Unconditional Love

Posted on Posted in Uncategorized

Jika seseorang bertanya kepadamu, “Mengapa engkau megasihi pasanganmu?”

Apa jawaban mu?

Kebanyakan orang mungkin akan membicarakan kecantikan, kebaikan, selera humor, atau mungkin personality pasangan nya. Tetapi bagaimana jika setelah berjalan nya waktu, pasangan anda berhenti menjadi semua nya itu. Apakah anda akan tetap mengasihi pasangan anda? Berdasarkan jawaban-jawaban sebelumnya, satu-satu nya jawaban yang masuk akal adalah ‘tidak.’ Jika alasan anda untuk mengasihi pasangan anda didasari oleh kualitas atau performa mereka, dan kualitas atau performa tersebut tiba-tiba atau sedikit demi sedikit menghilang—maka basis anda untuk mengaisihi nya akan berakhir. Satu-satu nya cara agar kasih dapat bertahan seumur hidup adalah jika kasih itu unconditional. Kebenaran nya adalah: kasih yang bertahan tidak ditentukan oleh orang yang dikasihi, melainkan ditentukan oleh orang yang memilih untuk mengasihi.

“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1 Yohanes 4:10).

Tuhan mengasihi kita bukan karena kita layak dikasihi, tetapi karena Ia penuh kasih. Jika Ia mengkehendaki kita untuk membuktikan bahwa diri kita patut dikasihi, kita akan gagal dengan menyedihkan.

Kasih nya adalah sebuah pilihan yang Ia berikan oleh kehendak-Nya sendiri. Kasih adalah sesuatu yang kita terima dari-Nya dan kita salurkan kepada sesame kita.

“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” (1 Yohanes 4:19).

Jika seseorang mengatakan kepada pasangan nya, “I don’t love you anymore,” dia sesungguhnya mengatakan, “I never love you unconditionally to begin with.”

Love that “bears all things, believe all things, hopes all things, endures all things” (1 Corinthians 13:7) does not come within. It can only come from God.

Jika kau meminta-Nya untuk mengajarkanmu cara mengasihi, Ia akan mengajarkanmu cara mengasihi.

Dunia mengajarkan kita untuk mengasihi, jika….

Tetapi Tuhan mengajarkan kita untuk mengasihi, bahkan jika….

inspired from “The Love Dare”

One thought on “Unconditional Love

Comments are closed.