Siapakah Kita Di Dalam Kisah Daud Dan Goliat?

Posted on Posted in Hope, Others

Saya yakin kita semua mengenal kisah Daud dan Goliat—kisah bagaimana seorang gembala domba bertubuh kecil berhasil mengalahkan seorang panglima perang bertubuh raksasa. Mungkin kalian diajarkan bahwa kisah ini adalah sebuah ilustrasi tentang bagaimana kita dapat mengalahkan raksasa-raksasa di hidup kita dengan bantuan Tuhan, seberapa pun besarnya raksasa yang menghadang hidup kita. Namun, bagaimana jika sesungguhnya ada pesan yang lebih luar biasa dari kisah ini yang mungkin tidak pernah kita sadari sebelumnya?

Sebelum saya melanjutkan, saya ingin mengingatkan kita bahwa tokoh utama dari Alkitab, bukanlah kita para manusia, melainkan tentang seorang juruslamat bernama Kristus Yesus. Kita seringkali menempatkan diri kita sebagai Daud, seolah-olah kita lah pahlawan dari cerita ini. Kita mengambil lima batu dan sebuah ketapel, lalu maju menghadapi raksasa-raksasa di hidup kita dengan berani. Kita menghadapi raksasa yang dinamakan penyakit, raksasa yang dinamakan kegagalan, dan raksasa yang dinamakan adiksi. Terkadang oleh bantuan Tuhan, kita berhasil mengalahkan raksasa-raksasa tersebut; tetapi terkadang kemenangan tidak kian datang, dan rasanya raksasa tersebut masih berdiri tidak terkalahkan. Tetapi bagaimana jika sesungguhnya, kita bukanlah pahlawan di cerita ini, kita bukanlah Daud dari cerita ini. Bagaimana jika Yesus lah pahlawan pemberani itu, Yesus lah Daud yang menghadapi Goliat untuk kita. Karena mungkin sesungguhnya, selama ini kita hanyalah rakyat Israel yang tidak berdaya—rakyat Israel yang bahkan terkadang bersungut-sungut dan tidak percaya kepada Daud yang maju berperang.

Sesungguhnya, Yesus telah datang untuk mengalahkan raksasa terbesar kita yang bernama dosa dan maut. Ia maju berperang, karena tidak ada satu pun dari kita yang dapat berdiri menghadapinya. Yesus lah yang mengambil lima batu dan sebuah ketapel untuk maju berperang menggantikan kita yang tidak berdaya. Pada akhir cerita, Daud menang, dan Goliat dikalahkan. Dan sesungguhnya hari ini, Yesus sudah menang; dosa dan maut sudah dikalahkan—kita semua yang ada di dalam-Nya telah menjadi bebas, seperti rakyat Israel yang sudah menjadi bebas dari cengkraman musuh-musuh mereka.

 

(2 Timothy 1:9-10).

“He has saved us and called us to a holy life—not because of anything we have done but because of his own purpose and grace.

This grace was given us in Christ Jesus before the beginning of time, but it has now been revealed through the appearing of our Savior, Christ Jesus, who has destroyed death and has brought life and immortality to light through the gospel.”