Seorang Bernama Ahok Mungkin Telah Dipenjara, Tetapi Nilai Yang Dipegangnya Tidak!

Posted on Posted in Uncategorized

Saya bukanlah orang yang mengikuti berita-berita tentang politik. Bahkan bisa dibilang saya tidak pernah peduli dengan apa yang terjadi di dunia politik Indonesia. Namun pada 9 Mei 2017, sebuah hal yang mengejutkan terjadi dan itu membuat hati saya sedih—Ahok, seorang pemimpin yang berdiri membela kebenaran untuk Indonesia telah dimasukkan ke dalam penjara.

 

Selama bertahun-tahun yang lalu, kegelapan berkuasa dan kegelapan itu menutupi apa yang dinamakan kebenaran. Namun setelah waktu yang begitu yang lama, akhirnya sebuah Cahaya bersinar kembali. Ia memancarkan cahaya nya, dan Cahaya tersebut berdiri di tengah kegelapan. Cahaya tersebut memberikan keberanian kepada cahaya-cahaya kecil lain nya untuk menyalakan terang mereka. Akhirnya sinar yang dinamakan Harapan dapat kembali terlihat. Cahaya tersebut menjadi api semangat cahaya-cahaya kecil lain nya; dan hari demi hari sinar mereka menjadi semakin kuat dan terang, membuat kegelapan tergoncang dan kehilangan kuasa nya.

 

Ahok telah menjadi cahaya di kota Jakarta, dan bukan hanya kota Jakarta, namun juga seluruh Indonesia. Ia adalah seorang yang tidak takut membela kebenaran, seorang yang berdiri untuk suatu yang benar di tengah-tengah orang-orang yang mencintai kejahatan. Ia tidak takut akan ancaman-ancaman yang diberikan kepadanya; selama ia tau apa yang ia lakukan adalah suatu yang benar, ia tidak akan mundur dan akan tetap berjuang.

 

Setiap hari…

Ia berjuang bukan untuk dirinya, namun untuk negaranya.

Dan ia mengorbankan kenyamanan nya, untuk membela kenyamanan mu dan kenyamanan ku.

 

Tetapi pada 9 Mei 2017, ia dimasukkan ke dalam penjara. Cahaya yang sudah lama tidak dimiliki Indonesia akhirnya dikekang kembali oleh kegelapan.

 

Banyak yang berkata “Untuk apa membela Indonesia! Ahok saja yang sudah membela kebenaran akhirnya dimasukkan ke dalam penjara. Saya malu menjadi seorang Indonesia, lebih baik saya pindah negara!”

Jika itu yang anda lakukan, maka perjuangan Ahok selama ini akan menjadi sia-sia. Itu berarti kita membiarkan kejahatan berhasil memenangkan Indonesia. Dan Ahok akan sia-sia dipenjara.

 

Mungkin saat ini Ahok dikekang di dalam sebuah sel penjara, namun kau dan aku berada di luar sel tersebut. Mungkin perjuangan Ahok terhenti ketika sel tersebut ditutup dan dikunci, tetapi ia memiliki dirimu dan diriku untuk melanjutkan perjuangan nya.

 

Kita berpikir harapan telah hilang…

Tetapi apakah mungkin, Ahok yang dipenjara masih berpengharapan penuh di dalam sel tersebut?

 

Kita membenci Indonesia yang telah melemparkan Ahok ke dalam penjara…

Tetapi apakah mungkin, Ahok yang dipenjara masih tetap mendoakan Indonesia dari dalam sel tersebut?

 

Kejahatan mungkin berhasil memenjarakan seorang bernama Ahok pada 9 Mei 2017, tetapi kejahatan tidak dapat memenjarakan nilai kebenaran yang Ahok telah sebarkan kepada kita.

Sesungguhnya Kau bisa menjadi Ahok… Dan Aku bisa menjadi Ahok…

Jika engkau seorang pelajar, maka mulailah menjadi Ahok di dalam sekolah mu. Jika engkau seorang pekerja, maka mulailah menjadi seorang Ahok di dalam pekerjaanmu. Jika engkau seorang ayah, maka mulailah menjadi seorang Ahok di dalam rumah tanggamu. Tanamkanlah nilai kebenaran dan keberanian kemana pun engkau pergi. Ahok memiliki Tuhan yang luar biasa yang mendorong nya untuk membela apa yang benar. Dan saya percaya Tuhan yang memberikan Ahok keberanian dan kekuatan tersebut juga adalah Tuhan yang akan membimbing mu menjadi terang di tengah kegelapan.

Janganlah berkecil hati! Kejahatan mungkin dapat memukul kebenaran mundur satu langkah, tetapi ia tidak akan pernah dapat membuat kebenaran berhenti..

Tetaplah mendoakan Indonesia dan juga orang-orang yang mungkin telah melemparkan Ahok ke dalam penjara.

 

Marilah kita teruskan apa yang sudah Ahok perjuangkan!

Tetap berdiri tegak membela apa yang Ahok bela!

Kita buktikan bahwa perjuangan Ahok tidaklah sia-sia!

2 thoughts on “Seorang Bernama Ahok Mungkin Telah Dipenjara, Tetapi Nilai Yang Dipegangnya Tidak!

  1. saya rasa memang indonesia belum layak untuk mengalami perubahan, dimana mentalitas orang indonesia seringkali masih mengarah ke rasisme dan fanatisme dan tidak memberlakukan sila ke 5 yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. saya sangat kecewa dengan perlakuan para anti ahok, namun kita hanya bisa berdoa dan ikut berjuang.

Comments are closed.