Si Penuduh dan Si Pembela (Ketika Kita Jatuh Ke Dalam Dosa)

Posted on Posted in Forgiveness, Hope, Jesus

Halo teman-teman, saya akan memulai renungan Kristen pagi ini dengan sebuah ilustrasi pendek.

Pada suatu ketika, ada seorang pendeta bernama Benny. Benny hendak pergi bertamasya ke pantai bersama dengan istirnya dan kedua anaknya. Namun, liburan tamasya mereka tertunda oleh karena macet yang luar biasa di jalan tol. Kemacetan ini benar-benar parah, 2 jam mobil Benny tidak bergerak. Ditambah lagi, anak-anak Benny tidak bisa diam—mereka mengeluh terus menerus selama 2 jam tersebut. Benny mulai jengkel, muncul bisikan-bisikan di kepalanya yang mendorongnya untuk marah. Tetapi Benny menahan itu semua dan memilih untuk diam.

Namun tiba-tiba, tepat di depan muka Benny, sebuah kotoran burung jatuh ke kaca mobil Benny yang baru saja ia cuci tadi pagi. Hal ini membuat Benny meledak, dan dia berteriak kepada anak-anaknya: “DIAM!”

Anak-anak Benny terdiam, dan setelah hening selama beberapa detik, kedua anak Benny menangis.

Singkat cerita, kemacetan berakhir, dan mobil-mobil dapat berjalan kembali. Setelah sampai di pantai, anak-anak Benny tidak mau bermain. Mereka kecewa dan sedih karena papanya yang telah memarahi mereka. Akhirnya mereka pulang dan tidak jadi bertamasya. Benny sangat kecewa dengan dirinya sendiri.

“Mengapa aku membentak mereka? Padahal hari ini seharusnya menjadi hari kami bersenang-senang sebagai sebuah keluarga.”

Mulai muncul bisikan-bisikan di kepala Benny: “Benny, kamu bukanlah ayah yang baik! Kamu tidak layak menyebut dirimu pendeta, kamu bahkan tidak dapat menahan amarahmu seperti itu! Kamu sok mengatakan kepada orang-orang untuk menjadi seseorang yang sabar, tapi kamu sendiri mudah marah seperti itu!”


Teman-teman, bukankah ini yang seringkali terjadi kepada kita? Kita melakukan sebuah kesalahan / sebuah dosa di dalam hidup kita, dan itu membuat kita merasa tidak layak untuk disebut seorang teman, seorang pemimpin, atau seorang pelayan Tuhan?

Sesungguhnya, ini adalah tipu muslihat iblis; jangan tertipu olehnya! Seorang pendeta pernah mengatakan kepada saya: “Iblis tidak begitu tertarik membunuhmu. Jika kamu mati dan masuk surga, apa faedahnya untuknya? Iblis lebih tertarik menyerang pikiranmu dan membuatmu menjadi jauh dari Tuhan!”

Seringkali iblis mendorong kita untuk melakukan dosa:

  • “Tidak apa-apa, buka saja website dewasa itu. Toh kamu cuma melihatnya sebentar kok.”
  • “Tidak apa-apa, orang itu layak untuk dipukuli. Coba ingat-ingat kembali semua kejahatan yang telah dia lakukan kepadamu.”
  • “Tidak apa-apa, kamu kan hanya ingin berbohong kecil, sekali-sekali tidak apa-apa kok.”

Dan setelah kita melakukan dosa-dosa tersebut, iblis akan melanjutkan rencananya dengan menyerang kita:

  • “Kamu telah berdosa, kamu lebih mencintai hawa nafsu dibandingkan Tuhan. Kamu tidak layak untuk menyebut dirimu seorang pengikut Kristus.”
  • “Lihat apa yang telah kamu perbuat terhadap wajah orang itu! Keluargamu pasti sangat malu memiliki anak sepertimu.”
  • “Kamu adalah seorang pembohong! Mulutmu isinya hanyalah kebohongan, kamu tidak dapat dipercayai, apalagi dipercayai oleh Tuhan.”

Iblis seringkali menggoda kita untuk melakukan dosa agar setelah itu dia dapat membuat kita menjauh dari Tuhan dengan mengingatkan kita akan dosa-dosa kita tersebut. Dan hal ini sangatlah menghancurkan. Hal ini terkadang membuat kita merasa tidak layak untuk berdoa kepada Tuhan atau pun kembali kepada Tuhan.

Padahal sesungguhnya, ketika kita jatuh ke dalam dosa, hal pertama yang Tuhan inginkan darimu adalah untuk kembali kepadaNya. Ingat, Tuhan datang untuk menyelamatkan mereka yang berdosa—Tuhan datang untuk menolong kamu keluar dari adiksi-adiksi burukmu. Jangan mendengarkan perkataan iblis yang mengatakan bahwa kamu telah terjatuh terlalu dalam dan tidak bisa kembali; tetapi dengarkanlah perkataan Tuhan yang mengatakan bahwa kamu telah diselamatkan oleh karena kasih karunia-Nya.

“The devil knows your name but calls you by your sin. God knows your sin but calls you by your name.” – Ricardo Sanchez

Sebagai orang Kristen kita memang seringkali jatuh ke dalam dosa, tetapi kita tidak tinggal terus di dalam dosa itu. Kita akan bangkit dan terus berjalan menuju Kristus. Kita diterima oleh Allah Bapa bukan karena hidup kita sempurna dan layak mendapatkan kasih Allah Bapa. Kita diterima oleh Allah Bapa oleh karena pengorbanan Kristus Yesus di atas kayu salib. Kristus Yesus akan menolong kita dalam mengalahkan adiksi dosa kita!

Kita memiliki seorang pembela, dan pembela itu bernama Kristus Yesus.

“Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.” (1 Yohanes 2:1-2).


Jika kalian suka dengan artikel Kristen / renungan Kristen hari ini, jangan lupa share dan add official line kami ya^^

Kalian juga dapat lihat artikel-artikel dan renungan-renungan terbaru lainnya dengan scroll terus ke bawah.

Have a nice day, God Bless!

Add official line account kami untuk mendapatkan artikel Kristen / renungan Kristen dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis renungan utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.

 

 

Follow Instagram @gracedepth.collection untuk lihat koleksi kami.

Untuk pemesanan / info lebih lanjut, hubungi:

WA | +62 819 52511522



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *