Why I Love These 3 Christian Movies

Posted on Posted in Faith, Hope, Others

Kendrick Brothers Productions adalah perusahaan yang ditemukan oleh Alex dan Stephen Kendrick untuk mengabarkan kebenaran kasih Yesus Kristus melalui dunia perfilman. Mereka telah diberikan talenta yang sangat luar biasa oleh Tuhan untuk menulis dan mendireksi sebuah naskah cerita yang menarik yang mengandung pengajaran-pengajaran dari Alkitab. Alex dan Stephen mengatakan bahwa mereka rindu untuk menguatkan kehidupan spiritual para penonton dari film-film mereka.

Sejauh ini mereka telah membuat lima film: Flywheel, Facing the Giants, Fireproof, Courageous, dan War Room. Hari ini saya akan membahas tiga film favorit saya dari kelima film tersebut dan mengapa kalian juga harus menontonnya.

 

Facing the Giants

Film ini diciptakan pada tahun 2006—ya, saya tau, film ini sudah sangat lama dan mungkin kualitasnya tidak sebagus kualitas film-film jaman sekarang, tetapi saya janji cerita dari film ini begitu menarik dan memotivasi hingga dapat membuat para penonton terdiam di ujung kursi mereka. Kisah ini menceritakan tentang seorang pelatih football (Grant Taylor) yang harus menghadapi raksasa-raksasa di dalam hidupnya berupa: hilangnya kepercayaan sekolah terhadap kualitasnya sebagai seorang pelatih, kurang tercukupinya kebutuhan keluarganya, dan rendahnya moral yang ada di dalam tim yang dipimpinnya. Namun, Grant mulai dapat berdiri menghadapi raksasa-raksasanya setelah seseorang mengingatkannya untuk tetap tidak jera mempersiapkan ladangnya karena Tuhan akan menurunkan hujan bagi ladangnya pada waktunya. Akhirnya Grant mengubah filosofi dari tim yang dipimpinnya dari sekedar memenangkan kejuaraan football menjadi memuliakan Tuhan.


“If we win, we praise HIM. And if we lose, we praise HIM. Either way we honor Him with our actions and our attitudes. So I’m asking you, what are you living for?” (Facing the Giants, 2006).

Facing the Giants mengajarkan kita bahwa Tuhan sebenarnya telah memberikan potensi-potensi yang luar biasa yang tidak pernah kita bayangkan. Namun, kebanyakan dari kita seringkali berhenti mempersiapkan ladang kita dan berhenti berharap kepada Tuhan karena merasa hujan dari Tuhan tidak pernah kian datang. Facing the Giants memotivasi kita untuk berdiri tegak dan tidak gentar melawan raksasa-raksasa di dalam hidup kita—bukan oleh karena kebesaran kita, tetapi oleh karena kita tau kita memiliki Tuhan yang maha besar.

 

War Room

Film ini merupakan film terbaru dari The Kendrick Brothers yang menceritakan kisah sepasang suami istri (Tony dan Elizabeth Jordan) yang sedang terjebak di tengah-tengah medan perang—peperangan antara satu sama lain, dimana keluarga merekalah medan peperangan tersebut. Hidup mereka tetapi mulai berubah setelah Elizabeth bertemu dengan pelanggan barunya, Mrs. Clara. Dia mengajarkan kepada Elizabeth bahwa musuh dari peperangannya bukanlah suaminya sendiri, tetapi si jahat yang ingin mencoba untuk menghancurkan pernikahan mereka; dan senjata terampuh untuk melawan si jahat dan menyelamatkan keluarga mereka adalah melalui kuasa doa. Akhirnya Elizabeth belajar untuk tetap berdoa untuk suaminya, bahkan ketika suaminya tidak menghormatinya sebagai istrinya sendiri.

“Then I started really studying what the Scriptures say, and God showed me that it wasn’t my job to do the heavy lifting. No. That was something that only He could do. It was my job to seek Him, to trust Him, and to stand on His Word.” (War Room, 2015).

War Room mengingatkan kita bahwa peperangan kita di dalam hidup ini bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan para kuasa jahat yang bekerja di balik panggung. Satu-satunya senjata paling ampuh untuk memenangkan peperangan ini adalah melalui doa; dimana kita melakukan apa yang kelihatan yang dapat kita lakukan, dan membiarkan Tuhan yang berperang untuk kita melawan apa yang tidak kelihatan.

 

Fireproof

Fireproof adalah film favorit saya diantara semua film Kendrick Brothers. Fireproof menceritakan kisah suami istri (Caleb dan Catherine) yang hendak bercerai karena mereka merasa sudah tidak mencintai satu sama lain. Namun, ayahnya Caleb memintanya untuk menunda perceraian mereka selama 40 hari. Ayahnya memberikan Caleb sebuah buku berjudul “Love Dare,” dimana setiap hari selama 40 hari Caleb harus melakukan sebuah tindakan kebaikan terhadap istrinya yang tertulis di buku itu, bahkan jika hatinya tidak ingin turut melakukannya.

“Son, you just asked me: how can someone show love over and over again when they’re constantly rejected?

Caleb, the answer is: you can’t love her, because you can’t give her what you don’t have.

I couldn’t truly love your mother until I understood what love truly was. It’s not because I get some reward out of it. I’ve now made a decision to love your mother whether she deserves it or not. Son, God loves you, even though you don’t deserve it. Even though you’ve rejected Him. Spat in His face. God sent Jesus to die on the cross for your sin, because He loves you. The cross was offensive to me, until I came to it. But when I did, Jesus Christ changed my life. That’s when I truly began to love your mom. Son, I can’t settle this for you. This is between you and the Lord. But I love you too much not to tell you the truth.” (Fireproof, 2008).

Fireproof mengajarkan kita darimana sumber kasih sesungguhnya berasal, yaitu dari Yesus Kristus. Fireproof mengingatkan kita arti cinta sesungguhnya, dimana cinta yang seungguhnya bukanlah sesuatu yang conditional seperti yang dunia ini ajarkan, tetapi uncondtional seperti yang Tuhan Yesus sudah demonstrasikan di atas kayu salib untuk kita. Dan sumber cinta itu tidak berasal dari diri kita sendiri, tapi hanya dapat berasal dari Tuhan—“God is Love” (1 John 4:8).

 

Add official line account kami untuk mendapatkan renungan dari kami setiap hari.

Add Friend

 

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis utama dari Grace Depth.

Dia saat ini melayani sebagai pembicara dan pembina dari Davis Alive di Davis, California.