Penjala Manusia

Posted on Posted in Uncategorized

Pada Matius 4:19, Yesus mengatakan kepada Simon Petrus: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Matius 4:19).

Ini adalah awal mula kisah Simon Petrus mengikut Yesus. Yesus memerintahkan Petrus untuk meninggalkan pekerjaan nya sebagai penjala ikan untuk menjadi penjala manusia. Mungkin ketika kita membaca kalimat tersebut, kita akan sangat bingung dengan maksud dari penjala manusia. Tetapi setelah membaca keterusan dari kisah Petrus, kita semakin mengerti apa yang dimaksudkan Yesus sebagai penjala manusia; Simon Petrus akhirnya menjadi seorang pemimpin pergerakan Kristen dan memenangkan banyak jiwa untuk Tuhan. Inilah yang dimaksudkan Yesus bahwa Ia akan menjadikan Simon Petrus “penjala manusia.”

Yang menarik nya, pada Matius 17:24-27, diceritakan bahwa seorang pemungut pajak bertanya kepada Petrus, apakah gurunya (Yesus) membayar pajak? Petrus menjawab dengan tegas, “ya.”

Ketika Petrus masuk ke dalam rumah, Yesus langsung bertanya kepada Petrus:

“Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”

Setelah itu Yesus memerintahkan Petrus untuk memancing ke danau. Yesus menegaskan untuk Petrus membuka mulut ikan pertama yang ia tangkap, dimana ia akan menemukan uang untuk membayar pajak.

Saya menemukan dua kisah ini sangatlah menarik. Kisah pertama menceritakan bagaimana Yesus mengajak Petrus untuk mengikut-Nya dan menjadi penjala manusia. Sedangkan pada kisah kedua, Yesus memerintahkan Petrus untuk memancing seekor ikan yang berisikan uang yang cukup untuk membayar pajak.

Yesus tidak mengatakan kepada Petrus untuk menangkap banyak ikan dengan menggunakan jala dan mengambil uang di setiap mulut ikan. Yesus hanya memerintahkan Petrus untuk memancing satu ekor ikan, untuk mendapatkan uang yang cukup.

Matius 28:19, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Markus 16:15, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Seringkali di dalam hidup kita, kita malah memiliki prinsip hidup yang terbalik. Kita mencoba menjadi seorang penjala uang, dan menjadi seorang pemancing manusia.

Kita menaruh focus dari hidup kita untuk menjadi seorang yang kaya, dan kita lupa bahwa yang Tuhan inginkan adalah kita untuk menjadi saksi nya di dunia ini. Banyak sekali orang Kristen yang sejujurnya tidak memikirkan tentang tetangganya yang belum mengenal Kristus. Kita lebih memikirkan bagaimana kita bisa memiliki hidup yang enak dan nyaman dibandingkan bagaimana untuk menolong orang-orang yang belum mengenal Kristus.

Kita seringkali berpikir bahwa mengabarkan injil Kristus ke orang-orang adalah tugas pendeta; ktia sebagai jemaat biasa tugasnya hanyalah ke gerja setiap hari Minggu. Saya tidak tau, ketika saya membaca Alkitab, saya tidak dapat melihat bahwa “menjadi seorang jutawan yang ke gereja setiap Minggu” adalah apa yang Yesus maksud dari “ikutlah Aku.”

Ketika saya membaca Alkitab, pengikut-pengikut Yesus adalah orang-orang yang luar biasa. Mereka tidak peduli soal kekayaan, kenyamanan, kesehatan… Yang mereka pedulikan hanyalah hidup untuk Yesus Kristus, untuk mengabarkan inijil dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus.

 

Saya mengatakan ini semua bukan untuk men-judge siapa-siapa. Saya mengatakan ini semua untuk mengingatkan kita para jemaat gereja, termasuk diri saya sendiri—untuk menaruh fokus kembali kepada apa yang penting. Marilah kita menggunakan jala kita sesuai dengan apa yang Kristus kehendaki—menjadi seorang penjala manusia dan memenangkan jiwa-jiwa untuk Tuhan.

God Bless!