Menghadapi Kekecewaan Kepada Seorang Sahabat

Posted on Posted in Forgiveness, Relationship

Luka yang dibuat oleh seorang teman dapat menyakiti kita jauh melebihi luka yang dibuat oleh seorang musuh. Luka yang dibuat oleh seorang teman biasanya akan sangat lama untuk pulih, dan bahkan terasa tidak akan pernah tertutup sepenuhnya. Luka yang dibuat oleh seorang teman adalah luka yang tidak pernah kita sangka, mungkin itu yang membuatnya lebih menyakitkan.

Terkadang kita merasa tidak ada orang yang dapat mengerti betapa perihnya rasa sakit dan kekecewaan yang diakibatkan oleh sahabat kita. Namun sesungguhnya, juruselamat kita juga telah mengalami hal yang sama dengan kita: Juruselamat kita juga ditolak dan dikecewakan, bahkan oleh sahabatnya sendiri.

Petrus adalah salah satu sahabat akrab Yesus. Dia sudah ikut dalam pelayanan Yesus sejak awal, dia adalah murid pertama yang mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan, dan dia adalah salah satu dari tiga murid yang melihat kemuliaan Yesus di atas gunung pada Matius 17.

Namun, ketika Yesus sedang ditangkap, Petrus menyangkal Yesus tiga kali. Ia menolak untuk mengakui bahwa ia adalah seorang teman Yesus demi menyelamatkan dirinya sendiri.

“Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea.”

Tetapi Petrus berkata: “Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan.” Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.

Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.”

Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

(Lukas 22:54-62)

 

Juruselamat kita mengerti rasanya dikhianati, dikecewakan, dan ditinggalkan oleh seorang sahabat.

Kita seringkali ada di posisi yang sama seperti Yesus, tetapi sesungguhnya kita juga seringkali berada di posisi Petrus.

Terkadang kita dikecewakan oleh teman kita, tetapi sesungguhnya kita juga seringkali mengecewakan teman kita.

Namun, saya ingin mengajak kita untuk mencontoh Yesus dalam menghadapi ini semua. Dunia mengajarkan kita untuk menjadi pahit dan menjadi waspada di dalam berteman. Tetapi Yesus mengajarkan kita untuk tetap mengasihi mereka yang telah mengecewakan kita. Setelah Yesus disalib dan bangkit, ia tidak menunggu Petrus untuk mendatangi-Nya dan meminta maaf kepada-Nya. Tetapi justru Dia yang mendatangi Petrus dan memberikan pengampunan yang selama ini Petrus butuhkan.

Memang tidak mudah untuk mengampuni seorang teman yang telah mengkhianati kita. Tetapi Tuhan telah mengampuni kita dan tidak berhenti mencintai kita, meskipun kita terus menerus menolaknya dan mengkhianatinya di dalam hari-hari kita. Kunci satu-satu nya untuk pulih dari luka yang diciptakan oleh teman kita adalah kasih Yesus kepada diri kita; dan kunci satu-satu nya untuk memulihkan luka yang kita ciptakan di hati teman kita adalah kasih kita kepadanya yang bersumber dari Tuhan Yesus Kristus.

2 thoughts on “Menghadapi Kekecewaan Kepada Seorang Sahabat

Comments are closed.