Kandang Burung dan Ketiga Burung Kecil

Posted on Posted in Uncategorized

 

Pada suatu Minggu Paskah, seorang pendeta datang dengan membawa sebuah kandang burung yang sudah tua dan kotor. Ia membawa nya naik dan meletakkan nya di atas mimbar. Seluruh jemaat pun melihat kandang burung itu dengan penuh kebingungan. Setelah itu, sang pendeta mulai berbicara dan menjelaskan mengapa ia membawa sebuah kandang burung.

Saya sedang berjalan di sebuah pasar, ketika saya melihat seorang anak membawa kandang burung itu. Di dalam kandang burung itu terdapat tiga anak burung liar yang terlihat begitu ketakutan. Saya menghentikan anak itu dan bertanya, “apa yang sedang kamu bawa itu nak?”

“Hanya beberapa burung yang aku tangkap,” jawab anak itu.

“Apa yang akan kamu lakukan kepada mereka?” tanya saya.

“Membawa nya ke rumah dan bersenang-senang dengan mereka. Aku akan mencabut bulu mereka, sehingga mereka marah dan berkelahi satu sama lain.”

“Tetapi kamu pasti akan bosan cepat atau lambat. Apa yang akan kamu lakukan setelah itu?”

“Aku memiliki seekor kucing di rumah, dan dia menyukai burung. Aku akan memberikan mereka kepadanya.”

(Sang pendeta terdiam sejenak). “Berapa harga nya untuk ketiga burung itu nak?”

“Hah??!!! Mengapa om menginginkan burung-burung ini? Mereka hanya burung liar biasa. Mereka tidak dapat bernyanyi, mereka bahkan terlihat jelek!”

“Berapa harga nya?”

(Si anak melihat si pendeta dengan pandangan yang penuh kebingungan). “$10.”

Pendeta itu mengambil selembaran $10 dari dompet nya dan memberikan nya kepada anak itu. Setelah mendapatkan uang nya, si anak memberikan kandang burung tersebut lalu pergi.

Si pendeta membawa kandang itu ke pinggir jalan dan membuka-nya. Setelah dia mendorong burung-burung itu keluar dengan lemah lembut, mereka semua terbang dan menjadi bebas.

 

Setelah menjelaskan kisah kandang burung tersebut, si pendeta menceritakan kisah nya yang kedua.

Pada suatu hari, Iblis membuat sebuah perangkap dengan menggunakan uang dan hawa nafsu–orang-orang dunia terjebak dan masuk ke dalam perangkap si Iblis.

Iblis lalu berjalan dengan penuh semangat membawa sebuah kandang yang penuh dengan orang-orang dari dunia itu.

“Apa yang akan kamu lakukan dengan mereka semua?” tanya Yesus.

“Oh, aku akan bersenang-senang dengan mereka. Aku akan mengajarkan mereka untuk menikah dan bercerai, membenci dan menyakiti sesama, menciptakan senapan dan bom untuk membunuh satu sama lain. Aku pasti akan memiliki waktu yang begitu menyenangkan!”

“Dan apa yang akan kamu lakukan ketika kamu sudah bosan dengan mereka?”

“Oh, aku akan membunuh mereka.”

“Berapa harganya untuk mereka semua?”

“Oh, kamu tidak menginginkan mereka. Mereka bukanlah orang-orang baik. Mereka membenci-Mu. Mereka akan meludahi-Mu dan mengutuk nama-Mu. Kamu tidak menginginkan orang-orang ini!”

“Berapa harganya?”

Iblis melihat Yesus dan berkata, “Seluruh air mata-Mu dan darah-Mu.”

Dan Yesus membayar seluruh harga yang dibutuhkan dengan lunas.

 

Si pendeta meletakkan tangan nya pada kandang burung tersebut dan membuka pintu nya, lalu dia membawa-nya dan meninggalkan mimbar.

 

“But God demonstrates His own love toward us, in that while we were still sinners, Christ died for us.”
~ Romans 5:8 ~