lalu, pastor di gereja nya Redman merasa bahwa ada sesuatu yang kurang dari pujian dan penyembahan di gereja; ia merasa jemaat kehilangan arti pujian dan penyembahan yang sesungguhnya. Jadi ia menganjurkan semua sound system di gereja dicabut, ia memutuskan bahwa mereka akan memuji Tuhan hanya dengan suara mereka, tanpa sound system apa pun. Redman melihat ini sebagai tindakan yang sangat berani. Ada banyak anak muda di gereja; mencabut sound system dari gereja dapat membuat gereja menjadi kurang menarik bagi kebanyakan orang, khususnya remaja. Redman berpikir, ini dapat membuat kita kehilangan banyak jemaat. Tetapi sang pastor tau apa yang harus ia lakukan, ia ingin mengembalikan inti dari puji-pujian. Pujian kita luar biasa, bukan karena suara yang indah atau pun bukan karena band yang bagus. Pujian kita luar biasa oleh karena SIAPA YANG KITA SEMBAH. Kita menyembah Tuhan yang luar biasa, dan pastor dari gereja Redman ingin mengembalikkan Yesus ke pusat dari puji-pujian mereka.

[spacer height=”5px”]

Jadi selama sekitar tiga bulan, mereka hanya menyanyi menggunakan suara mereka. Redman berkata awal nya terasa sedikit aneh dan tidak biasa, tetapi setelah tiga bulan tersebut, ia menemukan pembelajaran baru tentang pujian dan penyembahan. Maka itu ia membuat lagu “Heart of Worship.” Dimana ia menulis “aku kembali ke hati dari pujian, dimana segalanya adalah tentang Engkau, tentang Engkau Yesus.”

[spacer height=”5px”]

Psalm 100:4

Enter His gates with thanksgiving, and his courts with praise! Give thanks to Him; bless His name!