Tuhan adalah GPS ku

Posted on Posted in Illustration, Others

Saya masih ingat dua belas tahun yang lalu, setiap kali saya hendak pergi bersama papa saya ke tempat jauh yang baru, ia akan membawa sebuah peta. Peta adalah sebuah alat untuk memimpin kita dalam mencari jalan ke tempat tujuan kita. Tetapi sekarang sudah tidak ada yang membawa peta untuk mencari jalan; ada sesuatu yang lebih canggih, sesuatu yang dinamakan GPS. Cara menggunakan GPS mudah, kita hanya perlu memasukkan alamat tujuan kita, dan GPS akan mencari rute terbaik untuk perjalanan kita.

Waktu itu saya mau ke rumah teman saya yang bernama Eli. Rumah saya di Kelapa Gading, dan rumah Eli di Klender. Saya sudah beberapa kali ke rumah Eli, tetapi saya tidak yakin saya seratus persen hafal jalan menuju rumahnya, jadi saya menggunakan GPS untuk memimpin perjalanan saya. Lalu pada suatu waktu di tengah perjalanan, GPS mengatakan kepada saya untuk tetap lurus, tetapi saya merasa bahwa jalan yang tepat adalah belok kanan. Saya berpikir bahwa GPS pasti keliru, sehingga saya memutuskan untuk belok kanan. Singkat cerita, saya menemukan bahwa jalan tersebut teryata salah; perjalanan saya pun jadi terhambat. Tetapi yang saya suka, GPS tidak mengatakan, “dasar dodol! Ga mau dengerin sih!”

Melainkan, dengan halus GPS mengatakan “recalculating,” dan ia memberikan saya sebuah rute baru menuju tujuan saya. Dan singkt cerita, akhirnya saya sampai ke rumah teman saya dengan selamat.

 

Pesan yang saya ingin sampaikan adalah:

Di dalam hidup ini, Tuhan selalu memimpin kita. Mungkin arahan yang ia berikan terkadang tidak sejelas arahan yang diberikan oleh sebuah GPS, tetapi Ia selalu ada menyertai kita di dalam perjalanan kita. Sejujurnya saya seringkali tau Tuhan sesungguhnya memimpin saya kemana, “Belok ke kanan menuju Church street, lurus 300m menuju Bible street, sehabis itu belok lah ke kiri menuju prayer street.” (Maksud saya, Tuhan memimpin saya untuk ke gereja, membaca Alkitab, dan berdoa). Tetapi seringkali kita berpikir bahwa kita mengetahui rute yang lebih baik, sehingga kita mengikuti jalan yang menurut kita benar.

Tetapi ketika kita mengambil jalan lain dan akhirnya sampai di tempat yang seharusnya kita tidak berada, Tuhan tidak marah dan meninggalkan kita. Dia membuat rute baru dari tempat dimana kita berada, menuju tujuan-Nya yang semula.

Tuhan kita adalah Tuhan yang baik. Ia adalah Tuhan yang sabar; Tuhan yang tidak akan pernah meninggalkan kita. Seberapa pun dalamnya kita telah terjerumus ke dalam dosa, darah Yesus tetap cukup untuk menarik kita keluar dari dalamnya dan kembali ke dalam kasih-Nya.

 

Mazmur 23:2-3

“Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.”

One thought on “Tuhan adalah GPS ku

Comments are closed.