Trials and Faith

Posted on Posted in Faith, Hope, Jesus

Siapakah penulis dari kitab 1 Petrus?

Tentu saja, Simon Petrus!

Saya yakin kalian semua pasti tidak memiliki kesulitan dalam menebak pertanyaan di atas dengan benar. Namun, apakah kalian tau keadaan ketika Petrus sedang menuliskan kitab 1 Petrus tersebut?

Pada masa itu, ada seorang Kaisar Romawi yang sangat kejam bernama Kaisar Nero. Banyak sekali orang-orang Kristen yang dibunuh secara sadis olehnya. Seringkali Kaisar Nero menangkap seorang Kristen dan mengikatnya pada sebuah pohon. Lalu ia membakar pohon itu dengan api—membuat apa yang sering disebut sebagai lilin manusia. Setelah itu Kaisar Nero membuat sebuah pesta di sekitar para Kristen yang sedang menderita terbakar.

Masa itu merupakan masa-masa yang sangat sulit bagi orang-orang Kristen, karena barangsiapa mengaku dirinya pengikut Kristus, ia akan diburu, dipenjarakan, atau dibunuh.

Jadi untuk siapakah pesan dari Petrus di 1 Petrus ini?

Pesan itu tertuju untuk para pengikut-pengikut Kristus yang sedang menghadapi pencobaan dan yang akan menghadapi pencobaan.

Seorang pendeta mengatakan: “Di dalam hidup ini, kita antara sedang ada di dalam pencobaan, sedang keluar dari pencobaan, atau sedang berjalan menuju pencobaan.”

Pencobaan akan selalu berlalu lalang di dalam kehidupan kita. Saya yakin tidak ada orang yang selama setahun tidak mendapatkan pencobaan sama sekali. Apalagi kita sebagai orang Kristen, akan ada banyak pencobaan-pencobaan yang akan datang oleh karena iman kita kepada Yesus Kristus.

Namun, coba kita baca 1 Petrus 1:6-7.

“So be truly glad. There is wonderful joy ahead, even though you must endure many trials for a little while. These trials will show that your faith is genuine. It is being tested as fire tests and purifies gold—though your faith is far more precious than mere gold. So when your faith remains strong through many trials, it will bring you much praise and glory and honor on the day when Jesus Christ is revealed to the whole world” (1 Peter 1:6-7).

Petrus mengajak kita untuk tetap bertahan di dalam segala pencobaan yang sedang terjadi, karena ada sebuah sukacita luar biasa yang telah disiapkan untuk kita. Petrus mengingatkan bahwa pencobaan-pencobaan yang kita hadapi akan menunjukkan kepada kita kesungguhan iman kita—apakah kita sungguh-sungguh mencintai Kristus atau tidak. Petrus juga mengatakan bahwa pencobaan-pencobaan ini akan menguatkan iman kita, sebagaimana api memurnikan emas.

Jadi janganlah takut dan putus asa akan pencobaan-pencobaan yang terjadi. Letakkanlah pandanganmu kepada Yesus, Ia yang telah menyelamatkanmu dari dosa adalah Ia yang akan memampukanmu menghadapi segala pencobaan.

“Let us fix our eyes on Jesus, the pioneer and perfecter of our faith, who for the joy set before Him endured the cross, scorning its shame, and sat down at the right hand of the throne of God” (Hebrews 12:2).

Add Friend