Kisah di balik lagu “Semua Baik”

Posted on Posted in Uncategorized

Semua baik adalah lagu yang ditulis oleh Budi Haryanto dan Tommy Widodo. Tommy Widodo yang menulis baitnya, sedangkan Budi Haryanto yang menulis ref nya.

Namun, Budi Haryanto sudah meninggal dunia—meninggalkan istri dan anaknya yang tuna rungu. Di masa hidupnya, Budi Haryanto tidak memiliki kehidupan yang disertai kekayaan atau hidup yang dimimpi-mimpikan kebanyakan orang. Para sahabatnya menyaksikan bagaimana Budi bergumul dengan kehidupannya—ia memiliki hidup yang sangatlah sederhana, namun tidak berhenti membanjiri anak nya yang tuna rungu dengan kasih yang begitu besar.

Meskipun orang-orang melihat kehidupan Budi sebagai kehidupan yang biasa saja dan mungkin kurang sejahtera, Budi melihat bahwa Tuhan sangatlah baik di dalam hidupnya. Dan itu memotivasi Budi untuk menuliskan lagu ini.

Tommy mengatakan bahwa Budi mungkin tidak meninggalkan warisan kekayaan kepada keluarganya, tetapi ia meninggalkan warisan yang jauh melebihi kekayaan mana pun juga—yaitu lagu “semua baik.”

Yani, istri dari Budi, menyaksikan betapa indah nya hubungan kasih antara Budi dengan Tuhan. Dua minggu sebelum hari kepergian Budi dari dunia ini, tubuh nya telah menjadi sangat kurus bagaikan tulang dilapisi kulit oleh karena penyakit yang ia hadapi. Namun pesan terakhir nya kepada istri nya adalah agar ia tetap melayani Tuhan dengan setia. Untuk terakhir kali nya, Budi mengingatkan istrinya bahwa Tuhan selalu baik.

Tommy mengatakan bahwa Budi mungkin tidak meninggalkan warisan berupa kekayaan kepada keluarganya, tetapi ia meninggalkan warisan yang jauh melebihi kekayaan mana pun juga—yaitu lagu “semua baik.”

Dan kini hasil karya Budi dapat didengar di begitu banyak gereja di Indonesia—mengingatkan kita bahwa Tuhan baik, dan Ia sungguh mengasihi kita.