Kekecewaan Bersumber Dari Ekspektasi Yang Salah

Posted on Posted in Faith, Hope

Ekspektasi atau harapan yang tidak terpenuhi, ini adalah sesuatu yang dinamakan kekecewaan. Saya yakin kita semua sudah sering mengalami apa yang dinamakan kekecewaan.

Kita memiliki seorang pacar yang begitu baik, kita berharap bahwa dia adalah orang yang akan membahagiakan kita hingga akhir hidup kita. Namun setelah setahun berpacaran, ternyata pacar kita selingkuh, dan hubungan kita berakhir dengan kata “putus.” Sebuah kekecewaan yang tragis.

Kita membeli sebuah saham yang besar, kita berharap bahwa saham ini akan menguntungkan bagi kita suatu hari nanti. Namun setelah beberapa tahun, saham itu terus menurun, dan akhirnya kita rugi besar. Sebuah kekecewaan yang tragis.

Kita seringkali menaruh pengharapan kita pada sesuatu atau seseorang, dan seringkali sesuatu atau seseorang itu tidak dapat memberikan apa yang kita awalnya harapkan. Ini adalah sesuatu yang Firman Tuhan berulang kali katakan kepada kita, harta dunia dan hubungan dengan manusia tidak akan pernah memuaskan keinginan dan harapanmu—kamu hanya dapat menemukan kepuasan dan sukacita sejati di dalam Tuhan. Jika di dalam hidup ini kamu tidak meletakkan harapanmu pada Tuhan, tentunya itu berarti kamu meletakkan harapanmu pada hal-hal lain yang berasal dari dunia ini.


“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya” (Matius 6:19-20).

“Jawab Yesus kepadanya: Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yohanes 4:13-14).

Tuhan mengatakan kepada kita untuk tidak menempatkan pengharapan dan ekspektasi kita pada hal-hal di dunia ini, karena hal-hal di dunia ini tidak akan bertahan selamanya dan tidak akan pernah memberikan kepuasan yang sesungguhnya yang selama ini kamu cari-cari. Hanya Tuhan lah yang sungguh dapat memuaskan jiwamu; letakkanlah pengharapan dan ekspektasimu pada diri-Nya.

Namun ada satu hal yang harus kamu ingat, pastikanlah ekspektasimu di dalam Tuhan benar. Janganlah memiliki ekpektasi bahwa Tuhan akan membuatmu kaya raya atau hidup tanpa beban di dalam hidup ini, karena itu bukanlah apa yang Dia janjikan. Tuhan tidak menjanjikan hidup yang enak di dunia ini, justru Dia mengatakan bahwa akan ada banyak kesusahan bagi mereka yang setia mengikut-Nya. Yang Tuhan janjikan adalah sesuatu yang bersifat kekal (Eternal), sebuah harta di Sorga yang tidak akan pernah dapat dirampas siapa-siapa, yaitu sebuah pengenalan dan hubungan personal dengan diri-Nya.

Tuhan selalu memiliki rencana yang terbaik bagimu, tetapi terkadang rencana-Nya berbeda dengan apa yang kita mau. “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Yesaya 55:8-9). Berdoalah agar Tuhan membantumu untuk memiliki ekspektasi yang tepat di dalam-Nya, dan mintalah kepada-Nya agar kamu juga bisa melihat bahwa rancangan-Nya selalu baik.
Add official line account kami untuk mendapatkan renungan dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.