Kisah Di Balik Lagu “I Have Decided To Follow Jesus”

Posted on Posted in Uncategorized

I have decided to follow Jesus;

No turning back, no turning back.

[spacer height="5px"]

Though none go with me, I still will follow;

No turning back, no turning back.

[spacer height="5px"]

The world behind me, the cross before me

No turning back, no turning back.

[spacer height="10px"]

Apakah kalian pernah mendengar hymne tersebut? Mungkin kita sekarang lebih sering mendengar nya dari lagu “Hillsong – Christ is Enough.” Tetapi apakah kalian mengetahui darimana asal lirik hymne atau lagu tersebut?

[spacer height="5px"]

Semua nya berawal dari sebuah desa kecil di India pada sekitar tahun 1880. Seorang ayah bersama istri dan kedua anak nya dibaptis dan memilih untuk mengikut Yesus Kristus. Pada waktu itu hampir tidak ada orang Kristen di India, mereka memiliki agama dan kepercayaan mereka sendiri, dan orang-orang di desa itu tidak menyukai pilihan orang ini untuk mengikut Yesus Kristus. Jadi pada suatu hari, mereka satu keluarga ditangkap dan diseret ke tengah kota dimana seluruh isi kota telah berkumpul. Ketua desa mengancam sang ayah: “Jika engkau tidak mau menyangkal dan berpaling dari imanmu kepada Yesus Kristus, maka anak-anakmu akan kami bunuh!” Bapa itu lalu membalas ketua desa:

[spacer height="5px"]

“I have decided to follow Jesus, and there is no turning back.”

[spacer height="5px"]

Ketua desa pun membunuh kedua anaknya. Lalu ia memberi kesempatan lagi kepadanya: “Jika engkau tidak mau menyangkal dan berpaling dari imanmu kepada Yesus Kristus, maka istrimu akan kami bunuh!” Bapa itu merespon dengan mengatakan:

[spacer height="5px"]

“The World can be behind me, but the cross is still before me.”

[spacer height="5px"]

Istri nya pun lalu mati dibunuh. Lalu ia diberikan satu kesempatan terakhir: “Jika engkau tidak mau menyangkal dan berpaling dari imanmu kepada Yesus Kristus, kali ini engkau lah yang akan kami bunuh!” Dan untuk terakhir kali nya, ia mengatakan:

[spacer height="5px"]

“Though no one is here to go with me, still I will follow Jesus.”

[spacer height="5px"]

Dan pada saat itu juga ia mati dibunuh.

[spacer height="5px"]

Bapa beserta istri dan kedua anaknya meninggal, tetapi sebuah bibit iman tertanam di hati orang-orang yang menyaksikan kematian mereka pada hari itu. Banyak dari orang-orang yang hadir pada hari itu bertanya-tanya: Siapakah Yesus Kristus? Dan mengapa keluarga ini rela mati demi-Nya?

[spacer height="5px"]

Hal menakjubkan pun terjadi, beberapa tahun setelah kejadian itu, banyak diantara warga di desa itu yang memilih untuk mengikut Yesus Kristus, termasuk sang kepala desa. Mereka yang akhirnya mengikut Yesus lah yang menjadi saksi akan apa yang telah terjadi, dan merekalah yang menceritakan apa yang dikatakan oleh bapa tersebut sebelum ia dibunuh. Dan pada hari ini, hymne indah tersebut dapat kita nyanyikan di gereja-gereja untuk mengingatkan kita bahwa Yesus Kristus adalah Raja yang layak untuk kita sembah.

"Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya" (Matius 16:25).

[spacer height="10px"]

I have decided to follow Jesus;

No turning back, no turning back.

[spacer height="5px"]

Though none go with me, I still will follow;

No turning back, no turning back.

[spacer height="5px"]

The world behind me, the cross before me

No turning back, no turning back.