Clayton McDonald (1990-2009) – Sebuah Berkat Di Balik Penderitaan

Posted on Posted in Uncategorized

Ini adalah kisah Clayton McDonald (April 26, 1990 – March 16, 2009).

Clayton pertama kali difonis memiliki leukimia ketika ia berumur 7 tahun. Setelah menjalankan proses pengobatan kemoterapi selama dua setengah tahun, ia dinyatakan sembuh oleh dokter. Namun ternyata itu bukanlah terakhir kali nya Clayton memiliki leukimia, karena ketika Clayton berumur 18 tahun, ia mendapatkan leukimia untuk ke empat kali nya. Ia tidak terkejut ketika ia dikabarkan memiliki leukimia kembali, karena ia telah memiliki nya kurang lebih sepanjang hidup nya. Tetapi leukimia yang ke empat ini berbeda; dokter mengatakan bahwa kemoterapi pun sudah tidak bisa menyelamatkan nya. Dengan berat hati Clayton pun bertanya berapa lama lagi waktu yang ia miliki. “Kurang lebih tiga bulan,” jawab sang dokter.

 

Clayton menceritakan:

Banyak orang yang bertanya kepada saya, “Clayton, tidak kah kau takut?”

Ya saya takut. Tetapi saya bukan takut akan diri saya. Saya tau kemana saya akan pergi, karena saya mengenal Kristus. Namun, saya takut akan kalian semua—akan kalian yang tidak tau kemana kalian akan pergi ketika kalian meninggal, dan kalian yang setiap hari nya hidup mengikuti apa yang dunia ini tawarkan.

Banyak orang yang mengatakan bahwa penyakit ini adalah sebuah kutukan. Tetapi saya melihat nya sebagai sebuah berkat. Saya diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk mengetahui kapan hidup saya akan berakhir. Jadi tidak sulit bagi saya untuk hidup setiap hari dengan bersyukur; tidak sulit bagi saya untuk menghargai setiap keluarga dan juga teman yang saya miliki; tidak sulit bagi saya untuk menjalankan setiap hari seperti hari terakhir saya akan hidup—karena hari ini mungkin saja hari dimana saya akan tidur dan tidak akan pernah bangun lagi. Tetapi ini fakta menarik nya: Saya akan mati, dan begitu pula kalian semua.

Kita semua memiliki sebuah jam yang sedang menghitung mundur menuju angka 0. Saya memiliki kesempatan untuk mengetahui kapan hidup saya akan berakhir, sedangkan kalian tidak memiliki kesempatan tersebut, kalian tidak tau kapan hidup kalian akan berakhir. Dan saya cemas bagi kalian yang setiap hari nya dibutakan oleh dunia bagaikan kalian akan hidup selama nya.

Banyak dari kalian merasa aman ketika kalian memiliki uang dan pekerjaan yang baik, tetapi sesungguhnya itu semua bisa hilang kapan saja. Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “Safety is not the absence of danger, but the presence of God.”

James 4:13-15

“Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: ‘Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung’, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: ‘Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

 

Di dalam tiga bulan terakhir dari hidup nya, ia bepergian ke sekolah-sekolah dan gereja-gereja untuk menceritakan kisah nya dan iman nya di dalam Yesus Kristus—bahwa kematian bukanlah akhir bagi mereka yang sungguh mengenal Tuhan.

Clayton menceritakan kisah nya untuk memperingatkan kita semua bahwa hidup itu singkat. Tuhan tidak menjanjikan bahwa kita akan selalu memiliki esok hari. Kita mungkin telah hidup jauh dari Tuhan selama ini, tetapi kita masih memiliki hari ini untuk kembali kepada-Nya dan mulai berjalan di dalam-Nya. Kekuatan, sukacita, dan ketenangan yang Clayton miliki juga bisa kau miliki, dan itu bukan berasal dari diri Clayton sendiri atau kekuatan manusia mana pun, itu semua berasal dari Tuhan. Clayton mengatakan: “Mungkin terkadang jalan Tuhan tidak terlihat mudah, tetapi saya berani jamin, bahwa pada akhir nya engkau tidak akan pernah dikecewakan. Ingatlah, ini adalah sebuah kalimat dari seorang penderita leukimia yang sebentar lagi akan mati. Tuhan tetaplah baik, dan rancangan nya selalu adalah yang terbaik!”

Clayton meninggal pada 16 Maret 2009, sehari setelah keluarga dan teman-teman nya menyelesaikan video “Clayton’s Story.” Clayton telah meninggal delapan tahun yang lalu, tetapi kisah nya masih menjadi berkat di seluruh dunia hingga hari ini.