We love Jesus, because He first loved us

Posted on Posted in Jesus

Rasanya jatuh cinta dengan seseorang sangat indah bukan? Kita seringkali tidak dapat berhenti memikirkannya, kita tidak dapat berhenti menceritakannya kepada teman-teman kita, dan kita tidak sabar untuk bertemu kembali dengannya.

Ketika saya jatuh cinta dengan seorang wanita, saya tidak dapat berhenti menceritakan tentang dirinya kepada teman-teman saya. Saya menceritakan tentang betapa cantik nya wanita ini, bagaimana luar biasa talenta yang dimiliki wanita ini, dan kejadian-kejadian lucu apa saja yang saya lalui dengan wanita ini.

Sesungguhnya, ini sama hal nya dengan jatuh cinta kepada Yesus. Ketika kita menceritakan Yesus kepada orang-orang, kita sebenarnya bukanlah memberikan presentasi tentang sebuah pelajaran agama, tetapi kita sedang menceritakan tentang seseorang yang kita kenal dan cintai. Kita berdoa dan membaca Alkitab karena kita rindu untuk berbicara dengan-Nya; kita ingin mengenal-Nya lebih akrab lagi.

Sesungguhnya, bukan hanya kamu yang membicarakan tentang Yesus di dunia ini. Yesus juga membicarakanmu kepada Allah Bapa di Sorga; Yesus telah mati dan bangkit untukmu, Dia adalah pembelamu di hadapan Allah Bapa. Mengapa Yesus mau turun ke dunia untuk mengorbankan diri-Nya? Mengapa Yesus mau menjadi pembelamu di Sorga? Jawabannya: “Karena Dia mencintaimu.”

 

“… kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia” (1 Yohanes 2:1-2).

“In this is love, not that we love God, but that He loved us and sent His Son to be the propitiations for our sins” (1 John 4:10).

 

Kita mencintai Yesus, bukan untuk mendapatkan cinta Yesus.

Kita mencintai Yesus, karena Yesus telah lebih dahulu mencintai kita.

Sesungguhnya, dulu kita adalah seorang pencinta kejahatan yang terjebak di dalam kegelapan. Tetapi Yesus turun dan meletakkan kasih di dalam hati kita; Ia menarik kita dari lubang kegelapan itu. Yesus memilih untuk mencintai kita disaat kita tidak layak sama sekali untuk dicintai.

 

Some people like me because they think I am good,

But Jesus loves me even though He knows I am not.

 

Some lay down his life for his friend,

But Jesus lay down His life for me, while we were still enemies.