Testimony Jonathan Pokluda – Siapakah Yesus?

Posted on Posted in Faith, Forgiveness, Jesus, Testimony

Ini adalah testimony dari Jonathan Pokluda.

Mereka bilang masa-masa college adalah tentang sex, narkoba, dan pesta. Sedangkan Kekristenan adalah sekumpulan peraturan. Kau tau yang aku maksud, “Jangan menonton porno, jangan memiliki kehidupan malam, jangan melakukan sex.” Dan pada minggu pertama aku masuk college, aku telah melanggar seluruh peraturan tersebut dengan luar biasa.

Setelah aku menyelesaikan college, aku pindah ke Dallas, sebuah kota yang sangat besar. Aku berpikir, “Aku akan coba datang ke gereja.” Jadi pada hari itu aku datang dan duduk di kursi paling belakang. Aku merasa bau alkohol dan rokok dari semalam masih bisa tercium dari tubuhku, dan sepanjang satu jam aku hanya melamun disana. Tetapi ada sesuatu yang menarik dari orang yang berbicara di depan sana waktu itu. Ia membaca kalimat dari Alkitab dengan penuh semangat seakan ia sungguh-sungguh mempercayai apa yang tertulis di dalam nya. Jadi pada saat itu entah mengapa aku percaya akan ada nya Tuhan, dan aku ingin mengetahui siapakah Dia sebenarnya.

Aku sadar bahwa aku condong mempercayai Kekristenan karena aku lahir dari keluarga Kristen di Amerika. Tetapi aku berpikir, “Bagaimana jika aku terlahir di tempat lain? Jika aku lahir di India, aku mungkin seorang Hindu. Jika aku lahir di Iran, aku mungkin seorang Muslim. Jika aku lahir di Cina, aku mungkin seorang Buddhist.”

Jadi aku mulai melihat agama-agama besar di dunia dan menyelidiki kepercayaan mereka. Aku bahkan menyelidiki Mormons, Jehovah’s Witness, dan Scientology—dan aku terus kembali menemukan karakter ini, seorang bernama Yesus Kristus. Dan aku mulai berpikir, apakah Yesus ini sungguh pernah hidup?

Dia adalah karakter yang membuat dampak sangat besar di sejarah dunia. Aku sudah pernah ke hutan terpencil di Afrika dan Amazon, dan mereka mengetahui Yesus. Beberapa orang mencintai-Nya, beberapa orang membenci-Nya; beberapa orang merasa tidak nyaman ketika nama-Nya disebut. Dan di setiap agama yang telah aku pelajari, bahkan Atheist, mereka mengakui bahwa Yesus benarlah pernah berjalan di atas bumi ini. Aku pikir Wow! Siapakah Yesus ini? Ia juga mengubah kalender kita, B.C (before Christ). Dan ketika aku menyelidiki-Nya, aku menemukan bahwa Dia hanyalah seorang dari Nazaret, seseorang yang lahir di Betlehem—sebuah kota yang begitu kecil hingga tidak dapat ditunjuk di peta.

Dan setelah aku mempelajari Yesus lebih lagi, aku merasa terbanjiri oleh pesan yang ia sebarkan—pesan tentang bagaimana Ia mencintaiku dan mencintaimu, bagaimana Ia begitu mengasihi kita sehingga Ia mati untuk kita. Sebenarnya, itu adalah sesuatu yang aku sudah dengar sepanjang hidup ku, “Yesus mati untuk dosa-mu… Yesus mati untuk dosa-mu…” Tetapi aku tidak pernah benar-benar memikirkannya, kenyataan bahwa seseorang datang mengorbankan nyawa-nya untuk diri ku.

Dan Dia melakukan semua itu karena aku seorang pecandu pornografi, karena aku seorang pecandu sex, karena aku seorang pecandu alkohol, dan karena aku seorang pecandu narkoba. Dan Yesus datang untuk itu semua, Dia mencurahkan darah-Nya untuk itu semua.

Setelah itu aku sadar, bahwa Kekristenan sesungguhnya bukanlah sekumpulan peraturan yang harus aku turuti.

Kekristenan adalah sebuah cerita tentang kasih.

Bagaimana Seseorang datang untuk menyelamatkan-ku karena aku tidak bisa menyelamatkan diri-ku sendiri.