Tujuan Hidupmu (Siapakah ‘tuhan’ yang memenangkan hatimu)

Posted on Posted in Uncategorized

Apakah tujuan hidup-mu? Impianmu? Cita-citamu?

Saya yakin semua orang pasti memiliki sebuah tujuan. Bahkan seseorang yang sifatnya masa bodoh juga memiliki tujuan secara ia tidak sadari. Mungkin membeli sebuah mobil sport.. Mungkin memenangkan sebuah pertandingan bergengsi.. Mungkin menjadi yang terbaik dalam sebuah permainan online… Jadi apakah tujuanmu, coba anda pikirkan sejenak..

 

Anda sudah menemukan dan membayangkan tujuan anda?

Baiklah mari kita lanjut. Apa yang akan saya katakan berikutnya mungkin bukanlah sesuatu yang anda ingin dengar. Beberapa orang mungkin akan sangat tidak menyukai apa yang akan saya katakan. Baiklah… Ini dia…

“Tujuanmu di dalam hidup ini menggambarkan tuhan mana yang memenangkan hati mu.”

 

Jika impianmu sekarang adalah untuk menjadi pemain game online terbaik, mungkin tuhanmu adalah game online tersebut. Jika engkau bercita-cita untuk menjadi seorang yang kaya, mungkin tuhan mu adalah uang. Jika fokus utama mu adalah untuk membahagiakan istri/suami mu, mungkin pasangan mu adalah tuhan mu.

 

Mari saya perjelas. Saya tidak mengatakan bermain game itu dosa, membahagiakan pasangan anda adalah sebuah kesalahan, atau anda tidak boleh bekerja mencari uang. Yang saya maksud adalah jika tujuan utama dari hidupmu bukanlah untuk memuliakan Tuhan, apakah mungkin tuhan mu yang sesungguhnya bukanlah Tuhan dari Alkitab?

 

Saya berharap Tuhan bukanlah no 2 mu di dalam hidup. Saya berharap jika anda bekerja di sebuah kantor, anda akan menjadi seorang Kristen terlebih dahulu sebelum anda menjadi seorang bos/seorang karyawan. Saya berharap jika anda mengikuti sebuah pertandingan basket, anda akan menjadi seorang Kristen terlebih dahulu sebelum anda menjadi seorang pemain basket/seorang pelatih. Mungkin beberapa dari kalian berpikir “yah kita harus tau tempat. Jika di lapangan maka kita seorang pemain basket, dan jika di gereja kita adalah seorang Kristen.”

TIDAK! Janganlah menjadi seorang Kristen hanya pada hari minggu ketika di gereja, tetapi jadilah Kristen di dalam seluruh hari-hari mu… Di dalam pekerjaanmu, di dalam hubunganmu, dan di dalam impianmu..

 

Yesus tidak pernah tertarik untuk menjadi no 2 atau 3 atau 4 mu…

 

Lukas 14:26

“Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”

 

Yesus hanya tertarik menjadi no 1 mu. Bahkan bukan hanya menjadi no 1, tetapi menjadi satu-satunya. Ia ingin engkau mengasihinya dengan begitu luar biasa bahkan hingga kasihmu kepada orangtuamu menjadi terlihat seperti sebuah kebencian.

 

Setelah rasul Paulus diselamatkan, seluruh hidupnya ia habiskan untuk menyebarkan injil keselamatan dari Yesus Kristus. Ia seringkali dianiaya dan dipenjara karena nama Kristus, tetapi itu tidak membuatnya berhenti. Pada Filipi 1:21, rasul Paulus mengatakan:

“Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan.”

Saya yakin anda pasti sangat sering mendengar versi bahasa inggris dari ayat ini “to live is Christ, and to die is gain.”

 

Kita sudah sering sekali mendengar ayat ini. Tetapi apakah ayat ini adalah sesuatu yang nyata di dalam hidup kita? Atau apakah ayat ini hanyalah sesuatu yang kita hafalkan?

 

Kalimat ini mungkin dikatakan oleh rasul Paulus, tetapi jika kita melihat Alkitab, ayat ini nyata di dalam hidup seluruh pengikut Kristus. “Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan.” Stephanus dirajam batu karena memberitakan firman Tuhan, dan sebelum ia meninggal ia memohon kepada Tuhan untuk mengampuni orang-orang yang merajamnya dengan batu. Petrus disalib terbalik karena Ia tidak mau berhenti mengabarkan tentang Kristus.

 

Hidup mereka adalah untuk Kristus, dan mereka tidak takut akan maut. Mungkin ada yang masih berkata “mati bagi Kristus hanyalah bagi para Kristen ekstrim, mereka yang martir, mereka yang tingkat rohani nya tinggi. Dan para Kristen normal adalah mereka yang ke gereja pada hari minggu dan berdoa sebelum tidur.” Apakah benar? Apakah mereka yang rela mati demi Kristus adalah Kristen yang tingkat nya di atas kita, dan kita yang cukup ke gereja tiap minggu untuk mendengarkan kotbah adalah Kristen normal? Ataukah mungkin mereka adalah seorang Kristen yang sesungguhnya, dan kita sebenarnya bukanlah seorang Kristen.

 

Pada hari-hari terakhir sebelum Yesus meninggalkan murid-murid Nya, seteIah ia melakukan begitu banyak mukjizat dan menyembuhkan orang sakit, Ia berkata: Engkau akan melakukan sesuatu yang lebih luar biasa dari ini. Yesus mengatakan bahwa pengikut-pengikut Nya akan melakukan sesuatu yang lebih besar dari apa yang ia lakukan. Dan kita bisa melihat itu sungguh terjadi, bagaimana Paulus, Petrus, dan murid murid lainnya telah menyebarkan tentang karya keselamatan oleh Kristus Yesus, sehingga pada hari ini kita dapat mengetahui akan kasih karunia Yesus Kristus yang telah menebus dosa kita.

 

Apakah “engkau akan melakukan sesuatu yang lebih besar dari ini” adalah ke gereja dan mendengarkan sebuah kotbah di ruangan ber AC? Entah mengapa bukankah itu tidak terlihat sebagai sesuatu yang lebih luar biasa seperti yang Yesus katakana?

 

Saya tidak mengatakan anda harus melayani ke Afrika seumur hidup anda atau sengaja mati demi Tuhan.. Yang saya ingin ingatkan adalah, apakah di dalam hati anda, lebih dari apa pun juga, ada keinginan yang begitu luar biasa untuk melayani Tuhan dan untuk memberikan kemuliaan bagi kerajaanNya di dunia ini?