True Worship

Posted on Posted in Others

Pertama, apa perbedaan dari worship dengan worshippers? Worship berarti pemujaan—sebuah aktivitas memuja, sedangkan worshippers adalah pemuja—seorang yang memuja. Worship adalah sesuatu yang kita berikan sekali kepada Tuhan, tetapi worshippers adalah seorang pribadi yang memiliki cara hidup yang terus menerus memuja Tuhan di dalam hari-hari nya.

Pada Yohanes 4:23 tertulis: “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.”

“But a time is coming and has now come when the true worshippers will worship the Father in the Spirit and in truth, for they are the kind of worshippers the Father seeks” (John 4:23).

Tuhan tidak mencari sebuah worship, yang Ia cari adalah seorang worshippers. Ia tidak tertarik dengan satu pujian yang kita berikan di gereja pada hari Minggu, Ia tertarik dengan pujian yang kita berikan berupa seluruh hidup kita di dalam hari-hari kita dari Senen hingga Minggu.

Dan ketika kita menjadi seorang worshippers, pastikanlah diri mu memuliakan nama-Nya dengan alasan yang benar. Kita dapat memuja Tuhan dengan berbagai alasan, dan biasa alasan tersebut terbagi menjadi dua kategori ini, Apa atau Siapa.

Apakah kita memuja Tuhan oleh karena Apa yang bisa kita dapatkan dari-Nya, ataukah kita memuja Tuhan oleh karena Siapa Dia sesungguhnya bagi kita?

Worship bukanlah sesuatu yang kita berikan kepada Tuhan dengan harapan Tuhan akan membalasnya dengan pemberian-pemberian baik. Worship adalah bentuk tanda syukur kita kepada Tuhan atas semua yang telah Ia berikan kepada kita di dalam hidup ini. Coba tariklah nafas dalam-dalam, coba kedipkanlah matamu, dan coba gerakkanlah jari-jari mu. Kamu masih bisa melakukan itu semua? Luar biasa bukan? Bukankah sudah sepatutnya kita berterima kasih atas seluruh kebaikan yang telah Ia berikan di dalam hidup kita hingga hari ini?

Tuhan tidak melihat indahnya suara atau tipe musik yang kita panjatkan kepada-Nya, yang Dia lihat adalah isi hati kita—apakah worship kita didasari oleh kasih kita kepada-Nya. Tidak ada guna nya jika kita menyanyikan lagu dengan lirik paling indah, bernyanyi dengan suara paling merdu, dan mengiringi dengan permainan musik paling luar biasa—jika worship kita tidak didasari oleh kasih kepada Tuhan, tidak akan ada guna nya.

Matt Redman mengingatkan kita melalui lagu nya “Heart of Worship,” bahwa worship bukanlah tentang kita, worship adalah seluruhnya tentang Yesus.

When the music fades
All is stripped away
And I simply come
Longing just to bring
Something that’s of worth
That will bless your heart
I’ll bring you more than a song
For a song in itself
Is not what you have required
You search much deeper within
Through the way things appear
You’re looking into my heart

I’m coming back to the heart of worship
And it’s all about you,
It’s all about you, Jesus
I’m sorry, Lord, for the thing I’ve made it
When it’s all about you,
It’s all about you, Jesus