Rumah Tuhan dan Rumah Sendiri, Manakah Yang Terlebih Dahulu Dibangun?

Posted on Posted in Others

Shallom sodara, dalam sharing kali ini saya akan memberitahu kepada anda apa itu rumah Tuhan dan apa itu rumah kita? Rumah bukan berarti property yang kita huni sekarang, melainkan lebih kepada apa itu berkat kita , dan siapa yang memberi berkat tersebut. Saya mengambil dari 1 cerita dari alkitab, mari kita buka ayatnya sebagai berikut :

Hagai 1:1-11 “ ‘Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya: (2)  “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!” (3) Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: (4) “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan? (5) Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! (6) Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! (7) Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! (8) Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN. (9) Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. (10) Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya, (11) dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha.” “

            Nah saudara, dari cerita di atas Tuhan berkata bahwa semakin hari semakin orang di berkati semakin juga orang sibuk atas berkat yang telah di beri kepada mereka. Melalui ayat di atas, telah terbukti bahwa semuanya SIA-SIA, mengapa demikian? Karena kita hanya sibuk dengan apa yang kita miliki dan juga apa yang kita punya di dunia ini, atau bisa kita bilang sesuatu yang bisa di lihat sesuatu yang real. Namun kita lupa dengan siapa yang memberikan itu semua. Tetapi ada saja orang yang berkata ‘Tapi kan saya sudah ke gereja tiap minggu?’ , yes itu benar, ke gereja hari minggu itu pasti, tetapi apakah kita ke gereja itu sebagai rutinitas, ngabsen pelayanan, ato mencari jodoh? Yang benar adalah kita ke gereja setiap hari minggu untuk membangun hubungan kita dengan Tuhan, haus akan FirmanNya untuk membangun rumah Dia di dalam kita.

Namun apakah cukup hanya hari minggu saja ? Tidak cukup sodara, kalau kita hanya membangun rumah kita di hari minggu untuk absen di gereja, rumah Tuhan akan tetap menjadi reruntuhan, mengapa? Karena hubungan pribadimu dengan Tuhan tidak akan berkembang, dan ujung-ujungnya, rumah Tuhan tidak engkau bangun dengan fondasi yang kuat. Tetapi kita butuh saat teduh dengan Dia dan tetap berdoa tidak hanya di hari Minggu.  Saya tidak bilang kita harus ke gereja setiap hari, dari senin-minggu, tetapi sudahkah anda mengutamakan Dia di setiap aspek kehidupan mu sehari-hari ? kita ambil contoh, sebelum dan sesudah tidur, apakah anda tekun berdoa? ‘Tekun kak, setiap hari saya berdoa’, well bagus dan sudah seharusnya. Sekarang apakah Sebelum makan, apakah engkau berdoa? ‘tergantung lauk kak’ , begini nih yang susah untuk bersyukur atas apa yang sudah di berikan, tapi saya percaya anda yang sedang membaca  pasti selalu berdoa sebelum makan apapun lauknya. Kita kembali lagi, saya tidak berkata kita harus ke gereja setiap hari, tetapi kita harus mengutamakan Tuhan, membangun rumahNya sehari-hari dengan TULUS bukan dengan SIKLUS.

Jika anda mengutamakan Tuhan dengan TULUS, maka anda berdoa mau pada saat keadaan anda sedang duka ataupun suka, anda tetap bersyukur dan tetap membangun rumah Tuhan. Tetapi jika anda mengutamakan Tuhan dengan SIKLUS, anda akan tetap berdoa seperti biasa tetapi anda berdoa hanya sesuai dengan keadaan anda, jika keadaan anda sedang baik, ya anda berdoa bersorak-sorai memuji Tuhan dengan sangat kencang, tetapi ketika anda sedang tidak baik keadaan nya, maka anda tidak ada semangat untuk membangun rumah Tuhan atau yang parahnya adalah menyalahkan Tuhan atas keadaan anda dan ujung-ujungnya hanyalah sia-sia. Dan bisa di bilang anda mencari Tuhan ketika sedang butuh saja, dan tidak tulus untuk membangun rumah Tuhan, bisa di bedakan ya ?

Ingat Jika anda terlalu sibuk dengan rumahmu sendiri seperti jabatan, materi, pekerjaan, ataupun teman2 sekalian dan kalian sedang enjoy dengan rumahmu itu dan anda lupa untuk membuat hubungan dengan siapa yang memberikan itu semua terlebih lagi lupa membangun rumah Tuhan, ujungnya hanya sia-sia. Karena engkau tidak akan pernah ada rasa puas di dalam hati anda atau tidak ada rasa bersyukur, karena anda mendapat upah atau materi untuk masuk ke kantong yang berlubang yang di akibatkan oleh rumah Tuhan mu sendiri kau biarkan runtuh. Mari kita lihat firman Tuhan berikut :

Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Dari ayat di atas, Tuhan berkata carilah dulu Kerajaan Allah, bangun dulu Rumah Tuhan maka semuanya itu akan di tambahkan melebihi apa yang kita pikirkan. Apa yang di tambahkan? Bahan-bahan untuk membuat rumahmu sendiri melebihi dari apa yang kita pikirkan. Jika memang engkau terlalu sibuk dengan mu, dan ketika Tuhan ingin datang memberikan sesuatu yang lebih kepadamu, Tuhan mau tinggal dimana sedangkan engkau lupa untuk membangun Rumah Tuhan, kita buka ayat alkitab lagi, sebagai berikut :

Yesaya 66:1 “Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?”

Dari ayat di atas, Tuhan Allah-mu mau engkau tempatkan dimana jika engkau lupa untuk mencari bahan-bahan untuk membangun rumah Tuhan sedangkan engkau sendiri sibuk mencari bahan-bahan rumah untuk rumah mu sendiri?

Bukan kah dengan engkau mencari bahan-bahan untuk membangun rumah Tuhan, ketika Dia hadir, Dia akan memberikan bahan-bahan yang extra dan melimpah untuk membangun rumahmu sendiri itu ? Sodara, ingat rumah mu bisa hancur tertimpa angina, tetapi rumah Tuhan itu merupakan janji, dan Tuhan Yesus Allah kita yang hidup tidak akan mengingkari janjiNya kepada setiap umat nya yang menaruh harapan atasNya, yang mengutamakan rumah Tuhan terlebih dahulu. Jika engkau membangun rumah Tuhan, Dia tidak akan pernah berhenti untuk memberikan bahan-bahan banguna untuk membangun rumah mu sendiri untuk selama-lamanya, seperti cerita dari ayat berikut :

1 raja-raja 9:1-3 “Ketika Salomo selesai mendirikan rumah TUHAN dan istana raja dan membuat segala yang diinginkannya, (2) maka TUHAN menampakkan diri kepada Salomo untuk kedua kalinya seperti Ia sudah menampakkan diri kepadanya di Gibeon. (3) Firman TUHAN kepadanya: “Telah Kudengar doa dan permohonanmu yang kausampaikan ke hadapan-Ku; Aku telah menguduskan rumah yang kaudirikan ini untuk membuat nama-Ku tinggal di situ sampai selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.”

Sodara, dari cerita salomo diatas telah menjelaskan, salomo membangun rumah Tuhan dan berdoa untuk apa saja yang diinginkannya, ketika Tuhan tahu salomo mendirikan rumah Tuhan terlebih dahulu, maka Tuhan menyertai salomo dan segala doa nya untuk sepanjang masa. Memang kita sering sibuk dengan rumah kita sendiri, dengan alesan jika kita mendirikan rumah Tuhan terlebih dahulu , kita akan kedinginan sebab rumah kita sendiri belum kita bentuk.

Dan mungkin kita malu untuk membangun rumah Tuhan dengan alesan ‘kan harus berdua atau bertiga orang berkumpuk dalam nama Tuhan, disitu Yesus hadir kak, lah kalau saya sendiri bagaimana bisa mengundang Roh kudus?’ , memang ad ayat itu dan memang benar ada ayatnya di Matius 18:20, tetapi sebenarnya kita tidak pernah sendiri sodara, kita perlu saat teduh dimana kita harus memuliakan Tuhan dengan tubuh kita sendiri, sebab di dalam diri kita ada roh kudus, karena diri kita 1 per 1 telah di bayar olehNya, dan kita harus memuliakan Tuhan, membangun rumah Nya walaupun sendiri itu sangat perlu dan penting, mari kita lihat ayat itu sebagai berikut :

1 Korintus 6:19-20 “… (19)Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? (20) Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

Dari ayat diatas sudah terbukti kan bahwa kita bukan hanya milik sendiri, karena kita telah di beli dan harga nya sudah lunas di bayar oleh Tuhan, maka muliakanlah Allah , bangunlah RumahNya. Tubuh kita ini adalah roh kudus, jadi dimanapun kita berada, kita tidak akan pernah sendirian sebab ada Roh Kudus di dalam diri kita sodara.

Ketika kita sedang sendiri dan ada di dalam masalah bahkan hati kita sedang tidak baik atau remuk , ketika kita sedang berada di titik dimana tidak ada orang yang bisa membantu, dan kita tahu hanya Dia satu-satu nya jalan untuk melewati masalah tersebut, dengan berserah kepadaNya. Mari kita lihat ayat berikut :

Matius 18:20 “Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.”

Dia dekat dengan orang-orang yang remuk hatinya yang sedang ada masalah, Dia lah Jalan untuk menghidupkan orang-orang yang remuk hatinya, all we have to do is berlutut dan berserah kepadaNya karena Dia lah Jalan kebenaran dan hidup, seperti di sharing saya sebelumnya (bisa di baca di sharing-sharing sebelumnya),  ketika kita mengikuti Dia, kita tidak akan mendapatkan jalan untuk mendapatkan solusi, tetapi Dia adalah Jalan, HE IS THE WAY.

Ingat saudara utamakan dahulu rumahNya , jangan sibuk dengan rumah kita sendiri. Karena rumah kita hanya sementara untuk hidup ini, tetapi rumahNya akan selalu menyertai rumah kita di hidup sekarang dan untuk kehidupan lain dan bersifat kekal. Tetapi jangan juga kita melupakan rumah kita yang di kehidupan sekarang, dengan menantang ‘mana, saya sudah ke gereja setiap hari, kok hidup gini-gini aja’ , Jika anda bekerja atau bisnis percayalah Tuhan tau waktu yang tepat untuk membangun rumah anda tetapi jika anda tidak bekerja dan hanya mengharapkan pelayanan seperti fulltime singer, WL, usher atau apapun itu selain pendeta , mengapa? Karena pendeta itu pekerjaan Allah, dan hanya orang terpanggil saja yang akan bisa menjalaninya.

1 hal yang saya pelajari dari pengalaman-pengalaman adalah Jika sebelum jadi pendeta sudah ada bisnis lalu baru menjadi pendeta, itu bisa mengimbangi mana yang lebih penting, karena sudah terbiasa dengan berkat materi yang di dapat dari bisnis tersebut tetapi jika menjadi pembisnis setelah menjadi pendeta, itu susah karena kita tidak bisa focus kepada pelayanan kita karena tidak terbiasa menerima materi dari bisnis tersebut.

Tapi akhir-akhir ini banyak orang yang pelayanan sebagai pemusik, WL, dll selain pendeta dengan menerima berkat dari gereja berupa amplop untuk mereka, mereka jadi males bekerja dna berpikir yang penting bisa makan tidur, itu namanya males, jika engkau bisa bekerja sambil melayani itu TOP, tetapi jika anda setelah melayani jadi meninggalkan pekerjaan itu namanya MALAS.

Kita kembali lagi bahwa rumah Tuhan itu merupakan janji Tuhan karena Tuhan kita tidak pernah berhutang dan bersifat kekal, bisa kita lihat ayat berikut :

1 Timotius 4:8 “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”

Dari ayat diatas sudah jelas, latihan badani merupakan rumah kita yang kita bangun, tetapi ibadah itu membangun rumah Tuhan dan rumah Tuhan mengandung janji, baik untuk memberi bahan-bahan untuk membangun rumah kita di kehidupan sekarang maupun untuk kehidupan yang akan datang ketika kita telah di panggil olehNya. Tetapi jangan juga kita menuntut Dia dengan berkata “Mana nih, rumah TUHAN sudah kubuat, mana feedback nya? Udah di bikin kok rumah TUHAN, sekarang mana jawaban doaku? mana Tuhan Mana??” , disini lah letak kesalahan mausia juga, yang selalu ingin memaksakan kehendak kita sedangkan bagi Tuhan , kita belum tepat waktunya, percaya saja saudara Dia akan memberikan appaun yang kita mau dengan hikmat tepat pada waktunya.

Jangan jadikan Tuhan sebagai bisnis kita, seperti yang saya bilang tadi, kita membangun rumahNya, Dia harus memberikan bahan-bahan rumah kita juga dong secara langsung dan sepadan, ga ada tunda-tunda, itu sangat salah saudara, saya akan memberikan 2 ayat terakhir yang anda harus membacanya dengan detail, sebagai berikut :

Yohanes 11:21-27        “… Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. (22) Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.”(23) Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.”(24) Kata Marta kepada-Nya: “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” (25) Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (26) dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (27) Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.””

Lihat ini adalah apa yang dilakukan Marta selaku saudara lazarus ketika bertemu Yesus, mari kita lihat perbedaan dia dengan saudara dia yang satu lagi, melalui ayat lanjutan berikut:

Yohanes 11:28-32 “Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: “Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau.” (29) Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. (30) Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia. (31) Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. (32) Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” “

Melalui cerita di atas , kita bisa melihat perilaku saudara Marta yaitu Maria ketika dia bertemu dengan Yesus, mari kita ambil 2 ayat dari cerita di atas yang mempunyai makna yang besar dari perilaku orang-orang yang sudah beriman sebagai berikut :

Yohanes 11:21 “Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”

Yohanes 11:32 “Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”

Dari dua ayat diatas, Marta dan Maria sama-sama saudara dari lazarus, dan mereka sama-sama juga membangun rumah Tuhan dan hubungan mereka dengan Tuhan sangatlah baik, tetapi lihat perbedaan mereka ketika Yesus datang. Apakah anda menemukan perbedaannya ? coba anda cari perbedaannya, dapat atau tidak dapat baru lanjut membaca.

 

 

 

Perbedaan nya adalah yang dilakukan Martha pertama kali ketika bertemu Yesus ialah menuntut janji Tuhan karena dia merasa dia sudah melakukan firman Tuhan, dan Martha menuntut Yesus tanpa menganggap Yesus sebagai Tuhan melainkan seperti bisnis , dan Yesus harus melakukan kehendak Martha saat itu juga dengan mengatakan ‘Tuhan, sekiranya Engkau ada disni saudaraku pasti tidak mati”.

Tetapi apa yang di lakukan Maria ketika bertemu Yesus ? dia berlutut dan tersungkur ia di kakiNya dan barulah Maria berkata kepada Yesus sama persis seperti apa yang dikatakan Martha ketika bertemu Yesus. Maria tetap menganggap Yesus sebagai Tuhan, dia tetap sujud di depanNya baru Maria mengatakan kata-kata tersebut.  Bisa di bedakan ya ?

Seperti yang saya bilang di awal jangan jadikan Yesus itu seperti bisnis dimana kita sudah membangun rumahNya, lalu seenaknya kita harus mendapatkan feedback saat itu juga tanpa sujud depan Dia. Jangan mentang-mentang kita sudah mengutamakan Dia, kemudian kita seenaknya didepan Dia dengan alesan kita sudah mengutamakan Dia di setiap aspek kehidupan kita. Karena Dia akan mengabulkan permintaan doa kita tepat pada waktunya.

Sebagai kesimpulan membangun rumah Tuhan bukan berarti membiarkan rumah kita tidak terukir, kita sama sama membangun rumah Tuhan dan rumah kita sendiri tetapi lebih mengutamakan rumah Tuhan, karena cari dahulu kerajaan Allah maka semua itu akan di tambahkan kepadamu atau rumahmu.

Dan jangan jadikan Tuhan sebagai bisnis dimana kita sudah mengutamakan membangun rumah Dia lalu kita langsung minta bayaran tanpa menganggap Dia Allah kita lagi, jangan seperti itu, karena Tuhan Yesus Allah kita yang hidup tahu saat yang tepat untuk menjawab setiap doa-doa kita, ketika belum ada jawaban belum berarti Yesus tidak menjawab hanya saja kita kurang peka mendengar jawabannya.

Saran saya ketika kita ingin mendalami hubungan dengan Yesus baper-baperin aja apapun yang terjadi dalam kehidupan kita , kita harus percaya itu semua karena Yesus selalu menyertai kita walau baru sedikit doa kita yang di jawab olehNya.

Baperin Yesus jauh lebih memuaskan daripada baperin manusia karena Yesus tidak akan pernah membuat hati kita remuk apapun hasilnya tetapi kalau ke manusia , anda tahu sendiri, saya percaya yang sedang membaca sharing ini sudah berpengalaman akan hal tersebut kan…….

Maju terus dalam Tuhan, Dia selalu ada disaat kita suka maupun duka, Tuhan Yesus memberkati.

-William Surijanto-

 

Add official line account kami untuk mendapatkan renungan kami kami setiap hari.

Add Friend