Yesus Bukanlah Jin-mu

Posted on Posted in Uncategorized

Ini mungkin adalah sesuatu yang sulit untuk diterima oleh banyak orang Kristen: Kenyataan dari banyak pendeta yang memutarbalikkan focus dari Kekristenan, dan banyak jemaat gereja yang jatuh ke dalam kebohongan ini.

Ini adalah pertanyaan yang seringkali keluar dari mulut dan pikiran saya dulu, dan ini juga adalah sebuah pertanyaan yang seringkali muncul di pikiran orang-orang Kristen lainnya:

“Mengapa Tuhan belum memberikan saya apa yang telah saya minta dan doakan? Untuk bertahun-tahun, saya telah berdoa untuk ini dan Tuhan tidak menjawab-jawab nya. Saya sudah berpuasa dan berdoa terus-menerus, saya sudah ke gereja tiap minggu, dan membaca Alkitab setiap hari, tetapi sepertinya tidak ada yang berhasil. Tuhan tetap saja mengabaikan saya dan tidak memberikan jodoh yang saya inginkan, atau pekerjaan yang saya butuhkan, atau posisi sosial yang saya kehendaki, atau mobil yang saya inginkan…”

Tim Keller memberikan sebuah analogi yang menjawab pertanyaan itu dengan sangat baik.

Bayangkan engkau akan mendapatkan sebuah warisan yang sangat amat banyak; warisan yang akan membuat mu kaya luar biasa. Tidak lama kemudian, engkau bertemu seseorang yang special dan kalian berdua jatuh cinta. Setelah beberapa tahun, kalian memutuskan untuk menikah. Lalu pada hari pernikahan, beberapa jam sebelum pernikahan dimulai, engkau menerima kabar bahwa warisan yang seharusnya engkau dapatkan, tidak akan jadi diberikan kepadamu. Dan karena itu, tunanganmu meninggalkanmu. Apa yang akan engkau rasakan?

Digunakan? Rasanya ia hanya mau bersamamu karena uang dan kekayaan itu?

Bagaimana menurut mu yang Tuhan rasakan?

Dalam lain kata, kau telah menaruh waktumu—kau telah beroda, ke gereja, memberikan waktu dan hidup mu, tetapi Dia tidak memberikan mu apa yang engkau mau seperti ‘berkat di karir mu, keuangan mu, atau di kisah percintaan mu.’

Kau memilih Tuhan karena ‘berkat’ nya, bukan untuk menjadi bersama-Nya.

 

Ini adalah masalah di dalam beberapa pendeta sekarang ini, khusus nya pendeta-pendeta televangelist dari Amerika, pendeta-pendeta yang memegang teologi kemakmuran. Kita diberitahukan bahwa, “jika kita mengikut Kristus, Ia akan memberikan keinginan hati kita.” Namun itu bukanlah injil Kekristenan yang sesungguhnya.

Injil Kekristenan yang sesungguhnya adalah tentang perubahan keinginan hati kita; dimana kita yang dahulu mencintai dunia, kini menjadi mencintai Kristus di atas segala hal lain-nya.

Injil Kekristenan adalah tentang Yesus Kristus yang mencintai kita dengan luar biasa, sehingga ia menukar Surga untuk memiliki sebuah relationship dengan kita. Dia menukar segalanya demi dirimu dan diriku, sehingga kita boleh menikmati kasih-Nya. Dan ketika kita datang ke Yesus dengan pemikiran bahwa Ia akan memberikan mu uang, pekerjaan, dan hal-hal lain nya—engkau seperti melempar semua yang telah Ia lakukan untukmu kembali ke muka nya, dan engkau seperti mengatakan bahwa engkau mencintai dan membutuhkan hal lain lebih daripada kasih-Nya.

Kekristenan bukanlah tentang menggunakan Yesus untuk mencapai tujuan akhir kita. Kekristenan adalah tentang Yesus lah tujuan akhir kita.

Ketika seorang pendeta mengatakan bahwa mengikut Kristus akan memberikan apa yang kau inginkan, itu seperti melukiskan di pikiran mu bahwa Yesus adalah sebuah jin yang ada untuk mengabulkan segala permintaan mu.

Francis Chan, penulis dari Crazy Love mengatakan: “Apakah engkau mencintai Tuhan, atau hanya pemberian-Nya?”

Do you love God, or just His gifts?

Pada akhirnya, banyak yang meninggalkan Tuhan karena keinginan mereka tidak terkabul ketika mereka mengikut Yesus. Mereka merasa Tuhan telah meminta waktu dan hidup mereka, tetapi Ia tidak memberikan imbalan yang setimpal kepada mereka. Mereka tidak melihat bahwa Yesus lah Mutiara berharga itu (Matius 13:46).

Tuhan mengirimkan Anak-Nya yang tunggal turun ke dunia untuk menyelamatkan kita dari dosa kita—dalam lain kata, untuk menyelamatkan kita dari diri kita sendiri. Yesus turun sehingga kita dapat mengenal-Nya dan mengenal kasih-Nya, bukan untuk memenuhi kantong kita dengan uang atau menjadi jin pengabul permintaan.

Yesus meminta hati kita, karena Ia telah lebih dahulu memberikan milik-Nya. Jika Ia memberikan mu apa yang kau minta, apakah sesuatu yang kau minta tersebut akan memuaskan jiwamu selamanya?

Ia tau bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak akan ada yang sungguh dapat memuaskan jiwamu. Hanya kasih-Nya yang dapat memuaskan jiwa kita untuk selamanya. Amin.

 

But God demonstrates His own love towards us, in that while we were still sinners, Christ died for us.

~Romans 5:8~