Tuhan Memulihkan

By: PCW
13 Feb 2018
Pagi ini saat dalam perjalanan ke kantor, saya membaca renungan yang biasa saya terima dari grup youth gereja saya, selain itu saya juga suka membuka secara acak beberapa official akun rohani yang sudah saya add di line.
Tidak sengaja saya masuk ke akun line gracedepth, disaat yang bersamaan mata saya tertarik pada judul perikop “Memulihkan hati yang disakiti oleh orang yang paling kita cintai”
Tanpa membaca isi dari cerita tersebut, judul perikopnya cukup ngena di hati saya. Seminggu lalu hingga hari ini merupakan hari yang tidak mudah saya lewati, saya mengalami hal yang sama persis dengan judul perikop tersebut, setelah saya membaca isinya ternyata berbeda dengan kisah saya karena sejarah yang saya alami bukan berkaitan dengan sosok pacar atau pasangan. Yup, ini lebih kepada persahabatan.
Saya tidak akan menceritakan kisah saya dan sahabat saya, apa yang telah terjadi antara kita.. Yang pasti kita tetap berteman baik ­čÖé
Cuman selama seminggu ini saya benar-benar merasa berada di posisi paling down. Hal ini terjadi mungkin karena orang yang lakuin bukanlah orang asing yang apabila telah berbuat sebuah kesalahan kamu merasa masa bodoh, marah pun hanya lalu lalang aja.. Yang ngelakuin adalah orang yang sangat amat kamu sayang dan terlebih kamu sudah mengasihi dia seperti dirimu sendiri..
Pagi inipun ROH KUDUS kembali memberikan sebuah perumpamaan yang sungguh indah buat saya renungkan:
Ketika kamu benar-benar mengasihi dan sayang dengan seseorang, apapun kesalahan yang diperbuat orang tersebut dan mungkin melukai hatimu, mengecewakanmu.. Saya yakin kesalahan orang itu pasti kamu maafkan, kenapa? Karena kamu sayang dirinya, kamu mengasihi dia apapun yang terjadi, tidak peduli perbuatannya, kenapa demikian? Karena ada kedekatan yang pernah dibangun oleh kedua belah pihak..
the point is KASIH menutupi KESALAHAN..



Dan saya sedang mengalami proses ini untuk pertama kalinya yang sangat amat menyakitkan hati saya.. Sebenarnya tidak mudah menghadapi persoalan ini, saya harus mengalahkan rasa ego saya sendiri, tetesan air matapun selalu mengalir tanpa saya perintahkan dikala saya mengingat hal tersebut, saya belajar banyak hal tentang melepaskan pengampunan dan tetap MENGASIHI apapun yang terjadi..
Roh Kudus mengajari saya, sama halnya apa yang belakangan ini saya rasakan, itulah perasaan-Nya TUHAN YESUS terhadap para umat kepunyaan-Nya..
Amsal 10:12 mengatakan Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi KASIH menutupi segala pelanggaran.
Kini saya sungguh bisa merasakan perasaan-Nya Tuhan Yesus seperti apa ketika manusianya kita terkadang tidak luput dari yang namanya kesalahan, sengaja ataupun tidak sengaja melukai dan mengecewakan hati-Nya..
Tetapi ada kabar baik untuk kita semua bahwa KASIH ALLAH begitu besar untuk kita semua, mari sadari dan jangan menyalah gunakan kepercayaan Dia kepada kita..
Belajar bangun hubungan dan komitmen dengan TUHAN YESUS adalah salah satu cara, yakni ketika kesalahan yang sudah terlanjur kamu perbuat, datanglah kepada-Nya dengan segenap hati dan akuilah kesalahan kamu kepadaNya, minta Dia baharui hubungan kamu bersama Dia lagi, niscaya TUHAN kita adalah TUHAN yg mengasihi kita setiap jam, menit dan detik dan tanpa batas.
Saya menjadi sadar, saya bisa memiliki perasaan seperti ini bukan karena saya hebat, secara jasmani tentu kita memilih tidak usah berteman lagi atau terus membenci, namun saya sadari kini hidup saya bukan saya yang menghidupi tapi TUHAN YESUS, karena TUHAN YESUS ada dalam diri saya, secara otomatis saya tidak bisa marah lama-lama maupun membenci.. Segala roh kekecewaan, roh kesedihan, maupun kepahitan tidak akan lama-lama berdiam dalam diri saya. Saya memilih mengampuni dan tetap mengasihi apapun yang terjadi ­čÖé
Semoga sharing ini memberkati kalian semua.
TUHAN YESUS MEMBERKATI