Ketika Harapan Tidak Terlihat

Posted on Posted in Uncategorized

Tembok Yerikho terkenal sebagai tembok yang sangat kokoh—dengan tinggi 5 meter dan kedalaman 1,5 meter yang terbuat dari batu padat murni. Sebuah tembok yang mustahil untuk ditembus pada masa itu. Itulah yang harus dihadapi oleh seorang pemimpin bernama Yosua beserta pasukan Israel.
Di dalam hidup, kita seringkali dihadang oleh tembok-tembok besar. Semakin besar temboknya, semakin sulit bagi kita untuk melihat apa yang dinamakan harapan. Tembok besar bernama: penyakit, hilang nya pekerjaan, hilang nya seseorang yang dicintai, dan adiksi—mereka bermunculan di sekitar kita dan terkadang sangat sulit untuk melihat bagaimana kita dapat merubuhkannya.
Dan seringkali kita bertanya kepada Tuhan, “Mengapa ini semua terjadi kepada saya? Jika Tuhan memang mengasihi saya, mengapa ia membiarkan ini semua terjadi?”

Tetapi apakah mungkin, Tuhan menyatakan mukzijat terhebat-Nya di dalam situasi-situasi yang terlihat seperti sudah tidak ada harapan?

Ketika saya membaca Alkitab, saya menemukan kisah orang-orang yang menghadapi situasi yang terlihat seperti sudah tidak ada harapan.

Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya sendiri dan dimasukkan ke dalam penjara di Mesir.
Musa diperhadapkan oleh Laut Merah yang luas dan dalam, selagi dikejar oleh tantara Firaun yang siap membunuhnya.
Gideon membawa 300 pasukan, untuk melawan 300,000.
Daud hanyalah seorang gembala domba bertubuh mungil, tetapi ia diperhadapkan oleh panglima perang terkuat dari Filistin.
5,000 orang kelaparan dan tidak memiliki makanan.
Petrus adalah seorang pengecut yang menyangkal Yesus tiga kali.
Paulus dipenjara dan disiksa.
Dan Yesus… Seorang yang dinanti-nantikan sebagai Mesias, digantung di atas kayu salib, mati, dan diletakkan ke dalam kubur.

Namun.. Ketika situasi buruk hendak meletakkan sebuah titik bagi cerita mereka, Tuhan mengatakan “tunggu dulu” dan Ia meletakkan sebuah koma di akhir cerita mereka.

Karena tembok Yerikho akhir nya dikelilingi tujuh kali dan runtuh.
Yusuf menjadi penguasa di Mesir dan mengatasi krisis kelaparan pada masa itu.
Laut Merah terbelah, sehingga Musa dan Bangsa Israel berhasil lari dari tentara Firaun.
Gideon berhasil mengalahkan 300,000 pasukan itu.
5,000 orang makan hingga kenyang dan tersisa 12 bakul.
Petrus menjadi pemimpin pergerakan Kristen dan memenangkan ribuan jiwa untuk Tuhan.
Paulus sampai akhir hidupnya tidak kehilangan sukacita.
Dan Yesus… Bangkit dari kubur, mengalahkan maut dan dosa, sehingga kini dirimu dan diriku dapat menikmati sebuah hubungan kasih dengan-Nya.

Apa pun yang kau hadapi hari ini, ingatlah, Tuhan selalu bersama-mu. Karena masalah-masalah mu tidak dapat meletakkan sebuah titik, dimana Tuhan telah meletakkan sebuah koma.
Because God can change
a Mess into a Message,
a Trial into a Triumph,
a Test into a Testimony,
and a Victim into a Victory.

Inspired by Jon Jorgenson’s Spoken Word