Pertanyaan Terbesar di Dalam Hidup Kita

Posted on Posted in Hope, Jesus, Love

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” (Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?”) Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.

(Yohanes 21:15-17).

Teman-teman, ini mungkin adalah pertanyaan terbesar yang Petrus pernah terima di dalam hidupnya, “Apakah engkau mengasihi Aku?”

Dan saya percaya ini juga adalah pertanyaan terbesar di dalam hidup setiap dari kita, “Apakah engkau mengasihi Aku?”

“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu” (Ulangan 6:5).

“Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu’” (Matius 22:37).

Alkitab mengatakan baik di perjanjian lama dan perjanjian baru, perintah tertinggi adalah untuk mencintai Tuhan kita dengan segenap hati kita. Kekristenan ini bukanlah tentang memenuhi segala macam aturan, melainkan tentang mengasihi Tuhan yang telah menyelamatkan kita dari dosa dan telah memberikan kita hidup.


Nick Vujicic pernah mengatakan: “It is not a to do thing, it is a love thing.”

Tuhan tidak pernah memintamu untuk menjadi robot yang melakukan segala yang Dia inginkan, Dia adalah Tuhan, Dia bisa melakukan apa pun sendiri dan jauh lebih baik darimu. Namun yang Tuhan inginkan adalah untuk memiliki hubungan kasih denganmu—sebuah hubungan layaknya ayah dengan anaknya.

Ya, kita seringkali gagal mengasihi Tuhan. Kita seringkali mengatakan bahwa kita akan komit memberikan segalanya untuk Tuhan, tapi kita menemukan diri kita jatuh ke dalam dosa di tengah perjalanan kita. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita ketika kita terjatuh. Di dalam Yohanes 21, Tuhan menampakkan diri kepada Petrus dan memberikan pertanyaan terbesar di dalam hidupnya setelah Petrus menyangkal Yesus tiga kali. Yesus tidak meninggalkan Petrus ketika dia gagal, melainkan Dia datang kepada Petrus dan mengangkatnya kembali berdiri.

When we are faithless, He is still faithful!

Tuhan tidak pernah meninggalkanmu, dan yang Dia inginkan hanyalah hatimu. Kedisiplinan kita, fokus kita, dan kebaikan kita tidak akan pernah dapat mengalahkan dosa kita; kekuatan kita hanya ditemukan melalui hubungan cinta kasih kita dengan Yesus Kristus.

“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:37-39).

Jadi teman-teman, apa jawabanmu terhadap pertanyaannya Tuhan?

“Apakah engkau mengasihiku?”

Jika kalian suka dengan renungan hari ini, jangan lupa share dan add official line kami ya^^

Have a nice day, God Bless!

Add official line account kami untuk mendapatkan renungan dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.