Jangkar Bagi Jiwa Kita

Posted on Posted in Jesus, Others

“Pengharapan yang kita miliki ini adalah jangkar bagi jiwa kita, kuat dan pasti, yang menembus masuk sampai ke balik tirai”

(Ibrani 6:19).

Saya ingin bertanya, apakah jangkar di dalam hidup mu? Dimana kamu meletakkan pengharapan mu?

Apa yang membuat kalian merasa aman? Sesuatu yang dapat membuat kalian berkata, “Saya akan baik-baik saja, karena saya …” Kalian dapat isi sendiri bagian kosong tersebut, mungkin:

  • Saya akan baik-baik saja, karena saya memiliki uang
  • Saya akan baik-baik saja, karena saya memiliki ayah saya
  • Saya akan baik-baik saja, karena saya memiliki pacar
  • Saya akan baik-baik saja, karena saya memiliki nilai cemerlang di kuliah
  • Saya akan baik-baik saja, karena saya lulusan dari kuliah ternama

Di dalam hidup ini, sesungguhnya setiap dari kita membutuhkan sesuatu yang dinamakan pengharapan, setiap dari kita membutuhkan sebuah jangkar bagi jiwa kita.

 

Yang paling sering kita lakukan adalah meletakkan pengharapan kita pada banyak nya uang yang kita miliki, “Saya akan baik-baik saja, karena saya memiliki banyak uang.” Tetapi kita harus ingat bahwa uang kita dapat hilang kapan saja, dan tidak sedikit pun dari uang kita yang akan kita bawa ketika kita meninggal. Kita mencoba untuk meletakkan jangkar dari jiwa kita, pada sesuatu yang bahkan tidak memiliki jiwa itu sendiri. Kekeliruan nya adalah, kita berpikir bahwa sesuatu yang tidak memiliki jiwa dapat menjadi jangkar bagi sebuah jiwa.

Hal kedua yang paling sering kita lakukan adalah meletakkan pengharapan kita pada orang lain, “Saya akan baik-baik saja, karena saya memiliki orang itu di dalam hidup saya.” Kita adalah makhluk sosial, tentu saja relasi dengan sesama manusia sangatlah membantu kita di dalam hidup ini. Tetapi sesungguhnya tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang sesungguhnya dapat menjadi jangkar bagi jiwa mu. Mengapa? Karena jiwa ku, jiwa mu, dan jiwa setiap orang adalah sama, kita semua lemah dan kita semua sama-sama mencari jangkar yang kuat tersebut di dalam hidup. Jika kamu meletakkan pengharapan pada seseorang, tentu nya suatu hari nanti orang tersebut akan mengecewakanmu, karena tidak satu pun dari mereka adalah jangkar yang kuat dan pasti.

 

Jadi apakah pengharapan yang sesungguhnya? Apakah jangkar bagi jiwa kita yang sesungguhnya kita butuhkan?

Pada Alkitab bahasa Indonesia, Ibrani 6:13-19 entah mengapa tidak memiliki judul sendiri; tetapi di Alkitab terjemahan Inggris, Ibrani 6:13-19 memiliki judul “God’s infallible purpose in Christ.”

Jadi apakah pengharapan yang Rasul Paulus maksudkan di Ibrani 6:19?  Apakah jangkar yang kuat dan pasti bagi jiwa kita?

Jawaban nya adalah Yesus Kristus.

Saya merasa sangatlah menarik mengapa Yesus digambarkan sebagai sebuah jangkar di ayat tersebut.

 

Jangkar adalah alat yang digunakan oleh para pelaut agar kapal mereka tidak terbawa ombak dan hilang.

Terkadang, ada yang bertanya kepada saya, “Kok bisa? Kok bisa lu kuliah di Amerika tapi ga cobain ganja? Kok bisa ketika masalah besar datang, lu masih bisa bilang Tuhan itu baik? Kok bisa lu ga ikut-ikutan masuk ke dalam pergaulan buruk selama ini? Kok bisa?”

Jawaban saya hanya satu, Yesus Kristus.

Saya adalah perahu yang diombang-ambingkan oleh ombak setiap hari, dan Yesus adalah jangkar yang memegang saya dengan kuat di tengah ombak tersebut, sehingga saya tidak terbawa ombak dan menghilang.

 

Jangkar melakukan pekerjaan nya ketika ia tidak terlihat.

Seringkali kita bertanya-tanya apakah jangkar tersebut sungguh ada. Ketika sebuah jangkar sedang menahan sebuah perahu, jangkar tersebut berada di dasar laut, ia tidak terlihat sama sekali. Seringkali di dalam hidup, ketika badai besar datang dan mengombang-ambingkan kapal kita, sulit bagi kita untuk dapat melihat bahwa Yesus sedang memegang kita erat dalam penyertaan-Nya. Tetapi sesungguhnya Ia selalu ada bersama mu, “He will never leave you nor forsake you!” Ia yang tidak kelihatan, sesungguhnya jauh lebih kuat dibandingkan mereka yang kelihatan.

 

Sebagai penutup, pesan terakhir yang saya mau sampaikan kepada kalian adalah:

Yang membuat sebuah kapal tidak hilang terbawa ombak bukanlah seberapa kuat kapal tersebut…

Melainkan seberapa kuat jangkar yang menahan kapal tersebut.