Sesuatu Yang Terbaik

Posted on Posted in Hope, Illustration

Beberapa belas tahun yang lalu, ketika saya masih SD kelas satu, paman saya pergi berlibur ke luar kota. Ketika ia pulang, ia membawa ole-ole bagi para keponakan nya. Pertama, dia memberikan sebuah set manisan kepada sepupu saya yang paling tua. Set tersebut terlihat begitu lezat, ada berbagai warna buah-buahan kering dan ada serbuk gula yang menyelimutinya. Saya tidak sabar untuk melihat ole-ole apa yang paman bawakan untuk saya.

Dan ternyata yang dia berikan kepada saya adalah sebuah dodol duren. Dodol itu berwarna coklat muda kekuningan dan berbentuk seperti pempek lenjer. Saya melihat dodol itu seperti sebuah *poop*. Saya begitu marah dan sedih, “mengapa sepupu saya mendapatkan manisan yang terlihat begitu enak, dan saya mendapatkan *poop* ini. Ini tidak adil! Paman saya tidak mengasihi saya!”

Akhirnya saya menangis dan merengek dengan begitu keras. Paman saya pun bingung harus berbuat apa, dia bilang, “Ini enak kok, coba makan dulu.” Tetapi saya tetap tidak mau mencoba nya. Akhirnya setelah beberapa menit, saya berhenti menangis. Lalu sepupu saya yang mendapatkan set manisan, menawarkan manisan tersebut kepada saya. Tetapi dia memperingatkan saya bahwa ini pedas. (Bagi mereka yang tidak tau, saya tidak bisa makan pedas. Sampai saat ini pun cabe bubuk Indomie bisa membuat saya keringetan).

Jadi saya ambil satu buah manisan dan memakan nya. Dan saya kepedesan setengah mati, saya langsung minum air banyak sekali. Lidah saya terasa begitu panas dan mati rasa. Saya tidak mau memakan manisan itu lagi sama sekali. Akhirnya saya buka bungkusan dodol saya dan mencoba nya. Ternyata, rasa nya manis dan lumayan enak!

Ternyata paman saya tau bahwa saya tidak dapat makan pedas, maka ia memberikan saya sebuah dodol duren dan bukan sebuah set manisan yang pedas. Paman saya tidak memberikan pemberian yang buruk, tetapi ternyata ia memberikan pemberian yang menurut nya adalah yang terbaik bagi saya.

 

Kita seringkali marah kepada Tuhan, “Tuhan! Mengapa saya tidak mendapatkan apa yang saya mau? Mengapa yang Kau berikan adalah sesuatu yang lain, sesuatu yang bahkan terlihat seperti sebuah bencana?”

Sesungguhnya yang Tuhan berikan kepada mu bukanlah suatu hal yang buruk, melainkan sesuatu yang terbaik menurut-Nya untukmu.

Ketika kita mencari sebuah pekerjaan atau seorang pasangan, Tuhan seringkali menutup pintu yang sedang kita coba buka. Tetapi itu bukan berarti Tuhan tidak mengasihimu. Sebenarnya Tuhan telah mempersiapkan yang lain yang menurut nya adalah yang terbaik bagimu. Mungkin saja ternyata pasangan tersebut bukanlah orang yang tepat yang akan setia mengasihimu, dan mungkin saja pekerjaan tersebut bukanlah tempat yang tepat untukmu mencari nafkah.

Mungkin pada awal nya sulit untuk melihat rancangan nya sebagai sesuatu yang terbaik. Tetapi Dia adalah Tuhan yang menciptakan-mu dan Tuhan yang melihat masa depanmu. Percayalah kepada-Nya, rancangan-Nya jauh melebihi rancangan-mu, dan jalan-Nya jauh melebihi jalan-mu. Tuhan mengasihimu, dan Ia mengetahui yang terbaik bagimu.

 

Trust in The Lord with all your heart, And lean not on your own understanding;
In all your ways acknowledge Him, And He shall direct your paths.
~ Proverbs 3:5-6 ~