This is Real Love (Kasih yang sesungguh-nya)

Posted on Posted in Uncategorized

Saya akan memulai dengan memberikan dua buah cerita fiktif pendek.

Cerita 1:

Saya memiliki teman bernama Agus. Agus dari dulu suka mencuri, sudah beberapa kali ia ketauan mencuri dan berjanji untuk tidak mengulangi nya lagi. Tetapi entah mengapa, ia tidak kapok-kapok dan tetap mencuri. Pada suatu hari, Agus datang kepada saya dan mengatakan bahwa ia membutuhkan uang untuk membelikan obat untuk ibu nya; ia ingin meminjam uang saya. Tentu saja saya langsung berikir, “Agus bukanlah orang yang jujur. Selama ini dia sering sekali mencuri. Saya tidak dapat mempercayainya.” Maka saya menolak untuk meminjamkan uang saya kepada Agus.

 

Cerita 2:

Anggap saya memiliki sebuah kekuatan untuk melihat masa depan (ya ini mustahil, tapi anggap saja saya bisa). Lalu Karen datang kepada saya dan bertanya apakah ia boleh meminjam kamera saya; ia berjanji akan menggunakan nya dengan sangat berhati-hati. Dan karena saya memiliki kekuatan untuk melihat masa depan, saya mencoba untuk melihat apa yang terjadi setelah saya meminjamkan kamera saya kepada Karen. Ternyata yang akan terjadi adalah: “Karen akan meletakkan kamera saya sembarangan, sehingga terjatuh. Ada bagian kecil yang patah, namun karena tidak terlalu kelihatan, Karen pikir dia tidak akan ketahuan. Ia akhirnya mengembalikan kamera tersebut dan berlagak tidak ada apa-apa yang terjadi.” Karena saya dapat melihat ini semua, saya memilih untuk tidak meminjamkan kamera saya kepada Karen.

 

Cerita pertama menceritakan bagaimana saya tidak mau membantu teman saya berdasarkan masa lalu yang ia miliki. Cerita kedua menceritakan bagaimana saya tidak mau membantu teman saya berdasarkan masa depan yang akan terjadi. Saya yakin kebanyakan dari kita, atau mungkin kita semua, akan melakukan hal yang sama ketika menghadapi orang-orang seperti Agus dan Karen.

Tetapi yang menarik nya, Tuhan kita berbeda.

Tuhan mengetahui seluruh masa lalu mu. Ia mengetahui ribuan kebohongan yang telah keluar dari mulut mu, Ia mengetahui apa yang kamu lakukan ketika kamu sendirian di kamar mu, dan Ia mengetahui seluruh hal jahat yang telah kamu lakukan yang orang lain mungkin tidak ketahui. Ketika Tuhan menyelamatkan kita, Ia tidak melihat resume hidup kita terlebih dahulu.

“Ohh tanggal 3 kamu berbohong sepuluh kali, tanggal 7 kamu mencuri uang mama sepuluh ribu, WOW kamu membunuh dua orang pada tanngal 18. BERSALAH! Maaf, kamu tidak memenuhi standar.”

Tidak! Tuhan mengetahui semua perbuatan keji yang telah kamu lakukan, tetapi Ia tetap memilih untuk mengasihimu.

Dan Tuhan bukan saja mengetahui masa lalu mu. Ia juga mengetahui masa depan mu. Di Alkitab terdapat begitu banyak kisah orang buta disembuhkan dan orang lumpuh dipulihkan oleh Tuhan. Dan apakah mereka semua hidup tanpa dosa setelah disembuhkan Tuhan? Tidak! Mereka tetap melakukan dosa setelah itu. Dan apakah Tuhan mengetahui semua dosa yang akan mereka lakukan setelah Ia menyembuhkan mereka? Ya! Tentu saja!

Dari awal Tuhan tau bahwa setelah Ia menyembuhkan mereka, mereka akan tetap melakukan dosa; kaki mereka akan berjalan ke tempat dimana mereka seharusnya tidak pergi, mata mereka akan melihat hal-hal yang seharusnya tidak mereka lihat. Tetapi Tuhan tetap menyembuhkan mereka.

Tuhan mengetahui masa lalu mu, dan Ia melihat masa depan mu. Tetapi Ia memilih untuk tetap mencintaimu hari ini.

Coba tarik nafas dalam-dalam. Kamu bisa melakukan itu? Luar biasa bukan?

Tuhan masih memberikan nafas ke dalam paru-paru mu hari ini sehingga kamu masih bisa hidup.

Dan yang luar biasa nya…

Ia bukan hanya memberikan nafas itu untuk kalian yang percaya kepada-Nya…

Namun, juga kepada orang-orang yang menghina nama-Nya…

 

Kasih adalah hal yang paling tidak masuk akal. Saya tidak membicarakan “kasih” yang orang-orang seringkali bicarakan dan gunakan. Yang saya maksud adalah KASIH yang sesungguhnya. Kasih yang berasalkan dari Tuhan. Tuhan bukan mencintai versi lama dari diri mu atau diri mu di masa depan, Dia mencintai mu hari ini. Kasih-Nya Ia berikan kepada mu bukan karena apa yang telah kamu perbuat atau atas apa yang akan kamu perbuat. Dan Ia tidak berhenti menunjukkan kasih-Nya kepadamu meskipun Ia mengetahui apa yang telah kamu lakukan di masa lalu dan apa yang akan kamu lakukan di masa depan. Ia mengasihi mu karena Ia adalah kasih yang selama ini kamu cari-cari, KASIH yang sesungguhnya.