Mengapa Kita Mengeluh Tuhan Tidak Masuk Akal?

Posted on Posted in Others

Banyak orang yang kecewa dengan Tuhan karena merasa doa mereka tidak dijawab oleh Tuhan atau karena Tuhan tidak memberikan sesuai dengan permintaan mereka. Saya yakin setiap dari kita pernah ada di posisi ini, temasuk diri saya sendiri. Namun setelah saya semakin mengenal Tuhan, saya semakin sadar bahwa saya tidak layak untuk kecewa kepadaNya dan saya tidak memiliki satu pun alasan untuk kecewa kepadaNya.

Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?”

Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan– justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan, yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain, seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: “Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih.” (Roma 9:20-25)

Ada dua hal yang dapat kita pelajari melalui ayat ini:

-Kita bagaikan tanah liat, dan Tuhan bagaikan tukang periuknya

Sebenarnya kita dibentuk oleh Tuhan dan untuk kemuliaan Tuhan, tetapi kita seringkali berpikir bahwa Tuhan ada untuk memenuhi apa yang kita inginkan. Coba bayangkan menggunakan imajinasimu: jika kamu membentuk sesuatu dari segumpal tanah liat, lalu tanah liat tersebut marah kepadamu dan memaki-makimu karena dia merasa dibentuk tidak sesuai dengan yang dia inginkan, apa yang akan kamu lakukan? Kemungkinan besar, kamu akan memusnahkan tanah liat tersebut bukan?

Kita seringkali berpikir bahwa Tuhan sangatlah tidak masuk akal karena Dia menghukum orang-orang yang suka berbohong, hidup dalam hawa nafsu, dan sombong (orang-orang yang memberontak kepadaNya). Tetapi sesungguhnya jika kita pikir-pikir lagi, itu merupakan hal yang sangat masuk akal. Dia telah menciptakan manusia, manusia malah memberontak, jadi …manusia mendapat hukuman—masuk akal. Mari saya beritahukan apa yang sebenarnya tidaklah masuk akal pada poin kedua.


-Manusia sudah memberontak kepada Tuhan dan hidup di dalam dosa, tetapi respon Tuhan bukanlah menghancurkan mereka, melainkan turun ke dunia untuk menebus dosa mereka. Coba pikirkan baik-baik, betapa tidak masuk akalnya yang Tuhan lakukan untuk manusia. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan melakukan itu semua karena Dia mengasihi manusia.

Pada Roma 9 tersebut dijelaskan bahwa kita adalah makhluk-makhluk yang seharusnya menerima kebinasaan, tetapi Tuhan menahan murkaNya dan menggantikannya dengan kasihNya. Tuhan bukan hanya meneriakkan kabar perdamaian dari Surga, melainkan Dia turun sendiri membawa perdamaian tersebut—sehingga barangsiapa mau percaya dan berdamai dapat memperoleh keselamatan.

Jika muncul sebuah waktu di dalam hidup kalian dimana kalian merasa kecewa kepada Tuhan dan merasa jalan pikir Tuhan tidaklah masuk akal, saya ingin kalian mengingat kembali siapa Tuhan kita. Dia bukanlah Tuhan yang jahat, melainkan Tuhan yang baik. Dia tidak masuk akal bukan karena Dia membiarkan hal-hal buruk terjadi di dalam hidupmu, tetapi Dia tidak masuk akal karena Dia telah menyelamatkanmu dimana seharusnya kamu menerima kebinasaan.

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:8-9)


Jika kalian suka dengan artikel Kristen / renungan Kristen hari ini, jangan lupa share dan add official line kami ya^^

Kalian juga dapat lihat artikel-artikel dan renungan-renungan terbaru lainnya dengan scroll terus ke bawah.

Have a nice day, God Bless!

Add official line account kami untuk mendapatkan artikel Kristen / renungan Kristen dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis renungan utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *