Mengapa Kita Perlu Membaca Alkitab?

Posted on Posted in Uncategorized

Mengapa kita perlu membaca Alkitab?

Mungkin beberapa dari kalian pernah menanyakan hal itu kepada diri anda sendiri. Alkitab adalah sebuah buku yang sangat rumit—sulit untuk dimengerti. Saya juga terkadang merasa seperti itu; ketika saya duduk membaca Alkitab, saya benar-benar tersesat tidak mengerti apa inti dari ceritanya. Kita memiliki pendeta pada hari Minggu untuk menjelaskannya bukan? Maka untuk apa membacanya lagi sendiri di rumah untuk pusing tujuh keliling?

Nah, saya akan memberikan 3 alasan mengapa membaca Alkitab sendiri di rumah merupakan suatu hal yang penting:

 

  1. Alkitab memperlengkapi mu untuk menjalani hidup ini.

Setiap hari kita hidup di dunia yang mengatakan bahwa uang adalah segala nya, diri sendiri adalah hal paling penting, dan kesenangan duniawi adalah sumber kebahagiaan. Kita diserang dengan pikiran-pikiran duniawi dari Senen hingga Minggu, dan jujur saja mendengar Firman Tuhan dua jam saja pada hari Minggu tidaklah cukup. Menurut pengalaman saya, membaca Alkitab setiap hari sebelum tidur secara tidak sadar menambah kekuatan dan keteguhan iman saya. Firman Tuhan lah yang mengingatkan kepada saya setiap hari bahwa hidup sesungguhnya adalah tentang Yesus Kristus, hidup bukanlah untuk diri sendiri tetapi untuk melayani orang lain, dan sukacita dari Tuhan melebihi segala ‘sukacita’ yang dunia tawarkan.

“Ambillah ketopong keselamatan serta pedang Roh, yaitu firman Allah” (Efesus 6:17).

“Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4).

Mungkin ketika membaca Firman Tuhan, kita tidak terlalu paham aka nisi nya; tetapi percayalah, setiap kali kita membaca nya, sebuah bibit sesungguhnya tertanam di dalam hati kita, yang pada akhirnya akan bertumbuh dan berbuah.

 

  1. Bagaimana cara anda tau bahwa pendeta anda tidak berbohong kepada anda?

Pada Raja-raja 13 terdapat sebuah kisah yang sangat menarik. Saya ingin anda membuka Alkitab anda dan membaca nya terlebih dahulu sebelum melanjutkan.

Raja-raja 13 menceritakan tentang seorang hamba Allah yang diperintahkan oleh Allah untuk melanjutkan perjalanan tanpa ke rumah siapa pun untuk makan dan minum. Maka ketika raja Yerobeam menawarkannya untuk makan dan minum, ia menolaknya. Tetapi lalu ia bertemu dengan orang lain yang mengatakan, “aku adalah hamba Allah juga, dan melalui malaikat-Nya, ia menyuruhku untuk membawa mu pulang untuk makan dan minum.” Hamba Tuhan tersebut percaya dan mengikutnya untuk makan dan minum. Tetapi setelah ia makan dan minum, dituliskan bahwa Tuhan marah karena ia tidak mendengarkan perintah Allah, sehingga hamba Tuhan ini mati dimakan seekor singa.

Wow, cukup keras bukan. Francis Chan, seorang Pastor di San Fransisco mengatakan: “Bagaimana kau tau bahwa saya tidak membohongi kalian semua, jika kalian tidak pernah membaca Alkitab sendiri? Saya bisa memutar balikkan kenyataan di Alkitab dan kalian tidak akan tau, jika kalian tidak pernah membacanya sendiri.”

Bacalah Alkitab, mungkin memang terkadang Alkitab sulit untuk dimengerti; maka itu kita berdoa sebelum membacanya—meminta Tuhan untuk memberikan kita hikmat untuk mengertinya. Jika anda membacanya dan tidak mengerti, tidak apa-apa. Yang membuat kita dapat mengerti bukanlah hikmat manusia, melainkan Tuhan sendiri. Jadi tetaplah membaca dan meminta penyertaan Tuhan dalam mengerti perintah-perintah-Nya.

 

  1. Alkitab adalah sumber pengenalan akan Tuhan.

Anggap saya menyukai seorang wanita bernama Karen. Saya bertanya kepada teman-teman Karen tentang dirinya; lalu jawab mereka: “ohhh dia suka bermain basket, dia suka sekali makan ikan, dia tidak suka minum teh, dan seterusnya.”

Itu semua adalah cara yang baik untuk semakin mengenal tentang Karen. Tetapi jika saya sungguh ingin mengenal Karen, maka cara terbaik adalah untuk menghabiskan waktu bersama Karen—mungkin dengan pergi makan bersama atau dengan mengobrol melalui chat di hp. Semakin saya menghabiskan waktu bersama Karen, maka semakin saya mengenal seperti apa kepribadian Karen, dan juga apa yang Karen suka dan tidak suka. Teman-teman nya mungkin mengatakan bahwa Karen tidak menyukai teh, tetapi Karen ternyata hanya tidak menyukai teh pahit. Teman-teman nya mengatakan bahwa Karen menyukai basket, tetapi ternyata Karen lebih menyukai bermain sepak bola.

Mendengarkan kotbah pendeta adalah hal yang baik. Namun, jika engkau sungguh ingin memiliki sebuah hubungan personal dengan Tuhan, sisihkanlah waktu mu untuk duduk dan membaca Firman Tuhan. Habiskanlah waktumu untuk mendengarkan Firman-Nya dan berdoa kepada-Nya—bagaikan sebuah percakapan dengan seseorang yang kau kasihi.

“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10:17).