Membangun Hidup Saat Tuhan Sepertinya Tidak Menjawab

Posted on Posted in Faith, Hope

Di dalam hidup kita, kita sering merasa Tuhan tidak memberikan kita apa yang kita butuhkan.

“Tuhan, aku sampai sekarang belum mendapatkan seorang kekasih!”

“Tuhan, aku sampai sekarang belum mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan!”

“Tuhan, aku sampai sekarang belum keluar dari masalah besar ini!”

Sesungguhnya, hidup kita tidaklah kekurangan bekal dari Tuhan, melainkan kekurangan kesadaran akan prioritas.

Saya belajar bahwa ketika kita meletakkan fokus utama kita dalam hal-hal lain, dan meletakkan Tuhan sebagai fokus kedua, hidup kita akan runtuh. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).

Saya seringkali mendengar orang-orang yang mengatakan bahwa mereka menunggu perbekalan atau pertolongan dari Tuhan, tetapi seringkali mereka salah fokus. Mereka meletakkan pandangan mereka pada berkat-berkat yang mereka inginkan, dan bukan kepada Tuhan.

Banyak yang meminta seorang kekasih yang tepat dari Tuhan, tetapi di hari-hari nya masih suka membuka situs yang mendatangkan hawa nafsu.

Banyak yang meminta jawaban dari Tuhan, tetapi di hari-hari nya tidak mau membuka Alkitab dan merenungkan FirmanNya.

Banyak yang mencari pekerjaan, tetapi masih tidak mau memaafkan orang-orang yang bersalah di dalam hidupnya.

Seringkali kita mau Tuhan memberikan apa yang kita inginkan, tetapi kita tidak mau memberikan Tuhan apa yang Dia inginkan.



Tuhan seringkali berkata kepada saya, “Jika kamu tidak setia kepada-Ku ketika kamu belum mendapatkan apa yang kamu mau, apakah kamu pikir kamu akan setia kepadaku setelah mendapatkan apa yang kamu mau?”

Jika di dalam keadaan buruk kita, kita tidak mau bersandar dan taat kepada-Nya, apakah mungkin kita akan bersandar dan taat kepadaNya saat hidup kita sedang enak dan nyaman?

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” (Matius 7:24-27)

Teman-teman, badai di dalam hidupmu seringkali digunakan Tuhan untuk mengecek fondasimu. Apakah fondasi hidupmu diletakkan di dalam fokus kepada Tuhan, ataukah diletakkan di dalam fokus kepada dirimu sendiri. Jadilah pelaku Firman-Nya di dalam hidupmu, lakukanlah yang benar di mata-Nya, letakkanlah prioritasmu pada Kerajaan-Nya dan Kebenaraan-Nya—maka tanpa kamu sadari, selebihnya yang kamu butuhkan akan muncul ke dalam hidupmu tepat pada saatnya.


Jika kalian suka dengan renungan hari ini, jangan lupa share dan add official line kami ya^^

Have a nice day, God Bless!

Add official line account kami untuk mendapatkan renungan dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.

 

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *