Memulihkan Hati Yang Disakiti Oleh Orang Yang Paling Kita Cintai

Posted on Posted in Forgiveness

Aku masih ingat ketika dia memberikanku hadiah ulang tahun, rasa senang yang kurasakan sangatlah luar biasa. Namun, aku juga masih ingat ketika dia meninggalkanku untuk orang lain, rasa sedih yang kurasakan sangatlah menyakitkan.

Orang-orang yang kita cintai adalah orang yang paling bisa membuat kita merasa bahagia. Tetapi, mereka juga adalah orang yang paling bisa membuat kita merasa sedih. Kata-kata mereka dengan sekejap dapat membangun kita, tetapi kata-kata mereka dengan sekejap juga dapat meruntuhkan kita. Selama puluhan tahun saya hidup, saya telah berkali-kali mengalami yang namanya bahagia oleh karena apa yang dilakukan oleh orang yang saya cintai. Namun, saya juga telah berkali-kali disakiti dengan luar biasa oleh orang yang saya cintai. Dan saya percaya, setiap dari kalian juga pasti pernah mengalaminya; dan beberapa dari kalian masih memiliki luka-luka di hati yang masih belum dapat hilang oleh karena itu.

Jadi apa yang harus kita lakukan untuk menyembuhkan luka di hati kita ini? Apakah kita sungguh dapat memaafkan orang yang telah menghancurkan hati kita ini? Berikut adalah 3 cara untuk membantu kita dalam memaafkan dan memulihkan hati kita.

MENDEKATKAN DIRI DENGAN TUHAN

Ketika kita disakiti oleh seseorang, yang biasanya kita lakukan adalah mencari orang lain yang dapat membalut hati kita. Ini adalah tindakan normal yang biasanya dilakukan oleh kebanyakan orang. Namun, saya ingin mengingatkan bahwa manusia mana pun sewaktu-waktu pasti akan mengecewakanmu dan menyakitimu. Secara tidak sadar, bahkan kamu yang telah disakiti pun, pasti sesungguhnya juga pernah menyakiti orang lain. Tetapi ada satu yang tidak akan pernah mengecewakan, yaitu Tuhan.

“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5).

Tuhan Yesus mengatakan bahwa jika kita meminum air dari dunia, kita akan menemukan diri kita tetap kehausan. Tetapi jika kita minum air kehidupan yang berasal dari padanya, kita tidak akan pernah kehausan lagi. Tuhan Yesus mengatakan bahwa jika kita mencoba untuk menemukan harapan dan sukacita utama melalui manusia lain, kita akan menemukan diri kita tetap dikecewakan pada akhirnya. Tetapi jika kita meletakkan pengharapan dan sukacita utama kita pada Tuhan, kita akan menemukan ketenangan hati yang sejati.

Dekatkanlah diri dengan Tuhan melalui doa dan pembacaan Alkitab. Doa adalah sarana kita untuk memanjatkan isi hati kita kepadaNya, dan pembacaan Alkitab adalah sarana kita untuk mendengar akan janji-janjiNya dan juga kehendakNya atas hidup kita. Tuhan sangat mengasihi setiap dari kita, dan Dia ingin agar kita menemukan sukacita penuh di dalam Dia dan bukan di dalam manusia lain.

“The best way to heal a broken heart is to give God all the pieces.”


INGAT BAHWA SEGALA SESUATU BUTUH PROSES

Ketika hati kita terluka, kita ingin luka itu hilang dengan sekejap. Maka itu bayak yang lari ke alkohol ketika suatu hal menyakitkan terjadi. Satu hal yang harus diingat, alkohol hanya akan membuat kita lupa akan kesakitan-kesakitan kita untuk sesaat; ketika efek alkohol itu hilang, kesakitannya akan tetap ada. Janganlah mengejar hal-hal yang hanya dapat “memulihkan” untuk sesaat, tetapi kejarlah hal-hal yang dapat memberikan pemulihan sejati, yaitu Tuhan.

Saya percaya Tuhan dapat memulihkan hati kita dengan sekejap. Namun, saya juga percaya Tuhan lebih suka mendidik dan memulihkan kita melalui sebuah proses. Kita seringkali berpikir bahwa berkat Tuhan akan datang setelah prosesnya selesai. Tetapi sesungguhnya, berkat Tuhan telah Dia sediakan di dalam proses itu sendiri. Percayalah pada setiap proses yang berasal dari padaNya; berjalanlah di dalam proses itu dengan sukacita. Seiringnya waktu, pasti akan ada pemulihan pada hatimu—“The healing might be found in the process.”

MENGAMPUNI SEPERTI KAMU TELAH DIAMPUNI

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu” (Efesus 4:32).

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Matius 6:14-15).

Kita seringkali ingin sembuh dari luka di hati kita, tetapi kita tidak ingin mengampuni orang yang telah membuat luka itu di hati kita. Namun sesungguhnya, kita tidak akan pernah dapat sungguh-sungguh sembuh dari luka itu jika kita menolak untuk mengampuni orang yang telah menimbulkan luka itu.

Saya mengerti bahwa rasanya sangatlah sulit untuk mengampuni orang-orang yang telah menyakiti kita. Satu hal yang dapat saya sarankan untuk menguatkan kita dalam mengampuni adalah untuk mengingat bahwa kita juga sudah diampuni terlebih dahulu. Kita juga sudah menyakiti hati seseorang, dan seseorang itu adalah Tuhan. Kita telah menyakiti hati Tuhan dengan perbuatan-perbuatan jahat kita di dalam hidup. Kita menyakiti Tuhan dengan memilih dosa kita dibandingkan Dia. Namun, Tuhan mengambil rupa sebagai manusia dan menyerahkan nyawaNya sebagai ganti nyawa kita. Dia menebus dosa kita, Dia mengampuni seluruh kesalahan kita, dan Dia masih rindu agar kita kembali padaNya.


Tuhan mengatakan bahwa kita telah diampuni olehnya, maka itu kita juga harus mengampuni orang lain. Tuhan telah memberikan contoh dalam mengampuni, marilah kita ikuti contoh tersebut. Tuhan mengajarkan kita untuk mengampuni bukan sekedar untuk kebaikan orang yang kita ampuni tersebut, melainkan lebih untuk kebaikan kita sendiri. Ketika kita berhasil mengampuni, berarti kita berhasil sembuh dari luka yang ada di hati kita.

“Forgiveness is the giving, and so the receiving, of life” – George Macdonald


Jika kalian suka dengan artikel Kristen / renungan Kristen hari ini, jangan lupa share dan add official line kami ya^^

Kalian juga dapat lihat artikel-artikel dan renungan-renungan terbaru lainnya dengan scroll terus ke bawah.

Have a nice day, God Bless!

Add official line account kami untuk mendapatkan artikel Kristen / renungan Kristen dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis renungan utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.

4 thoughts on “Memulihkan Hati Yang Disakiti Oleh Orang Yang Paling Kita Cintai

  1. Puji Tuhan, sungguh terberkati dengan tulisan ini.
    Semuanya sangat pas, bahkan sampe tanggal tulisan ini diterbitkan juga mengingatkan pada memori :”
    Tuhan Yesus memberkati kerja karya layan penulis. Ditunggu tulisan-tulisan menginspirasi lainnya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *