The Parachute (Ilustrasi Keselamatan)

Posted on Posted in Illustration, Jesus

Ini adalah kisah tentang dua orang pemuda yang hendak naik sebuah pesawat tempur. Pemuda pertama masuk ke ruang tunggu. Lalu seorang awak pesawat memberikan sebuah parasut. Awak pesawat ini berkata, “Ini adalah parasut mu. Parasut ini akan membuat penerbangan mu menjadi lebih enak dan menyenangkan.” Pemuda pertama mengenakan parasut nya dan menunggu di ruang tunggu. Setelah beberapa menit, ia merasa parasut ini tidak nyaman dipakai. Parasut ini terasa berat, parasut ini membuat dia keringetan, dan parasut ini membuat nya susah bergerak. Ketika ia melihat sekitar, banyak orang yang tidak menggunakan parasut. Jadi ia memutuskan untuk melepas parasut itu dan meninggalkan nya.

Setelah itu, masuklah pemuda yang kedua ke dalam ruang tunggu. Lalu seorang awak pesawat yang lain memberikan sebuah parasut kepadanya; ia berkata, “Ini adalah parasut mu. Di tengah penerbangan, akan ada waktu dimana kamu harus melompat turun. Parasut ini lah yang akan menyelamatkanmu dan yang akan membuat mu mendarat dengan selamat.” Pemuda kedua ini mengenakan parasut nya dan menunggu di ruang tunggu. Seperti pemuda pertama, si pemuda kedua juga merasa tidak nyaman menggunakan parasut ini. Ketika ia melihat sekitar, banyak yang sudah melepas dan meninggalkan parasut nya. Tetapi karena ia tau bahwa parasut ini lah yang akan menyelamatkan nya, ia tidak mau melepas nya.

Akhirnya semua penumpang masuk ke dalam pesawat tempur itu dan terbang. Setelah beberapa jam di atas langit, pesawat ini tertembak oleh pesawat musuh dan mulai meluncur jatuh ke bawah. Mereka yang memiliki parasut melompat dan membuka parasut mereka; sedangkan mereka yang tidak memiliki parasut, tidak dapat keluar dari pesawat dengan selamat.

Kisah ini adalah sebuah ilustrasi tentang hidup kita. Para penumpang pesawat menggambarkan diri kita, pesawat tersebut menggambarkan hidup kita, parasut tersebut menggambarkan Yesus, dan lompatan tersebut menggambarkan perpindahan kita dari dunia ini ke kehidupan yang selanjutnya. Yesus bukanlah suatu dekorasi yang akan membuat hidup kita menjadi lebih enak dan menyenangkan. Yesus adalah satu-satu Nya yang dapat mengirimkan kita dari dunia ini ke kehidupan selanjutnya dengan selamat.

John 14:6

Jesus said to him, “I am The Way, and The Truth, and The Life. No one comes to the Father except through Me.”

Terkadang hidup dengan membawa nama Yesus akan terasa tidak nyaman. Yesus mengatakan bahwa barangsiapa mengikut-Nya, ia akan memikul salib seperti Yesus memikul salib. Seringkali kita melihat ke sekitar, dan terlihat begitu banyak orang yang hidup nya terlihat lebih enak tanpa Yesus. Kita memiliki pilihan, untuk ikut meninggalkan Yesus, atau tetap berjalan bersama Yesus. Keputusan ada di tangan setiap dari kita masing-masing, tetapi kita semua suatu hari nanti akan melakukan lompatan tersebut. Jadi pilihan ada di tangamu. Apakah kamu akan melakukan lompatan tersebut tanpa Yesus? Ataukah kamu akan melakukan lompatan tersebut bersama dengan Yesus?