Lilin Pengampunan

Posted on Posted in Forgiveness, Hope

Seringkali sebelum Alexander the Great hendak menyerang sebuah kota, ia akan menyalakan sebuah lilin di depan gerbang kota tersebut. Ia mengatakan bahwa lilin tersebut melambangkan belaskasihan nya—dalam lain kata, lilin tersebut melambangkan waktu yang tersedia untuk kota itu menyerah ke dalam tangan-nya. Jika kota tersebut tidak menyerah hingga lilin itu habis, Alexander the Great beserta tentara nya akan masuk dan membinasakan kota tersebut. Dan inilah yang seringkali Alexander the Great lakukan dari kota ke kota—ia tidak menunjukkan belas kasihan kepada siapa pun yang berdiri menentangnya.

Sesungguhnya ketika kita lahir, sebuah lilin dinyalakan. Lama dari waktu nyala lilin setiap orang berbeda-beda—ada lilin yang bertahan 80 tahun, ada yang 50, 30, dan bahkan 20. Kebanyakan dari kita, hidup beranggapan bahwa kita akan memiliki waktu hingga umur 70an, tetapi kita semua tau bahwa itu tidak betul. Kita bisa saja meninggal 10 tahun lagi, 1 tahun lagi, dan bahkan mungkin esok hari. Tidak ada yang tau. Namun, semua lilin tersebut pada akhirnya akan mati; kita semua suatu hari kelak akan meninggalkan dunia ini, kemungkinan nya adalah satu dari satu.

Lilin tersebut melambangkan belaskasihan yang Tuhan sediakan. Kita diberikan kesempatan untuk menyerahkan diri kita kepada-Nya dan kerajaan-Nya. Namun kebanyakan dari kita berpikir dan berkata, “lilin itu masih memiliki waktu yang lama untuk mati, marilah kita berpesta di dalam kemabukan dan hawa nafsu dunia. Ketika lilin itu hendak mati, barulah kita keluar dan menyerah.” Tetapi sesungguhnya begitu banyak yang terlambat untuk berdamai dengan Yesus Kristus sebelum lilin tersebut mati.


Saya mengatakan ini semua bukan untuk menakut-nakuti siapa pun. Namun saya ingin mengatakan bahwa Yesus datang bukan untuk membinasakan mu, tetapi untuk menyelamatkan mu.

“Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan supaya dunia diselamatkan melalui Anak-Nya” (Yohanes 3:17).

Yesus Kristus datang untuk mengajak kita masuk ke dalam Kerajaan-Nya, untuk meninggalkan seluruh dosa kita dan hidup bersama-Nya di dalam kebenaran. Dan Ia sedang menunggu; menunggu untuk kita mengibarkan bendera putih dan berjalan keluar untuk bergabung dengan Kerajaan-Nya. Barangsiapa berdamai dengan-Nya, kebinasaan tidak akan datang kepadanya; namun barangsiapa memilih untuk berdiri melawan Kerajaan-Nya, penghakiman akan datang kepada orang itu.

“Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah” (Yohanes 3:18).

Saya menuliskan ini semua untuk mengingatkan kita. Jika kalian masih bisa membaca apa yang saya tulis, berarti lilin anda belum mati, dan anda masih memiliki kesempatan untuk berdamai dengan Raja yang akan datang. Janganlah buang-buang waktu lagi, berdamailah dengan-Nya, dan serahkanlah hidupmu ke dalam rancangan-Nya.

For God did not send His Son into the world to condemn the world, but to save the world through Him. Whoever believes in Him is not condemned, but whoever does not believe is already condemned, because he has not believed in the name of God’s one and only Son.

~John 3:17-18~
Add official line account kami untuk mendapatkan renungan dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.