Pentingnya Menyampaikan Kebenaran Penuh kepada Anak-anak

Posted on Posted in Others

Pelayanan pertama saya sebelum saya menjadi seorang pembicara atau pun penulis adalah Guru Sekolah Minggu. Ya, mengajar anak-anak tentang kisah-kisah Alkitab adalah pelayanan pertama yang saya lakukan untuk Tuhan. Hari ini saya ingin mengingatkan bahwa mengajarkan Firman Tuhan kepada anak-anak sama pentingnya dengan mengajarkan Firman Tuhan kepada orang-orang dewasa yang sudah bekerja. Kita harus menanam bibit kebenaran kepada anak-anak sejak mereka masih muda. Saya tidak ingin mereka bernyanyi untuk Tuhan ketika masih kecil, tetapi mereka meninggalkan Tuhan setelah mereka besar nantinya.

Kalian yang pernah mengajar Sekolah Minggu atau mengikuti Sekolah Minggu pasti sadar bahwa gambar Nuh dengan bahtranya yang berisikan binatang-binatang dapat ditemukan dimana-mana. Kita dapat melihat Nuh, anak-anak Nuh, dan binatang-binatang yang tersenyum di dalam bahtra tersebut. Kita sebagai guru sekolah Minggu seringkali menunjukkan gambar ini kepada anak-anak sambil mengajarkan mereka tentang kisah bagaimana Tuhan menyelamatkan Nuh dari banjir besar yang melanda dunia. Namun, kita seringkali membuang kebenaran dari sisa ceritanya—kita tidak mengatakan akan kebenaran bahwa ratusan juta manusia telah memberontak kepada Tuhan, sehingga ratusan juta manusia yang tidak masuk ke dalam bahtra Nuh tersebut mati oleh karena banjir tersebut.


Dengan hanya menceritakan tentang peyelamatan Nuh beserta keluarganya, dan tanpa menceritakan kisah kematian manusia-manusia yang telah memberontak, kita telah memberikan sebuah pesan yang berbau “Hyper Grace” kepada anak-anak kita. Kita harus memberitahukan kepada anak-anak kita bahwa Tuhan adalah Tuhan yang mengasihi dan menyelamatkan umat-Nya, tetapi Dia juga adalah Tuhan yang akan menghukum mereka yang lebih mencintai dosa daripada diri-Nya. Anak-anak kita harus mengetahui bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai penyelamat kita, tetapi Dia akan datang kedua kali sebagai hakim atas mereka yang tetap mencintai dosa-dosa mereka.

Jadi ketika kita hendak menceritakan kepada anak-anak tentang kisah Alkitab, jangan mengurangi pelajaran yang Tuhan ingin sampaikan, tetapi pikirkanlah ini:

  • Pesan apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada manusia melalui Firman ini?
  • Bagaimana caranya agar kita dapat membuat cerita ini tidak kehilangan artinya, tetapi dapat diterima oleh anak-anak yang masih kecil.

Berdoalah kepada Tuhan agar Dia memberikan kamu kebijakan dalam berkata-kata untuk menyampaikan pesan-Nya kepada anak-anak. Mari kita tanamkan bibit iman yang benar kepada anak-anak kita, bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh dengan kasih karunia dan juga kekudusan.

“All Scripture is God-breathed and is useful for teaching, rebuking, correcting and training in righteousness, so that the servant of God may be thoroughly equipped for every good work” (2 Timothy 3:16-17).

2 thoughts on “Pentingnya Menyampaikan Kebenaran Penuh kepada Anak-anak

  1. Didalam Tuhan Yesus TIDAK ADA PENGHUKUMAN,lewat salib Yesus penghukuman manusia sdh ditanggung sekali berlaku utk selamanya,Yesus Kristus adalah Kasih ,bagaimana Dia dapat menghukum ? ,murka Allah sudah ditanggung olehNya ,yang seharusnya manusia yg seharusnya dimurkai oleh Allah.

    Sangat berbahaya mengajarkan anak anak ,bahwa Tuhan Yesus selain mengasihi juga bisa menghukum,hal ini membuat anak anak akan menjauh dan menghindari Yesus ,karena tidak ada seorangpun yang tidak bisa berbuat salah selama hidupnya ,Jaman perjanjian lama Allah digambarkan seperti itu karena kedegilan manusia pada jaman itu akan tetapi kita hidup pada jaman perjanjian baru ,Tuhan Yesus sudah menebus semua dosa dan kesalahan manusia.

    Kalau masih berpikir bahwa Tuhan Yesus Kristus masih suka menghukum ,apa artinya Dia mati dikayu salib ? (Berarti kita menyangkal kuasa salibNya).

    Dia adalah kasih ,tidak suka menghukum (bukan sifat manusia).

    Apabila anak anak berbuat kesalahan yang menghukum bukan Yesus,tetapi dosanya sendiri yang mengakibatkan penghukuman itu .
    Sebaiknya jgn mengajarkan anak anak hal hal yang membuat mereka berpandangan ,Tuhan Yesus suka menghukum ,yg kebenarannya bukanlah demikian ,Roma 6 .

    1. Halo Sen Sen, terima kasih untuk commentnya.
      Betul dosa-lah yang mengakibatkan penghukuman kepada manusia. “Karena begitu besar kasih Allah maka Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal, barangsiapa yang PERCAYA kepadaNya akan memperoleh hidup kekal dan tidak binasa” (Yohanes 3:16). Dikatakan berkali-kali di Alkitab yang menjelaskan bahwa barangsiapa tidak mau percaya dengan Yesus sungguh-sungguh dan tetap di dalam dosa akan menerima penghukuman pada akhirnya. Betul kita sebagai manusia pasti akan tetap melakukan kesalahan-kesalahan, tapi yang sungguh mengenal Yesus tentu akan terus bertumbuh berjalan menuju Yesus dan meninggalkan dosa-dosa mereka.
      2 Timotius 8 mengatakan:
      Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng……”
      Roma6 memang seringkali digunakan sebagai ayat untuk mendukung HyperGrace. Jangan sampai definisi kasih karunia kita diburamkan dengan doktrin HyperGrace yang mengatakan sudah tidak akan ada penghukuman bagi manusia yang masih memilih dosa-dosanya dibanding Yesus hingga akhir hidupnya^^ Ingat Yesus sendiri yang mengatakan akan ada jalan sempit menuju surga dan sdikit yang masuk ke dalamnya, tetapi ada jalan lebar menuju neraka dan banyak yang masuk ke dalamnya.

      Kamu bisa add official line kami untuk ngobrol-ngobrol lebih lanjut. Have a nice day, God Bless!

Comments are closed.